Ledakan Mercon Grobogan! Tiga Bocah Terluka, Rumah dan Mobil Hancur di Toroh

Senin, 16 Februari 2026 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi melakukan olah TKP di lokasi ledakan mercon di Toroh Grobogan, tiga anak luka dan rumah hancur. (Posnews/Ist)

Polisi melakukan olah TKP di lokasi ledakan mercon di Toroh Grobogan, tiga anak luka dan rumah hancur. (Posnews/Ist)

GROBOGAN, POSNEWS.CO.ID – Ledakan mercon dahsyat mengguncang Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (15/2/2026) siang.

Tiga bocah terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah bubuk mercon seberat dua kilogram yang mereka racik meledak hebat.

Akibat ledakan mercon Grobogan itu, rumah milik warga bernama Setyorini mengalami kerusakan berat. Selain itu, dua kendaraan yang terparkir di depan rumah ikut rusak parah.

Kaca mobil pecah, bodi ringsek, sementara atap dan bagian bangunan rumah hancur berserakan.

Bubuk Mesiu Dibeli Online

Kepala Dusun Tambirejo, Arjuna Yoga, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian beberapa anak terlihat meracik petasan menggunakan bubuk mesiu yang dibeli secara daring.

Baca Juga :  Hoaks Tel Aviv, Prabowo Tidak ke Israel Langsung Pulang Usai KTT Gaza

“Warga sangat kaget saat mendengar suara ledakan keras dari arah rumah Bu Setyorini,” ujarnya.

Selanjutnya, warga bergegas mendatangi lokasi. Mereka mendapati rumah dalam kondisi porak-poranda. Material bangunan dan serpihan kaca berserakan hingga ke halaman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemilik Rumah Sedang di Sawah

Saat ledakan terjadi, Setyorini selaku pemilik rumah diketahui sedang bekerja di sawah. Di rumah hanya ada anaknya, Rosid, bersama dua temannya, Abel dan Syafi, yang tengah meracik mercon.

Ia mengetahui insiden tersebut setelah diberi tahu tetangga yang melintas dan mendengar suara ledakan keras.

Tiga anak menjadi korban dalam peristiwa ini. Namun, dua di antaranya mengalami luka cukup serius dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat. Sementara satu korban lainnya mengalami luka ringan.

Baca Juga :  Gubernur Pramono Hias Jakarta Sambut Ramadan 1447 H, Lebih Meriah

Polisi Selidiki Kasus Ledakan

Hingga kini, aparat kepolisian setempat masih menyelidiki penyebab pasti ledakan. Polisi juga mendalami asal-usul pembelian bubuk mesiu secara online yang digunakan untuk meracik mercon tersebut.

Petugas mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membuat atau menyimpan bahan peledak rakitan karena berisiko tinggi dan membahayakan keselamatan.

Insiden ini kembali menjadi peringatan keras bagi orang tua untuk mengawasi aktivitas anak, terutama menjelang momen rawan penggunaan petasan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong
Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Infrastruktur vs Kesiapan Masyarakat
PC vs Laptop di Era Kerja Remote: Mana yang Lebih Worth It untuk Jangka Panjang?
Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?
5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam
49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG
Panduan Membangun Smart Home Budget Minimalis: Mulai dari Mana?
Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong

Jumat, 17 April 2026 - 15:04 WIB

Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Infrastruktur vs Kesiapan Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 - 14:58 WIB

PC vs Laptop di Era Kerja Remote: Mana yang Lebih Worth It untuk Jangka Panjang?

Jumat, 17 April 2026 - 12:40 WIB

Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?

Jumat, 17 April 2026 - 11:32 WIB

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Berita Terbaru

Ilustrasi, Benteng digital yang retak. Di tahun 2026, metode peretasan telah berevolusi menggunakan kecerdasan buatan, membuat kebiasaan lama kita tidak lagi cukup untuk melindungi identitas dan aset finansial di ruang siber. Dok: Istimewa.

NETIZEN

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Jumat, 17 Apr 2026 - 11:32 WIB