PAPUA, POSNEWS.CO.ID – Tiga mantan anggota kelompok TPNPB-OPM akhirnya menyerahkan diri dan menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Prosesi ini berlangsung di SD Inpres 1 Sinak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Senin (30/3/2026), dalam suasana khidmat sekaligus penuh haru.
Ketiga eks anggota tersebut yakni Nikanus Murib, Arendis Murib, dan Ois Tabuni. Mereka sebelumnya tergabung dalam kelompok Kalenak Murib yang dikenal kerap melakukan aksi gangguan keamanan di wilayah tersebut.
Berdasarkan data aparat, ketiganya pernah terlibat dalam aksi penembakan saat pembagian bantuan langsung tunai (BLT) di Kantor Distrik Sinak pada 2025.
Kini, mereka memilih meninggalkan jalan kekerasan dan kembali ke pangkuan NKRI.
Prosesi Ikrar Penuh Makna dan Simbol Kebangsaan
Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan prosesi ikrar berlangsung khidmat dan sarat makna.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan, hingga pemberian baju batik sebagai simbol kembalinya mereka ke Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, ketiganya menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengucapkan dan menandatangani ikrar setia, serta mencium bendera Merah Putih sebagai bentuk komitmen dan kecintaan terhadap tanah air.
Dalam pernyataan ikrarnya, ketiganya menegaskan akan setia kepada NKRI dan menolak segala bentuk gerakan separatis.
Mereka juga berkomitmen menjalani kehidupan baru yang lebih baik melalui pendidikan, pertanian, serta mendukung pembangunan di Distrik Sinak.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan persuasif dan pembinaan mulai membuahkan hasil di wilayah rawan konflik.
Tokoh Masyarakat Dukung, Harap Jadi Efek Domino
Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat Distrik Sinak, Nopinus Kagoya. Ia mengapresiasi upaya TNI dan aparat keamanan dalam melakukan pembinaan hingga ketiganya kembali ke NKRI.
Ia berharap langkah ini menjadi contoh bagi anggota kelompok bersenjata lainnya untuk meninggalkan konflik dan kembali hidup damai bersama masyarakat.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi titik balik penting dalam upaya menciptakan stabilitas keamanan di Papua Tengah.
Selain itu, momentum ini juga membuka peluang bagi pendekatan damai yang lebih luas dalam menyelesaikan konflik berkepanjangan.
Dengan kembalinya eks anggota OPM ke NKRI, harapan akan Papua yang lebih aman, damai, dan sejahtera semakin terbuka lebar. (red)
Editor : Hadwan



















