GROBOGAN, POSNEWS.CO.ID β Ledakan mercon dahsyat mengguncang Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (15/2/2026) siang.
Tiga bocah terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah bubuk mercon seberat dua kilogram yang mereka racik meledak hebat.
Akibat ledakan mercon Grobogan itu, rumah milik warga bernama Setyorini mengalami kerusakan berat. Selain itu, dua kendaraan yang terparkir di depan rumah ikut rusak parah.
Kaca mobil pecah, bodi ringsek, sementara atap dan bagian bangunan rumah hancur berserakan.
Bubuk Mesiu Dibeli Online
Kepala Dusun Tambirejo, Arjuna Yoga, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian beberapa anak terlihat meracik petasan menggunakan bubuk mesiu yang dibeli secara daring.
βWarga sangat kaget saat mendengar suara ledakan keras dari arah rumah Bu Setyorini,β ujarnya.
Selanjutnya, warga bergegas mendatangi lokasi. Mereka mendapati rumah dalam kondisi porak-poranda. Material bangunan dan serpihan kaca berserakan hingga ke halaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemilik Rumah Sedang di Sawah
Saat ledakan terjadi, Setyorini selaku pemilik rumah diketahui sedang bekerja di sawah. Di rumah hanya ada anaknya, Rosid, bersama dua temannya, Abel dan Syafi, yang tengah meracik mercon.
Ia mengetahui insiden tersebut setelah diberi tahu tetangga yang melintas dan mendengar suara ledakan keras.
Tiga anak menjadi korban dalam peristiwa ini. Namun, dua di antaranya mengalami luka cukup serius dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat. Sementara satu korban lainnya mengalami luka ringan.
Polisi Selidiki Kasus Ledakan
Hingga kini, aparat kepolisian setempat masih menyelidiki penyebab pasti ledakan. Polisi juga mendalami asal-usul pembelian bubuk mesiu secara online yang digunakan untuk meracik mercon tersebut.
Petugas mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membuat atau menyimpan bahan peledak rakitan karena berisiko tinggi dan membahayakan keselamatan.
Insiden ini kembali menjadi peringatan keras bagi orang tua untuk mengawasi aktivitas anak, terutama menjelang momen rawan penggunaan petasan. (red)
Editor : Hadwan





















