Hujan Deras Picu Gerakan Tanah di Sukabumi, 114 Rumah Rusak – 475 Warga Terdampak

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah warga rusak akibat gerakan tanah di Sukabumi Jawa Barat. (Posnews/BNPB)

Rumah warga rusak akibat gerakan tanah di Sukabumi Jawa Barat. (Posnews/BNPB)

SUKABUMI, POSNEWS.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur sejak Rabu (4/3/2026) memicu gerakan tanah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Akibatnya, 114 rumah warga rusak dan ratusan penduduk terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, mengatakan data hingga Jumat (6/3/2026) mencatat puluhan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebanyak 114 rumah rusak akibat fenomena gerakan tanah yang dipicu peningkatan intensitas hujan sejak Rabu. Rinciannya 70 rumah rusak berat, 26 rusak sedang, dan 18 rusak ringan. Selain itu, sembilan rumah lainnya masih terancam,” ujar Abdul Muhari.

Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Bencana yang melanda Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling itu berdampak pada 134 kepala keluarga atau sekitar 475 jiwa.

Karena kondisi bangunan tidak stabil, banyak warga akhirnya meninggalkan rumah mereka untuk menghindari risiko runtuhan tanah.

Baca Juga :  Berburu Berkah Ramadan 2026, Ratusan Paket Makanan Dibagikan di Muara Angke

“Sebanyak 120 kepala keluarga atau sekitar 407 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena kondisi bangunan dan lingkungan yang tidak stabil,” jelas Abdul.

Selain merusak rumah warga, gerakan tanah juga merusak satu fasilitas pendidikan serta mengganggu akses jalan di wilayah terdampak.

Sukabumi Tetapkan Status Tanggap Darurat

Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana tanah bergerak.

Penetapan tersebut tertuang dalam SK Bupati Sukabumi Nomor 300.2.1/Kep 246-BPBD/2026 yang berlaku selama tujuh hari, mulai 4 hingga 10 Maret 2026.

Menurut Abdul Muhari, status tanggap darurat ini penting untuk mempercepat distribusi bantuan dan koordinasi antarinstansi.

“Penetapan status tanggap darurat bertujuan mempercepat penanganan di lapangan serta mempermudah koordinasi lintas lembaga dalam penanggulangan bencana,” katanya.

Posko Darurat dan Bantuan Didirikan

Saat ini BPBD Kabupaten Sukabumi bersama BPBD Provinsi Jawa Barat dan sejumlah instansi terkait masih melakukan kaji cepat serta pendataan lanjutan di lokasi bencana.

Baca Juga :  Pemberangkatan Haji 2026: Jadwal 22 April Tak Berubah Meski Konflik AS-Iran Memanas

Petugas juga telah mendirikan posko tanggap darurat untuk mengoordinasikan bantuan bagi para pengungsi.

Tim gabungan kini fokus memenuhi kebutuhan dasar warga, mulai dari logistik dapur umum, air bersih, perlengkapan bayi dan lansia, hingga perlengkapan tidur.

BNPB mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dalam durasi lama.

“Kami mengimbau masyarakat di wilayah rawan gerakan tanah untuk selalu waspada dan segera mengikuti instruksi evakuasi dari petugas demi mencegah jatuhnya korban jiwa,” tegas Abdul Muhari.

Bencana ini menjadi peringatan serius bagi warga di kawasan perbukitan Sukabumi yang rawan pergerakan tanah saat curah hujan meningkat. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Pencuri Berubah Maut, IRT di Lampung Selatan Ditusuk Saat Tidur Bersama Anak
Satpam Curi 1.700 Ompreng MBG untuk Beli Sabu
Manggarai Barat NTT Memanas, Bentrok Dua Kelompok Berujung Pembakaran Kendaraan
Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki Dugaan Geng Motor
Heboh Ular Piton 7 Meter Telan Pria di Kepulauan Sula, Warga Belah Perut Ular
Bentrok di Bangkalan Warga Tertembak, 2 Mobil Dirusak – Ini Kronologinya
Tewas Dikeroyok Massa, Polisi Belum Pastikan Pria di Morowali Mencuri Motor
KKN UNSIKA Bangun Insinerator, Atasi Krisis Sampah di Pantai Pulau Putri Cikeong

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:21 WIB

Satpam Curi 1.700 Ompreng MBG untuk Beli Sabu

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:11 WIB

Manggarai Barat NTT Memanas, Bentrok Dua Kelompok Berujung Pembakaran Kendaraan

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:10 WIB

Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki Dugaan Geng Motor

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:00 WIB

Heboh Ular Piton 7 Meter Telan Pria di Kepulauan Sula, Warga Belah Perut Ular

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:33 WIB

Bentrok di Bangkalan Warga Tertembak, 2 Mobil Dirusak – Ini Kronologinya

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB