Eks TPNPB-OPM Kembali ke NKRI, Tinggalkan Senjata dan Konflik

Senin, 30 Maret 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga mantan anggota OPM mencium bendera Merah Putih saat ikrar setia NKRI di Distrik Sinak Papua Tengah. (Posnews/ist)

Tiga mantan anggota OPM mencium bendera Merah Putih saat ikrar setia NKRI di Distrik Sinak Papua Tengah. (Posnews/ist)

PAPUA, POSNEWS.CO.ID – Tiga mantan anggota kelompok TPNPB-OPM akhirnya menyerahkan diri dan menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Prosesi ini berlangsung di SD Inpres 1 Sinak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Senin (30/3/2026), dalam suasana khidmat sekaligus penuh haru.

Ketiga eks anggota tersebut yakni Nikanus Murib, Arendis Murib, dan Ois Tabuni. Mereka sebelumnya tergabung dalam kelompok Kalenak Murib yang dikenal kerap melakukan aksi gangguan keamanan di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data aparat, ketiganya pernah terlibat dalam aksi penembakan saat pembagian bantuan langsung tunai (BLT) di Kantor Distrik Sinak pada 2025.

Kini, mereka memilih meninggalkan jalan kekerasan dan kembali ke pangkuan NKRI.

Prosesi Ikrar Penuh Makna dan Simbol Kebangsaan

Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan prosesi ikrar berlangsung khidmat dan sarat makna.

Baca Juga :  Netanyahu Putar Haluan: Terima Undangan Trump

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan, hingga pemberian baju batik sebagai simbol kembalinya mereka ke Indonesia.

Selanjutnya, ketiganya menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengucapkan dan menandatangani ikrar setia, serta mencium bendera Merah Putih sebagai bentuk komitmen dan kecintaan terhadap tanah air.

Dalam pernyataan ikrarnya, ketiganya menegaskan akan setia kepada NKRI dan menolak segala bentuk gerakan separatis.

Mereka juga berkomitmen menjalani kehidupan baru yang lebih baik melalui pendidikan, pertanian, serta mendukung pembangunan di Distrik Sinak.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan persuasif dan pembinaan mulai membuahkan hasil di wilayah rawan konflik.

Baca Juga :  Satgas Patroli Humanis dan Pelayanan Kesehatan Jaga Papua Tetap Aman

Tokoh Masyarakat Dukung, Harap Jadi Efek Domino

Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat Distrik Sinak, Nopinus Kagoya. Ia mengapresiasi upaya TNI dan aparat keamanan dalam melakukan pembinaan hingga ketiganya kembali ke NKRI.

Ia berharap langkah ini menjadi contoh bagi anggota kelompok bersenjata lainnya untuk meninggalkan konflik dan kembali hidup damai bersama masyarakat.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi titik balik penting dalam upaya menciptakan stabilitas keamanan di Papua Tengah.

Selain itu, momentum ini juga membuka peluang bagi pendekatan damai yang lebih luas dalam menyelesaikan konflik berkepanjangan.

Dengan kembalinya eks anggota OPM ke NKRI, harapan akan Papua yang lebih aman, damai, dan sejahtera semakin terbuka lebar. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita
SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Berita Terbaru

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat internasional. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

KESEHATAN

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB