CCTV Bongkar Dugaan Serangan Terorganisir ke Aktivis KontraS Andrie Yunus

Sabtu, 14 Maret 2026 - 02:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis KontraS Andrie Yunus korban penyiraman air keras dalam penanganan kasus di Pengadilan Militer Jakarta. (Posnews/Ist)

Aktivis KontraS Andrie Yunus korban penyiraman air keras dalam penanganan kasus di Pengadilan Militer Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Mengerikan. Serangan brutal lagi-lagi dilakukan terhadap aktivis HAM dan kembali mengguncang publik di bulan ramadan.

Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menilai penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, bukan sekadar aksi kekerasan biasa.

Ia bahkan menduga kuat serangan tersebut merupakan upaya pembunuhan yang dirancang secara terorganisir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Novel, Andrie selama ini dikenal sebagai aktivis yang vokal, kritis, dan berani membela kepentingan publik.

Karena itu, ia menilai serangan sadis tersebut merupakan bentuk ancaman serius terhadap perjuangan hak asasi manusia di Indonesia.

“Saya bersaksi Andrie ini orang baik, berintegritas, kritis, dan berani. Apa yang dia lakukan bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan masyarakat luas,” tegas Novel saat konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Serangan Ke Wajah Diduga Berniat Membunuh

Lebih jauh, Novel menyoroti cara pelaku melancarkan serangan dengan menyiramkan cairan keras ke bagian wajah korban.

Baca Juga :  TNI Selidiki Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Kasus Air Keras Aktivis KontraS

Menurutnya, metode tersebut menunjukkan niat jahat yang sangat serius dan berpotensi mematikan.

Ia menjelaskan, cairan keras yang mengenai wajah bisa merusak organ vital, menghambat pernapasan, bahkan berujung pada kematian korban.

“Serangan seperti itu sangat mungkin dimaksudkan untuk membunuh,” ujar Novel dengan nada tegas.

Dugaan Aksi Terorganisir Terkuak dari CCTV

Tak hanya itu, Novel juga mencurigai serangan tersebut dilakukan secara terorganisir. Dugaan ini muncul setelah ia menelaah rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Dari analisisnya, para pelaku tidak bergerak secara spontan, melainkan menunjukkan pola pergerakan yang terkoordinasi di lapangan.

“Dari CCTV yang saya perhatikan, saya yakin pelakunya terorganisir,” ungkap Novel.

Karena itu, ia menilai kasus ini tidak mungkin sekadar persoalan pribadi korban. Ia mendesak aparat penegak hukum membongkar seluruh jaringan pelaku, termasuk pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik serangan brutal tersebut.

Baca Juga :  Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Tertimbun Pasir Vulkanik, 2 Pendaki Masih Dicari

Polisi Diminta Bongkar Dalang Serangan

Novel juga mengapresiasi langkah awal penyelidikan yang dilakukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) serta penanganan medis terhadap korban di rumah sakit.

Meski demikian, ia menegaskan penegak hukum harus mengungkap seluruh pelaku tanpa tebang pilih, mulai dari eksekutor di lapangan hingga dalang utama yang memerintahkan serangan.

“Kami mendapat informasi bahwa Polri sudah melakukan beberapa langkah investigasi. Tentu langkah itu patut diapresiasi, tetapi pengusutan harus tuntas,” kata Novel.

Aktivis HAM Tak Akan Gentar

Di sisi lain, Novel menegaskan serangan keji tersebut tidak akan membuat para pegiat HAM mundur. Ia memastikan para aktivis tetap akan melanjutkan perjuangan membela masyarakat dan korban pelanggaran HAM.

Bahkan, Novel menyatakan pihaknya akan mendorong pemerintah hingga Presiden agar memberi perhatian serius terhadap pengusutan kasus ini.

“Serangan seperti ini tidak boleh membuat kita takut. Justru ini harus menjadi pengingat bahwa perjuangan membela kepentingan publik harus terus berjalan,” tegas Novel. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah
Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga
Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang
Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat
Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol
Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Tanah Abang, Tangkap 5 Orang
Sopir Kontainer Diduga Mabuk Tabrak 2 Mobil dan Motor di Plumpang
Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WIB

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:44 WIB

Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:46 WIB

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:56 WIB

Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB