Penembakan Pesawat Smart Air di Korowai, Polri-TNI Buru Elkius Kobak

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Dok: Posnews/Ist)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Dok: Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi brutal mengguncang Papua. Pesawat milik Smart Air ditembaki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat mendarat di Korowai, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Akibat serangan itu, pilot dan kopilot tewas di tempat setelah peluru menghantam kokpit.

Insiden berdarah itu terjadi ketika pesawat yang mengangkut 13 penumpang dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, hendak mendarat di Lapangan Terbang Korowai.

Namun, saat roda pesawat menyentuh landasan, kelompok bersenjata langsung melepaskan tembakan membabi buta.

Menanggapi tragedi tersebut, Kapolri Jendeal Listyo Sigit Prabowo bergerak cepat. Ia memerintahkan seluruh jajaran di Papua untuk memburu dan menangkap pelaku.

Baca Juga :  Kekuatan Racun Influencer

“Kami sudah perintahkan jajaran di lapangan melakukan pengejaran dan pendalaman. Identitas pelaku sudah kami kantongi,” tegas Listyo, Jumat (13/2/2026).

Selain itu, Kapolri meminta TNI-Polri memperkuat sinergi agar rentetan aksi kekerasan tidak kembali terjadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan pentingnya menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Papua yang belakangan kembali dihantui teror bersenjata.

Sementara itu, Kaops Satgas Damai Cartenz Faizal Ramadhani mengungkap hasil penyelidikan awal.

Ia memastikan penembakan dilakukan KKB Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak, kelompok bersenjata asal Yahukimo.

Baca Juga :  Pelajar 14 Tahun Tewas di Tual, Komandan Brimob Minta Maaf dan Janji Proses Tegas

“Pelaku berasal dari kelompok Kanibal dan Semut Merah pimpinan Elkius Kobak,” ujarnya.

Saat ini, aparat gabungan telah mengerahkan personel tambahan untuk mempersempit ruang gerak kelompok tersebut.

Penegakan hukum, lanjut Faizal, dilakukan secara terukur dan profesional guna memulihkan situasi keamanan serta melindungi warga sipil.

Hingga Jumat malam, aparat masih melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian pelaku.

Sementara itu, operasional penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua Selatan dikabarkan diperketat guna mencegah serangan susulan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ben-Gvir Tuai Kecaman Internasional Pasca-Video Ejekan Aktivis Gaza
Sopir Taksi Mogok di Rel Bekasi Timur Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Kelalaian
Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia
Jelang Iduladha, Satpol PP Bongkar Lapak Kurban Liar di Johar Baru dan Tanah Abang
Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono, Polisi Bongkar Kelalaian Open Trip
WHO Tetapkan Status Darurat Internasional di Tengah Konflik
Menteri HAM Dorong Penghapusan Jejak Digital bagi Terdakwa Tak Bersalah
Solidaritas di Beijing: China dan Rusia Kecam Kebijakan Rudal Trump

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:42 WIB

Ben-Gvir Tuai Kecaman Internasional Pasca-Video Ejekan Aktivis Gaza

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:58 WIB

Sopir Taksi Mogok di Rel Bekasi Timur Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Kelalaian

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:38 WIB

Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:06 WIB

Jelang Iduladha, Satpol PP Bongkar Lapak Kurban Liar di Johar Baru dan Tanah Abang

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:42 WIB

Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono, Polisi Bongkar Kelalaian Open Trip

Berita Terbaru

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu kemarahan global setelah mengunggah video yang mengejek aktivis bantuan Gaza yang sedang ditahan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ben-Gvir Tuai Kecaman Internasional Pasca-Video Ejekan Aktivis Gaza

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:42 WIB

Langkah preventif di Kyiv. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah utara dan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Belarus guna menangkal ancaman serangan baru Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:38 WIB