JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Prabowo Subianto mengejutkan warga dengan blusukan ke permukiman padat di bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026) sore.
Ia turun langsung menyapa warga yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan rel kereta dalam kondisi serba terbatas.
Tak berhenti di lokasi, Prabowo langsung bergerak cepat. Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden segera menggelar rapat darurat dengan jajaran menteri pada malam harinya.
Presiden bahkan langsung menginstruksikan Kementerian Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum, Dirut Perumnas, hingga Kereta Api Indonesia untuk menyiapkan pembangunan hunian layak bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel.
Hunian Baru Segera Dibangun
Selanjutnya, pemerintah memastikan tim langsung bergerak di lapangan. Mereka mulai menyiapkan pembangunan rumah baru yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal warga saat ini.
Selain itu, pemerintah juga akan melengkapi fasilitas dasar seperti mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak.
Langkah ini menjadi solusi konkret untuk mengakhiri kondisi hunian tidak layak di bantaran rel yang selama ini rawan bahaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan keterangan warga, sebagian besar telah tinggal di kawasan tersebut selama puluhan tahun.
Mereka hidup di rumah semi permanen dengan kondisi atap terbatas dan fasilitas minim.
Situasi ini tak hanya berisiko terhadap keselamatan akibat lalu lintas kereta, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup warga.
Warga Terharu, Harapan Baru Muncul
Kunjungan Presiden langsung memicu haru warga. Salah satunya Wawan, seorang pengamen yang tinggal di lokasi tersebut.
Ia mengaku tidak menyangka Presiden datang langsung melihat kondisi mereka.
“Awalnya saya kira cuma pejabat biasa, ternyata Presiden. Baru kali ini orang nomor satu di Indonesia datang ke sini,” ujarnya.
Tak hanya Wawan, sang istri pun ikut terharu hingga hampir menangis. Kehadiran Presiden dianggap sebagai momen langka sekaligus harapan baru bagi warga.
Harapan Tinggal di Hunian Layak
Wawan mengaku telah tinggal di bantaran rel sejak kecil, mengikuti jejak keluarganya. Meski menyadari lokasi tersebut tidak layak, keterbatasan ekonomi membuat mereka tidak memiliki pilihan lain.
Oleh karena itu, rencana pembangunan hunian layak dari pemerintah menjadi angin segar bagi warga.
Mereka berharap segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman, sehat, dan manusiawi.
Dengan langkah cepat ini, pemerintah menunjukkan komitmen nyata dalam menata permukiman kumuh di perkotaan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang selama ini tinggal di kawasan rawan seperti pinggir rel kereta api. (red)
Editor : Hadwan



















