KARAWANG, POSNEWS.CO.ID – Desa Segarjaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, memiliki potensi besar di sektor pariwisata pesisir.
Salah satu destinasi andalannya, Pantai Pulau Putri Cikeong, selama ini menjadi magnet wisata sekaligus sumber penghasilan bagi masyarakat setempat.
Namun, di balik pesona pantainya, kawasan wisata tersebut menghadapi persoalan serius. Timbunan sampah terus meningkat dan mulai mengancam kebersihan pantai, kelestarian ekosistem pesisir, serta kenyamanan wisatawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Persoalan itu dipicu belum tersedianya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di tingkat desa.
Kondisi tersebut diperparah dengan belum optimalnya sistem pengangkutan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga sebagian warga dan pelaku usaha terpaksa mengelola sampah secara mandiri atau membuangnya di lokasi yang tidak semestinya.
Melihat kondisi tersebut, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 65 Gelombang II Tahun 2026 Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menjadikan persoalan sampah sebagai program pengabdian utama di Desa Segarjaya.
Setelah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat, mahasiswa KKN bersama aparat desa menyepakati pembangunan insinerator ramah lingkungan di Dusun Karangmulya, tepat di kawasan wisata Pantai Pulau Putri Cikeong.
Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Indah Purnama Dewi, S.Pd., M.Pd., para mahasiswa merancang fasilitas pembakaran sampah bersuhu tinggi yang mampu mengurangi volume sampah secara efektif dengan emisi asap yang minim.
Solusi Nyata Atasi Sampah Pantai
Insinerator tersebut dirancang khusus untuk mengolah sampah kering, terutama sampah anorganik, sehingga volumenya berkurang secara signifikan.
Sistem pembakarannya juga meminimalkan kepulan asap hitam yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar.
Fasilitas ini memudahkan pengelola wisata, pedagang, dan warga mengelola sampah tanpa membuangnya ke laut atau saluran irigasi.
Langkah ini diharapkan menjaga kebersihan dan daya tarik Pantai Pulau Putri Cikeong sekaligus mendukung ekonomi masyarakat.
Empat Program Unggulan untuk Desa Segarjaya

Tak hanya fokus pada pelestarian lingkungan, Kelompok KKN 65 UNSIKA juga menjalankan tiga program pemberdayaan masyarakat lainnya.
Program itu meliputi pengembangan bandeng presto, digitalisasi QRIS bagi UMKM, serta pemasangan tiang reflektor di tiga dusun.
Melalui empat program unggulan, mahasiswa KKN mendorong pengelolaan lingkungan, memperkuat ekonomi warga, dan meningkatkan infrastruktur dasar Desa Segarjaya.
Program ini membuktikan kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan desa.**
Editor : Hadwan













