3 Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan Ditangkap di Bogor

Sabtu, 12 September 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin. (Posnews/Humas PMJ)

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin. (Posnews/Humas PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Misteri kematian Bambang Setiawan dalam kerusuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, mulai menemui titik terang.

Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan warga tersebut.

Ketiga tersangka berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29). Polisi menetapkan mereka setelah mengumpulkan sejumlah bukti serta memeriksa saksi dan ahli.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, keterangan saksi, ahli, dan alat bukti lainnya, kami telah menetapkan tiga orang tersangka,” kata Iman di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/9/2026).

Tiga Tersangka Ditangkap di Bogor

Tak lama setelah identitas mereka terungkap, polisi bergerak melakukan penangkapan. Ketiga tersangka diamankan di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Selanjutnya, polisi membawa mereka ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Ketiganya kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya selama proses penyidikan.

Baca Juga :  Guru PPPK Ditemukan Tewas Tangan-Kaki Terikat, Polisi Ringkus Tetangga Sendiri

“Keberadaan tiga orang terduga pelaku berhasil kami amankan dan kami lakukan penangkapan di wilayah Babakan Madang,” ujar Iman.

16 Saksi Diperiksa

Untuk mengungkap kasus tersebut, penyidik telah memeriksa 16 saksi. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian di Jalan Raya Pejompongan.

Barang bukti itu meliputi satu DVR CCTV, enam potong kayu, delapan bongkahan batu, serta satu flashdisk berisi rekaman video.

Selain itu, polisi menyita lima gelas kaca dan delapan piring. Penyidik mengambil sampel sidik jari laten dari sejumlah benda tersebut untuk dicocokkan dengan temuan lainnya.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam penyidikan. Polisi tidak hanya mengandalkan keterangan saksi, tetapi juga menguji bukti fisik dan rekaman untuk memastikan keterkaitan setiap barang dengan peristiwa tersebut.

CCTV dan Video Jadi Petunjuk

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap rekaman CCTV dan video amatir. Rekaman yang dianalisis berasal dari media sosial maupun DVR CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga :  Amukan Mengerikan di Grobogan, Pria Diduga ODGJ Bacok 6 Warga - Darah Berceceran

Penyidik juga mengantongi hasil visum et repertum Bambang Setiawan dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Untuk memperkuat penyidikan, Polda Metro Jaya melibatkan sejumlah ahli. Mereka terdiri dari ahli kedokteran forensik, digital forensik, psikologi forensik, psikologi massa, sosiologi hukum, hingga ahli hukum pidana.

Menurut Iman, penetapan tersangka berdasarkan rangkaian bukti yang saling berkaitan. Polisi menganalisis CCTV, video amatir, sidik jari laten, hingga hasil sketsa wajah terduga pelaku.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga merilis dua wajah terduga pelaku berdasarkan analisis ahli sketsa wajah.

Polisi Dalami Peran Tersangka

Meski tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidikan belum berhenti. Polisi masih mendalami peran masing-masing tersangka serta mencocokkan seluruh bukti yang telah dikumpulkan.

Langkah tersebut penting untuk mengungkap secara utuh rangkaian dugaan pengeroyokan yang menyebabkan Bambang Setiawan meninggal dunia.

Polisi juga tetap mengedepankan proses hukum dan pembuktian dalam menangani kasus tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uang Palsu Rp20 Juta Diduga Dipakai Beli Etomidate, Satu Pria Diburu
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes
Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi
Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi
Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban
Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil
Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan dan Mesin Ekstasi Disita

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:20 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia

Senin, 2 November 2026 - 17:31 WIB

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi

Senin, 2 November 2026 - 07:53 WIB

Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:53 WIB

Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban

Berita Terbaru

Politisi Jerman mengecam aksi penjarahan dan bentrokan saat demonstrasi GenZ regelt! Simak ulasan tuntutan pemuda. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 Nov 2026 - 12:04 WIB

Penasihat Presiden UEA Anwar Gargash berharap mediasi Qatar cegah konflik AS-Iran. Simak ulasan perundingan Selat Hormuz.

INTERNASIONAL

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:08 WIB

Gencatan senjata lokal 6 hari di Oleshky Kherson berakhir. 167 warga sipil berhasil dievakuasi lewat rute transit Belarus usai mediasi Melania. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:30 WIB

Gelombang penembakan massal melanda pusat hiburan malam AS saat libur Halloween. Sedikitnya 8 orang tewas di Dallas, Birmingham, Arkansas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween

Selasa, 3 Nov 2026 - 09:30 WIB

Gedung Putih siapkan perintah eksekutif dan pertahanan hukum untuk antisipasi kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS. Simak rincian strategi imigrasi dan anggarannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:30 WIB