Krisis Taiwan: Beijing Pertegas Dukungan Unifikasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan keamanan di Pasifik. Laporan terbaru Lowy Institute memperingatkan lompatan ancaman militer Tiongkok terhadap Australia lewat taktik siber dan potensi pangkalan militer baru. Dok: Istimewa.

Peringatan keamanan di Pasifik. Laporan terbaru Lowy Institute memperingatkan lompatan ancaman militer Tiongkok terhadap Australia lewat taktik siber dan potensi pangkalan militer baru. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Tiongkok akan memberikan dukungan tegas bagi kekuatan “pro-reunifikasi patriotik” di Taiwan. Selain itu, Beijing berjanji akan menindak keras para kelompok “separatis” yang mendukung kemerdekaan pulau tersebut.

Pernyataan ini muncul dari Wang Huning, pejabat peringkat keempat dalam jajaran pemimpin Partai Komunis Tiongkok, pada Selasa (10/2/2026). Dalam pidatonya di “Konferensi Kerja Taiwan” tahunan, Wang menekankan bahwa para pejabat harus memajukan tujuan besar reunifikasi nasional. Beijing terus meningkatkan tekanan militer dan politik terhadap Taiwan guna menegaskan klaim kedaulatan mereka.

Penindakan Terhadap Separatisme dan Intervensi Asing

Xinhua melaporkan bahwa Wang menginstruksikan jajarannya untuk mendukung kekuatan patriotik di pulau tersebut. Namun demikian, Tiongkok akan secara tegas melawan kekuatan separatis “kemerdekaan Taiwan”. Ia juga menekankan pentingnya menentang campur tangan kekuatan eksternal demi menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Meskipun laporan Wang tidak menyebutkan penggunaan kekerasan secara spesifik, Kementerian Pertahanan Tiongkok menyuarakan nada yang lebih keras. Juru bicara kementerian, Jiang Bin, memperingatkan konsekuensi fatal bagi militer Taiwan. “Jika pasukan bersenjata ‘kemerdekaan Taiwan’ berani memicu konflik, mereka pasti akan musnah,” tegas Jiang di Beijing.

Kritik Terhadap Model “Satu Negara, Dua Sistem”

Tiongkok telah lama menawarkan model otonomi “Satu Negara, Dua Sistem” kepada Taiwan, serupa dengan model di Hong Kong. Namun, hingga kini, hampir tidak ada partai politik besar di Taiwan yang mendukung model tersebut. Pemerintah Taiwan menegaskan bahwa hanya rakyat pulau tersebut yang memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka.

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, justru menyoroti penindasan hak asasi manusia di Hong Kong sebagai bukti kegagalan model tersebut. Ia merujuk pada vonis 20 tahun penjara bagi taipan media Jimmy Lai sebagai bentuk penganiayaan politik. “Vonis Jimmy Lai menunjukkan bahwa hukum keamanan nasional Hong Kong adalah alat penindasan yang menginjak-injak kebebasan pers,” tulis Lai melalui platform X.

Baca Juga :  Street Crime Menggila, Aksi Pemerasan di Traffic Light Kalijodo Bikin Resah Pengendara

Hubungan AS-China dan Isu Taiwan

Beijing telah berulang kali memperingatkan negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat, agar tidak ikut campur dalam masalah Taiwan. Mereka menganggap isu ini sebagai urusan internal Tiongkok yang sangat sensitif.

Dalam pembicaraan telepon dengan Presiden AS Donald Trump pekan lalu, Presiden Xi Jinping menegaskan posisi Beijing. Ia menyebut masalah Taiwan sebagai isu terpenting dalam hubungan China-AS. Oleh karena itu, Xi mendesak Washington untuk menangani masalah penjualan senjata ke Taiwan dengan sangat bijaksana. Hingga saat ini, Tiongkok tetap menolak berkomunikasi langsung dengan Presiden Lai Ching-te karena menganggapnya sebagai sosok “separatis” yang berbahaya bagi stabilitas kawasan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa 7,7 SR Guncang Indonesia Timur, 20 Orang Tewas
Trump Tepis Kekhawatiran soal Kondisi Kesehatan Mental
Trump Ancam Jadikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun
USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah
Lebih dari 110.000 Warga Kanada Tanda Tangani Petisi
Iran Klaim Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Bantah Klaim Trump
Korea Utara Ancam Gunakan Hak Bela Diri, Kecam Latihan Militer

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Gempa 7,7 SR Guncang Indonesia Timur, 20 Orang Tewas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Trump Tepis Kekhawatiran soal Kondisi Kesehatan Mental

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Trump Ancam Jadikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:00 WIB

USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah

Berita Terbaru

NVIDIA resmi meluncurkan aplikasi native GeForce NOW untuk Linux setelah keluar dari masa beta, menghadirkan cloud gaming dengan performa setara RTX 5080. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

NVIDIA Resmi Rilis GeForce NOW Native untuk Linux

Minggu, 16 Agu 2026 - 14:24 WIB

Tim SAR Polri bersama anjing K9 disiapkan untuk mencari korban gempa di Nusa Tenggara Timur. (Posnews/Humas Polri)

DAERAH

Polri Kerahkan 260 Personel dan 10 K9 Buru Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agu 2026 - 14:22 WIB

Bocoran video dan screenshot dari MMO misterius HoYoverse bernama Nodusfall muncul ke internet, memperlihatkan pendekatan dark fantasy dengan dunia. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Bocoran Game MMO Baru HoYoverse Nodusfall

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:21 WIB