Viral Penganiayaan Anak Usai Lomba Lari di Cimanggis Depok, Polisi Tempuh Restorative Justice

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus Penganiayaan Anak di Depok Diselesaikan Damai, Polisi Tegaskan Tak Ada Intervensi. (news/Ist)

Kasus Penganiayaan Anak di Depok Diselesaikan Damai, Polisi Tegaskan Tak Ada Intervensi. (news/Ist)

DEPOK, POSNEWS.CO.ID – Video penganiayaan anak di bawah umur viral di media sosial dan memicu kehebohan publik.

Rekaman itu memperlihatkan sejumlah bocah menyeret dan memukul korban usai lomba lari di wilayah Curug, Cimanggis, Kota Depok.

Narasi yang beredar menyebut salah satu pelaku merupakan anak anggota polisi yang tidak terima kalah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi viralnya video tersebut, Kasi Humas Polres Metro Depok, Made Budi, menegaskan pihaknya langsung menangani kasus itu melalui Polsek Cimanggis.

Peristiwa bermula pada Rabu (25/2/2026) malam. Dua kelompok anak berusia 11–12 tahun sepakat menggelar lomba lari di kawasan Curug, Cimanggis.

“Mereka berkumpul dan sepakat mengadakan lomba lari di daerah Curug, Cimanggis,” ujar Made di Mapolres Metro Depok, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga :  Ukraina Tuduh Rusia Lakukan 1.800 Pelanggaran Jelang Hari Kemenangan

Namun setelah lomba selesai, salah satu pihak tidak menerima kekalahan. Anak tersebut kemudian memanggil temannya dan mengejar salah satu peserta dari kelompok pemenang. Aksi penganiayaan pun terjadi setelah korban tertangkap.

Berdasarkan video yang beredar, seorang anak terlihat ditarik dan diseret oleh terduga pelaku. Orang tua korban kemudian melapor ke Polsek Cimanggis karena merasa dirugikan.

Polisi langsung melakukan penyelidikan. Namun, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan kasus ini melalui mediasi dan restorative justice.

Made menjelaskan, salah satu terduga pelaku diketahui mengalami keterbelakangan mental. Sementara satu anak lainnya memang benar merupakan anak anggota kepolisian.

Baca Juga :  Mayat Tanpa Kaki Gegerkan Pancoran Mas Depok, Polisi Buru Pelaku Mutilasi

Meski demikian, Made menegaskan tidak ada intervensi dari institusi kepolisian dalam penanganan perkara tersebut.

“Walaupun anggota tersebut memiliki anak yang terlibat kasus, perbuatan penganiayaan tetap tidak dibenarkan,” tegasnya.

Hasil pemeriksaan juga memastikan korban tidak mengalami luka serius. Kedua keluarga sepakat menganggap peristiwa ini sebagai kenakalan remaja dan memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan.

Kasus penganiayaan anak di Cimanggis ini pun menjadi pengingat bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama saat berinteraksi di luar rumah dan dalam kegiatan kompetisi informal. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sering Jadi Arena Balap Liar, JLNT Antasari Ditutup Setiap Akhir Pekan
Pramono Datangi 44 Kecamatan, Tak Mau Hanya Terima Laporan
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes
Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi
Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi
Hati-hati Basah! BMKG Rilis Peringatan Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Cek Daftarnya
Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban
Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 20:13 WIB

Sering Jadi Arena Balap Liar, JLNT Antasari Ditutup Setiap Akhir Pekan

Senin, 2 November 2026 - 19:12 WIB

Pramono Datangi 44 Kecamatan, Tak Mau Hanya Terima Laporan

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi

Senin, 2 November 2026 - 07:53 WIB

Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi

Senin, 2 November 2026 - 06:02 WIB

Hati-hati Basah! BMKG Rilis Peringatan Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Cek Daftarnya

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Pramono Datangi 44 Kecamatan, Tak Mau Hanya Terima Laporan

Senin, 2 Nov 2026 - 19:12 WIB