PARIS, POSNEWS.CO.ID – Gelombang panas ekstrem melanda sebagian besar wilayah Eropa pekan ini. Suhu udara melonjak mendekati rekor paling tinggi dan memaksa beberapa pemerintah mengambil langkah darurat. Kondisi cuaca buruk ini juga mengganggu aktivitas harian warga serta sektor pariwisata daerah.
Siaga Merah Perancis dan Larangan Festival Musik
Pemerintah Perancis memperkirakan 35 dari 96 wilayah akan menghadapi status siaga merah pada hari Minggu. Suhu udara kawasan barat daya hingga Paris dan Burgundy berpotensi menyentuh angka 39 hingga 40 derajat Celsius. Angka ini setara dengan 102 hingga 104 derajat Fahrenheit. Bahkan, beberapa titik area kemungkinan besar akan mengalami lonjakan suhu ekstrem hingga mencapai 41 derajat Celsius.
Perdana Menteri Sebastien Lecornu melarang konsumsi alkohol pada festival musik tahunan demi menjaga keselamatan publik. Namun, otoritas Paris tetap membuka taman kota selama 24 jam penuh untuk membantu warga mendinginkan tubuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Siaga Badai Jerman dan Tantangan Wisata Italia
Pemerintah Jerman juga mengumumkan status siaga panas untuk sebagian besar wilayah kedaulatan mereka. Suhu udara di Jerman merangkak naik mendekati angka ekstrem sebesar 38 derajat Celsius saat ini. Badan cuaca DWD memperingatkan perpaduan suhu panas dan kelembapan tinggi dapat memicu badai petir yang hebat.
Suhu udara ekstrem berkisar 36 hingga 37 derajat Celsius turut mengubah aktivitas pariwisata di kota-kota Italia. Wisatawan mengantre di bawah terik matahari untuk mengunjungi bangunan sejarah Colosseum di kota Roma. Sebagian pengunjung memilih mencari tempat teduh di lorong bawah tanah Kuil Claudius yang sejuk. Sementara di Bologna, warga membasuh wajah menggunakan air pancuran kuno Neptune untuk meredam sengatan panas.
Penutupan Fan Zone Piala Dunia di Spanyol
Federasi sepak bola Spanyol menutup area fan zone di Plaza de Colon, Madrid, secara mendadak. Keputusan ini memaksa para penggemar mencari lokasi lain untuk menonton laga Piala Dunia melawan Arab Saudi. Sementara itu, para pemain kedua tim akan bertanding di dalam stadion berpendingin udara di Atlanta yang ramah lingkungan.
Dampak Nyata Perubahan Iklim dan Ekonomi
Para ilmuwan menegaskan perubahan iklim membuat gelombang panas terjadi lebih sering dan intens di Eropa. Kondisi buruk ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan darurat dan kemerosotan aktivitas ekonomi regional.
Gubernur Bank Sentral Perancis, Emmanuel Moulin, mengingatkan dampak buruk cuaca ekstrem bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Menurutnya, penurunan produktivitas kerja dan pembengkakan konsumsi energi akan membebani kinerja ekonomi secara sistemik.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












