Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam

Senin, 23 Maret 2026 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan sedikitnya 27 orang di Wedela dan Lwandle. Simak rincian kejadian dan tanggapan pemerintah. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan sedikitnya 27 orang di Wedela dan Lwandle. Simak rincian kejadian dan tanggapan pemerintah. Dok: Istimewa.

SYDNEY, POSNEWS.CO.ID – Sebuah laporan baru dari Institute for Economics & Peace (IEP) mengungkap pergeseran peta terorisme dunia pada tahun 2026. Meskipun angka kematian global mencapai titik terendah dalam sepuluh tahun, Nigeria dan Republik Demokratik Kongo (DRC) justru mengalami eskalasi kekerasan jihadis yang signifikan.

Nigeria kini menempati peringkat keempat dalam Indeks Terorisme Global, di belakang Pakistan, Burkina Faso, dan Niger. Total kematian akibat terorisme di Nigeria naik drastis dari 513 jiwa pada 2024 menjadi 750 jiwa sepanjang tahun lalu.

Krisis Multifaset di Nigeria: Munculnya Ancaman Baru

Negara dengan populasi terbesar di Afrika ini sedang berjuang menghadapi krisis keamanan yang sangat kompleks. Kelompok Boko Haram dan pecahannya terus berupaya menguasai wilayah di utara. Selain itu, kelompok teroris baru seperti Lakurawa mulai muncul dan memberikan ancaman tambahan bagi stabilitas nasional.

Kebrutalan konflik ini terlihat jelas pada tragedi di negara bagian Kwara bulan Februari lalu, di mana 162 orang tewas dalam satu serangan massal. Militer Nigeria melaporkan bahwa mereka baru saja berhasil memukul mundur serangan terkoordinasi di Borno dan menewaskan 80 pemberontak. Namun, serangan bom bunuh diri di Maiduguri yang menewaskan puluhan orang membuktikan bahwa sel-sel teroris masih sangat aktif.

Eskalasi di Kongo dan Lonjakan di Dunia Barat

Kondisi serupa terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC). Angka kematian terkait terorisme di sana naik 28% menjadi 467 jiwa pada tahun 2025. Kelompok Allied Democratic Forces (ADF) yang berafiliasi dengan ISIS menjadi penggerak utama kekerasan di wilayah pusat Afrika tersebut.

Kontras dengan tren di Afrika, negara-negara Barat mencatat lonjakan kematian sebesar 280% meskipun total angkanya masih relatif kecil (57 kematian). Amerika Serikat mencatat 28 kematian, angka tertinggi sejak 2019. IEP mengidentifikasi bahwa radikalisasi pemuda dan serangan “lone-wolf” menjadi pendorong utama meningkatnya ancaman di wilayah Barat.

Strategi “Hati dan Pikiran” di Sahel dan Penggunaan Drone

Kawasan Sahel tetap menjadi episentrum terorisme global dengan menyumbang lebih dari separuh kematian dunia. Namun, terjadi perubahan taktik yang unik di wilayah ini. Kelompok afiliasi Al-Qaeda, JNIM, mulai mengurangi serangan terhadap warga sipil guna memenangkan dukungan publik atau strategi “hati dan pikiran”.

Baca Juga :  Drone Iran Hantam Kedubes AS di Riyadh Saat Israel Invasi Lebanon Selatan

Militan di Sahel kini lebih fokus mengincar target bernilai tinggi seperti personel militer dan tokoh politik. Selain itu, penggunaan teknologi drone meningkat drastis. JNIM tercatat menggunakan drone dalam lebih dari 100 insiden kekerasan selama tiga tahun terakhir. ISWAP juga mulai mengoperasikan drone untuk misi pengumpulan intelijen dan pengawasan guna mempersiapkan serangan darat.

Kesimpulan: Tatanan Dunia yang Retak

Pendiri IEP, Steve Killelea, memperingatkan bahwa pencapaian dalam melawan terorisme selama satu dekade terakhir kini berada dalam risiko. “Tatanan dunia yang retak berisiko menghapus kemajuan yang telah kita bangun dengan susah payah,” ujar Killelea.

Konsentrasi serangan kini semakin meningkat di wilayah perbatasan, terutama di area tri-border Sahel Tengah dan Cekungan Danau Chad. Tantangan bagi pemerintah di tahun 2026 bukan lagi sekadar memadamkan api pemberontakan, melainkan menghadapi adaptasi taktis kelompok militan yang semakin canggih dan terintegrasi secara teknologi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik
Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang
Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas
Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris
Penembakan Massal di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 September 2026 - 19:30 WIB

Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Berita Terbaru

Otoritas Bangkok menetapkan status bencana di seluruh 50 distrik akibat banjir parah. Simak laporan curah hujan ekstrem dan imbauan gubernur. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi, Kepolisian Afrika Selatan menemukan jenazah wanita kesepuluh di Ekurhuleni. Simak rincian penyelidikan polisi dan data lonjakan kekerasan gender. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 Sep 2026 - 22:00 WIB

Ribuan warga Madrid menggelar demonstrasi krisis perumahan usai penggusuran lansia 87 tahun. Simak rincian tuntutan penyewa dan data krisis properti Spanyol. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:30 WIB

Ledakan gas ambrukkan bangunan di kawasan Plaka Athena dan menewaskan enam orang termasuk empat warga AS. Simak rincian evakuasi dan investigasinya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:00 WIB