Manggarai Barat NTT Memanas, Bentrok Dua Kelompok Berujung Pembakaran Kendaraan

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, bentrok warga. (Posnews/ist)

Ilustrasi, bentrok warga. (Posnews/ist)

MANGGARAI BARAT, POSNEWS.CO.ID – Bentrok dua kelompok warga mengguncang Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (29/7/2026).

Ratusan warga dari kelompok Rareng dan Mbehal terlibat saling serang hingga memicu aksi pembakaran kendaraan dan perusakan di lokasi konflik.

Hingga Rabu sore, polisi masih mendata korban dan kerugian akibat bentrokan tersebut. Aparat belum memastikan ada atau tidaknya korban jiwa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel gabungan setelah menerima laporan dari masyarakat.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Rotasi 175 Personel, Ini Daftar Lengkap Perwira yang Dimutasi

“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel gabungan ke Lengkong Warang untuk melakukan penyekatan dan pemisahan massa. Saat ini situasi mulai terkendali, namun personel tetap bersiaga untuk mengantisipasi bentrokan susulan,” ujar Christian.

Sengketa Tanah Berujung Kerusuhan

Bentrokan diduga dipicu sengketa kepemilikan tanah yang telah lama memicu ketegangan antara kedua kelompok.

Pertemuan di lokasi sengketa berubah menjadi bentrokan terbuka yang disertai aksi pembakaran kendaraan.

Polres Manggarai Barat mengerahkan personel dari Satuan Samapta, Intelkam, Satreskrim, dan polsek jajaran untuk memisahkan massa dan mencegah konflik meluas.

Polisi Siaga dan Buru Pelaku

Tim Satreskrim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, serta mendata kerusakan dan kemungkinan korban.

Baca Juga :  9 Oknum TNI Hajar Kades di OKI, Kodam Sriwijaya Janji Proses Hukum Tegas

Polisi menegaskan akan memproses hukum siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran, pengrusakan, atau menghasut massa hingga memicu aksi anarkis.

“Siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran, pengrusakan, ataupun menggerakkan massa untuk melakukan tindakan anarkis akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Christian.

Untuk mencegah bentrokan susulan, aparat keamanan masih berjaga di sejumlah titik rawan di kawasan Lengkong Warang.

Polres Manggarai Barat bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga berencana menggelar mediasi dengan menghadirkan perwakilan kedua kelompok yang bersengketa. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki Dugaan Geng Motor
Heboh Ular Piton 7 Meter Telan Pria di Kepulauan Sula, Warga Belah Perut Ular
Bentrok di Bangkalan Warga Tertembak, 2 Mobil Dirusak – Ini Kronologinya
Tewas Dikeroyok Massa, Polisi Belum Pastikan Pria di Morowali Mencuri Motor
KKN UNSIKA Bangun Insinerator, Atasi Krisis Sampah di Pantai Pulau Putri Cikeong
Pratu Galuh Gugur Saat Bantu Polisi Tangkap Bandar Narkoba, Peluru Diduga Rekoset
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto Ambruk, 75 Penonton Dilarikan ke 6 RS
Main Hakim Sendiri Berujung Maut, 5 Warga Tabanan Jadi Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:11 WIB

Manggarai Barat NTT Memanas, Bentrok Dua Kelompok Berujung Pembakaran Kendaraan

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:10 WIB

Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki Dugaan Geng Motor

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:00 WIB

Heboh Ular Piton 7 Meter Telan Pria di Kepulauan Sula, Warga Belah Perut Ular

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:33 WIB

Bentrok di Bangkalan Warga Tertembak, 2 Mobil Dirusak – Ini Kronologinya

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:07 WIB

Tewas Dikeroyok Massa, Polisi Belum Pastikan Pria di Morowali Mencuri Motor

Berita Terbaru

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Posnews/Kemenang)

NASIONAL

Menag Ajak Warga Ikut Doa Kebangsaan di Monas 1 Agustus 2026

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:59 WIB

Sinyal lonjakan harga gawai global. Qualcomm menaikkan harga chipset Snapdragon mulai 1 September akibat keterbatasan rantai pasok dan kapasitas manufaktur TSMC. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Qualcomm Naikkan Tarif Chipset Snapdragon Dua Digit

Rabu, 29 Jul 2026 - 16:54 WIB