KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman, 27 Orang Diciduk dan Uang Tunai Disita

Sabtu, 14 Maret 2026 - 01:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang jagat pemberantasan korupsi.

Melalui operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar secara senyap pada Jumat (13/3/2026), tim penyidik KPK menangkap puluhan orang dan menyita sejumlah barang bukti penting berupa uang tunai yang diduga terkait praktik suap.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa tim penindakan KPK menyita uang tunai sebagai bagian dari barang bukti dalam operasi tersebut.

“Barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini salah satunya adalah dalam bentuk uang tunai,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).

Namun demikian, KPK belum mengungkap nilai pasti uang yang disita. Saat ini, tim penyidik masih mengumpulkan barang bukti dan melakukan pemeriksaan awal di lokasi operasi.

Baca Juga :  Xi Jinping dan Trump Sepakat Bangun Kepercayaan Lewat Dialog

“Untuk jumlahnya nanti kami akan update kembali,” ujar Budi.

Dalam operasi tersebut, KPK juga menangkap Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman. Ia termasuk di antara 27 orang yang diamankan dalam operasi senyap di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Budi menjelaskan, tim penindakan KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kabupaten Cilacap sebelum akhirnya melakukan penangkapan.

“Benar, hari ini KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kabupaten Cilacap,” kata Budi.

Ia menambahkan, tim KPK mengamankan total 27 orang, termasuk kepala daerah setempat.

Baca Juga :  KPK Sesuaikan Layanan Publik Saat Libur Akhir Tahun, Ini Jadwal Lengkapnya

“Tim mengamankan sejumlah 27 orang, salah satunya adalah Bupati Cilacap,” ujarnya.

Berasal dari Berbagai Latar Belakang

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, menyebut tim penindakan mengamankan sejumlah pihak dari kalangan penyelenggara negara, ASN, hingga swasta.

Saat ini, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memeriksa intensif para pihak yang diamankan untuk mendalami dugaan korupsi dalam OTT tersebut.

Sesuai prosedur hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan serta menetapkan tersangka. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Krisis Gandum Kyiv-Yerusalem: Ukraina Tuduh Israel Impor Hasil Jarahan Rusia
Raja Charles III Serukan Persatuan di Tengah Keretakan Aliansi AS-Inggris
Eks Finalis Puteri Indonesia Ditangkap, Diduga Facelift Ilegal hingga Korban Cacat
Serangan Udara Israel Tewaskan Lima Orang Termasuk Petugas Penyelamat
Cuaca Ekstrem Ancam Jakarta 29 April–3 Mei 2026, BPBD Minta Warga Waspada Banjir
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka TPPU Narkoba, Eks Kapolres Bima Kota Terseret
Trump Sebut Iran dalam Kondisi Runtuh Saat Harga Minyak Melambung
Facebook Dipenuhi Gambar Palsu Tersangka Penembakan Trump

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:30 WIB

Krisis Gandum Kyiv-Yerusalem: Ukraina Tuduh Israel Impor Hasil Jarahan Rusia

Rabu, 29 April 2026 - 19:56 WIB

Raja Charles III Serukan Persatuan di Tengah Keretakan Aliansi AS-Inggris

Rabu, 29 April 2026 - 19:03 WIB

Eks Finalis Puteri Indonesia Ditangkap, Diduga Facelift Ilegal hingga Korban Cacat

Rabu, 29 April 2026 - 18:53 WIB

Serangan Udara Israel Tewaskan Lima Orang Termasuk Petugas Penyelamat

Rabu, 29 April 2026 - 18:47 WIB

Cuaca Ekstrem Ancam Jakarta 29 April–3 Mei 2026, BPBD Minta Warga Waspada Banjir

Berita Terbaru