MANGGARAI BARAT, POSNEWS.CO.ID – Bentrok dua kelompok warga mengguncang Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (29/7/2026).
Ratusan warga dari kelompok Rareng dan Mbehal terlibat saling serang hingga memicu aksi pembakaran kendaraan dan perusakan di lokasi konflik.
Hingga Rabu sore, polisi masih mendata korban dan kerugian akibat bentrokan tersebut. Aparat belum memastikan ada atau tidaknya korban jiwa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel gabungan setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel gabungan ke Lengkong Warang untuk melakukan penyekatan dan pemisahan massa. Saat ini situasi mulai terkendali, namun personel tetap bersiaga untuk mengantisipasi bentrokan susulan,” ujar Christian.
Sengketa Tanah Berujung Kerusuhan
Bentrokan diduga dipicu sengketa kepemilikan tanah yang telah lama memicu ketegangan antara kedua kelompok.
Pertemuan di lokasi sengketa berubah menjadi bentrokan terbuka yang disertai aksi pembakaran kendaraan.
Polres Manggarai Barat mengerahkan personel dari Satuan Samapta, Intelkam, Satreskrim, dan polsek jajaran untuk memisahkan massa dan mencegah konflik meluas.
Polisi Siaga dan Buru Pelaku
Tim Satreskrim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, serta mendata kerusakan dan kemungkinan korban.
Polisi menegaskan akan memproses hukum siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran, pengrusakan, atau menghasut massa hingga memicu aksi anarkis.
“Siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran, pengrusakan, ataupun menggerakkan massa untuk melakukan tindakan anarkis akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Christian.
Untuk mencegah bentrokan susulan, aparat keamanan masih berjaga di sejumlah titik rawan di kawasan Lengkong Warang.
Polres Manggarai Barat bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga berencana menggelar mediasi dengan menghadirkan perwakilan kedua kelompok yang bersengketa. **
Editor : Hadwan













