5 Bulan Berlalu, Laporan Penamparan Siswa SD Tunas Karya 3 Belum Ada Perkembangan

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, penganiayaan anak di bawah umur. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, penganiayaan anak di bawah umur. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus dugaan penamparan terhadap 15 siswa di SD Tunas Karya 3, Kelapa Gading, kembali menjadi sorotan publik.

Para orang tua resmi melaporkan kepala sekolah berinisial TA ke Polres Metro Jakarta Utara setelah insiden yang diduga terjadi pada Senin (22/9/2025).

Mereka melayangkan laporan sehari kemudian. Namun hingga kini, atau hampir lima bulan berjalan, penyelidikan dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa dugaan kekerasan di sekolah dasar Jakarta Utara itu bermula ketika sejumlah siswa kelas 5 tidak membawa alat musik pianika usai ulangan komputer.

Menurut keterangan keluarga korban, sebagian siswa memang menyimpan pianika di sekolah dan tidak membawanya pulang.

Awalnya, seorang guru memberikan hukuman dengan menjemur para siswa di lapangan.

Namun tak lama kemudian, kepala sekolah memanggil 15 siswa tersebut ke lantai dua gedung sekolah. Di lokasi itulah dugaan kekerasan fisik dan verbal terjadi.

Salah satu wali murid, Floortje—nenek dari seorang siswa—mengungkapkan bahwa anak-anak dimarahi dengan kata-kata kasar lalu ditampar satu per satu.

Baca Juga :  Gadis Sukabumi Dijual Rp200 Juta, Disekap di China dan Alami Kekerasan Seksual

Bahkan, ia menyebut ada siswa yang mengalami luka hingga berdarah. Ia baru mengetahui kejadian itu setelah menerima informasi dari orang tua lain dan melihat kondisi wajah cucunya sepulang sekolah.

Keesokan harinya, para orang tua mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi. Selanjutnya, mereka membuat laporan resmi ke kepolisian karena menilai tindakan tersebut sudah masuk kategori kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.

Orang tua lainnya, yang meminta namanya disamarkan, mengaku awalnya mengetahui peristiwa itu dari percakapan di grup WhatsApp kelas.

Setelah mengonfirmasi langsung kepada anaknya, ia mengetahui sang anak juga mengalami penamparan dan mengeluhkan sakit di bagian dada.

Dalam pertemuan dengan pihak sekolah, para orang tua meminta kepala sekolah membuat surat pernyataan.

Namun menurut mereka, terlapor tidak mengakui kesalahan dan justru menyalahkan siswa karena dianggap nakal dan sulit diatur. Bahkan, dalam forum tersebut, jumlah siswa yang mengaku pernah mengalami tindakan serupa disebut lebih dari 15 anak.

Baca Juga :  Bocah Bersimbah Darah di Jalan Solear, Polisi Amankan Teman Korban

Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Pihak Sekolah

Sementara itu, Kasat PPA Polres Metro Jakarta Utara Kompol Ni Luh Sri Arsini membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dugaan kekerasan terhadap anak tersebut.

Ia menegaskan penyidik telah menindaklanjuti laporan dan menjadwalkan pemeriksaan ke pihak sekolah.

“Kami sudah tindak lanjuti. Penyidik hari ini dijadwalkan meminta keterangan ke pihak sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (13/2/2026).

Hingga kini, kasus dugaan kekerasan siswa SD di Kelapa Gading itu masih dalam proses penyelidikan.

Pihak media juga telah meminta klarifikasi kepada Yayasan Pendidikan Elka selaku pengelola sekolah serta Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta, namun belum memperoleh tanggapan resmi.

Kasus ini menambah daftar laporan dugaan kekerasan di lingkungan sekolah dan memicu desakan agar aparat penegak hukum segera memberikan kepastian hukum bagi para korban. (MR)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspada Cuaca Panas Jabodetabek, Suhu Bisa Menembus 35°C
Jelang Demo 27 Agustus, Polisi Bubarkan Massa AMPB dari Gerbang DPR
Emas Ilegal Dimurnikan di Penjaringan, Bareskrim Sita Uang Rp60 Juta
Empat Kali Pesan dari Inggris, Warga Bekasi Terjerat Kasus Permen THC
Sabu Rp650 Ribu Jadi Petunjuk, Pemasok Revaldo Diburu
LRT Kelapa Gading-Manggarai Diresmikan, Arus Lalu Lintas Direkayasa
Geger! Jasad Pria Ditemukan Hangus di Tempat Limbah Kayu Tambun
Jakarta dan Sekitarnya Cerah, Suhu Jabodetabek Bisa Menyentuh 34°C

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Waspada Cuaca Panas Jabodetabek, Suhu Bisa Menembus 35°C

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Jelang Demo 27 Agustus, Polisi Bubarkan Massa AMPB dari Gerbang DPR

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Emas Ilegal Dimurnikan di Penjaringan, Bareskrim Sita Uang Rp60 Juta

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Empat Kali Pesan dari Inggris, Warga Bekasi Terjerat Kasus Permen THC

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Sabu Rp650 Ribu Jadi Petunjuk, Pemasok Revaldo Diburu

Berita Terbaru

Wacana Presiden Donald Trump mengubah nama Danau Ontario memicu reaksi keras dari publik dan pemerintah Kanada di tengah krisis perang tarif. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Usulkan Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Kamis, 27 Agu 2026 - 09:00 WIB

Kisah Gilang Masuk Jaringan Narkoba, Berakhir Ditangkap Bareskrim. (Posnews/Bareskrim)

DAERAH

Dibujuk Keluarga, Gilang Terjerumus Jadi Kurir 43 Kg Sabu

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:26 WIB

Kebakaran hebat melanda bangsal ibu dan anak RS PIMS di Islamabad, Pakistan, menewaskan 14 bayi pada Rabu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kebakaran Ruang Bersalin Rumah Sakit di Islamabad

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB