Sakit Hati Dituduh Mencuri, Karyawan Tega Habisi Bos di Bogor

Rabu, 4 Maret 2026 - 05:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto. (Posnews/Ist)

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Misteri pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) asal Pakistan di Cisarua, Bogor, akhirnya terkuak.

Polisi resmi menetapkan karyawan korban sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Mohammad Afzal (56) dan Firza Afzal (47).

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menegaskan tersangka terancam hukuman berat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana yang ancamannya pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.

“Pelaku kami sangkakan Pasal 459 KUHP terkait pembunuhan berencana dengan ancaman pidana seumur hidup dan atau 20 tahun,” tegas Wikha, Selasa (3/3/2026).

Bunuh Korban, Buang Mayat ke Padalarang

Wikha membeberkan kronologi keji tersebut. Setelah menghabisi nyawa kedua korban, tersangka memasukkan jasad korban ke dalam mobil.

Baca Juga :  Awas Malware! Polisi Singapura Peringatkan Bahaya Android TV Box Ilegal

Selanjutnya, ia membawa kendaraan itu menuju wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, lalu meninggalkannya di sana untuk menghilangkan jejak.

“Setelah melakukan pembunuhan, pelaku membawa kedua korban menggunakan mobil ke Padalarang dan ditinggalkan di lokasi tersebut,” jelasnya.

Usai membuang korban, pelaku kembali ke rumahnya di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor. Namun, gerak-geriknya sudah terendus aparat.

Tim gabungan Polsek Cisarua dan Satreskrim Polres Bogor langsung menangkap tersangka tanpa perlawanan.

Pelaku Ternyata Pegawai Toko Korban

Fakta mengejutkan terungkap. Tersangka ternyata merupakan karyawan di toko rempah-rempah milik korban yang berada di Pasar Cisarua.

“Pelaku adalah karyawan korban. Korban memiliki toko di Pasar Cisarua dan pelaku bekerja di sana,” ungkap Wikha.

Baca Juga :  Jalan TB Simatupang Macet, Dishub DKI Ajak Warga Gunakan Transjakarta

Motif Sakit Hati

Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif, pelaku mengaku sakit hati karena sering dituduh mencuri dan dimarahi korban.

Perasaan dendam itu memuncak hingga ia merencanakan pembunuhan.

“Pelaku sakit hati karena sering dituduh mencuri dan dimarahi. Dari situ muncul niat untuk melakukan pembunuhan,” ujar Wikha.

Kini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya perencanaan matang sebelum aksi dilakukan, termasuk alat yang digunakan serta potensi keterlibatan pihak lain.

Kasus pembunuhan pasutri Pakistan di Bogor ini menyita perhatian publik karena melibatkan hubungan kerja antara korban dan pelaku.

Polisi memastikan proses hukum berjalan tegas dan transparan demi memberikan keadilan bagi keluarga korban. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Pelajar Dibacok di Palmerah Jakarta Barat, Korban Alami 7 Jahitan
Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru
Tabung Oksigen Terpental Saat Pengisian di Cilincing, Hantam Rumah dan Warung Warga
Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Udara Capai 34 Derajat Celsius
Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos
Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis
Kapolri Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes, Polda hingga Polsek
Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:30 WIB

Viral Pelajar Dibacok di Palmerah Jakarta Barat, Korban Alami 7 Jahitan

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:12 WIB

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Tabung Oksigen Terpental Saat Pengisian di Cilincing, Hantam Rumah dan Warung Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:35 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Udara Capai 34 Derajat Celsius

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:43 WIB

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Berita Terbaru

Mengamankan jalur energi regional. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan PM Malaysia Anwar Ibrahim memperkuat kemitraan maritim serta jaminan pasokan LNG di tengah krisis Timur Tengah. (David Mareuil/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Kamis, 11 Jun 2026 - 06:12 WIB

Duka di Mindanao. Tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan komersial di General Santos pasca-gempa bumi dahsyat magnitudo 7,8 yang menewaskan puluhan warga. Dok: REUTERS/Noel Celis

INTERNASIONAL

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:43 WIB