Posisi Hilal di Indonesia Belum Memenuhi Syarat MABIMS, Ini Penjelasan Kemenag

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama saat memaparkan posisi hilal awal Zulhijah 1447 H dalam sidang isbat di Jakarta.(Posnews/Ist)

Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama saat memaparkan posisi hilal awal Zulhijah 1447 H dalam sidang isbat di Jakarta.(Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah kembali menyoroti penentuan awal Syawal 1447 H.

Meski ketinggian hilal di sejumlah daerah sudah menembus batas minimal, tim pengamat menyatakan posisi bulan belum memenuhi seluruh kriteria penetapan yang berlaku.

Selanjutnya, MABIMS menetapkan hilal terlihat jika mencapai ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat saat matahari terbenam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim penentu awal bulan Hijriah harus memenuhi kedua syarat ini secara bersamaan.

Di sisi lain, Anggota Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya, mengungkapkan posisi hilal di Indonesia pada Kamis (19/3/2026) atau 29 Ramadan 1447 H berada di kisaran 0,91 hingga 3,13 derajat.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Tutup Data Baru Guru Honorer di Dapodik, Fokus 237 Ribu Guru

Sementara itu, tim mencatat elongasi berada di rentang 4,54 hingga 6,10 derajat.

“Sebagian wilayah seperti Aceh sudah mencapai tinggi 3 derajat, tetapi elongasi belum menyentuh batas minimal 6,4 derajat,” tegas Cecep.

Lebih lanjut, Cecep menegaskan bahwa seluruh wilayah NKRI belum memenuhi kriteria visibilitas hilal versi MABIMS.

Baca Juga :  Malaysia dan Indonesia Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026

Artinya, tidak ada satu pun titik pengamatan yang memenuhi dua parameter sekaligus.

“Jika satu lokasi memenuhi tinggi dan elongasi, maka berlaku nasional. Namun, hingga kini tidak ada wilayah di Indonesia yang memenuhi syarat tersebut,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, pemerintah menjadikan hasil rukyatul hilal sebagai penentu utama dalam sidang isbat.

Masyarakat pun perlu menunggu keputusan resmi untuk memastikan awal Syawal 1447 H secara nasional. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danantara: DSI Batal Jadi Eksportir Tunggal Komoditas
Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan
Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Alive Matrix Display
Polemik Demo Bundaran HI, Menteri HAM Sebut Aparat Tidak Batasi Hak Warga
Jokowi Turun ke Daerah Lagi, Lampung Jadi Lokasi Kunjungan Pertama
Presiden Brazil Lula da Silva Peringatkan Donald Trump
Harga MINYAKITA Tetap Rp15.700, Pasokan ke Pasar Rakyat Diperkuat
Trump Tunda Sidang Konfirmasi Jay Clayton di Tengah Krisis

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:17 WIB

Danantara: DSI Batal Jadi Eksportir Tunggal Komoditas

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:09 WIB

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:32 WIB

Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Alive Matrix Display

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:08 WIB

Polemik Demo Bundaran HI, Menteri HAM Sebut Aparat Tidak Batasi Hak Warga

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:28 WIB

Jokowi Turun ke Daerah Lagi, Lampung Jadi Lokasi Kunjungan Pertama

Berita Terbaru

Sinergi tata kelola ekspor. DPR RI memfasilitasi koordinasi erat antara Danantara dan Kementerian ESDM guna memuluskan transisi kebijakan ekspor satu pintu sumber daya alam. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Danantara: DSI Batal Jadi Eksportir Tunggal Komoditas

Jumat, 19 Jun 2026 - 07:17 WIB

Menjaga kedaulatan demokrasi. Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan hak pertahanan negara dan mendesak persetujuan pembelian senjata baru dari AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Jumat, 19 Jun 2026 - 06:09 WIB