Penculikan di Bekasi, Pria Diduga Disekap Komplotan Ngaku Polisi dan Diperas Rp12 Juta

Rabu, 1 April 2026 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto. (Posnews/PMJ)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto. (Posnews/PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Video viral dugaan penculikan brutal di Bekasi bikin geger.

Seorang pria berinisial AA ditemukan terkapar lemah setelah diduga diculik komplotan yang mengaku sebagai polisi. Tak hanya disekap, korban juga disebut diperas hingga Rp12 juta.

Dalam narasi yang beredar di media sosial, pelaku diduga berjumlah empat orang.

Mereka langsung menyergap korban, menodong, lalu melakban sebelum menguras uangnya. Setelah itu, pelaku membuang korban di kawasan Grand Wisata, Bekasi.

Beberapa saat kemudian, petugas keamanan menemukan korban dalam kondisi mengenaskan. Ia terlihat sesak napas dan tidak berdaya di lokasi.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Luncurkan Program Lapor Aman Kota Tua via WA 0813-1032-38

Polisi Dalami Kasus

Menanggapi kasus ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memastikan penyelidikan masih berjalan.

Polisi kini memburu fakta di balik dugaan penculikan dan pemerasan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kasus ini masih didalami Ditreskrimum bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi Kabupaten,” tegasnya, Rabu (1/4/2026).

Namun, proses penyelidikan tidak berjalan mulus. Polisi mengaku menghadapi kendala karena kondisi korban masih trauma berat.

“Kami fokus memulihkan kondisi korban. Selain itu, kami butuh keterangan detail untuk mengidentifikasi pelaku,” jelas Budi.

Baca Juga :  Clandestine Lab Etomidate di Taman Sari Digerebek Polda Metro, Satu Pelaku Ditangkap

Kerugian Rp12 Juta Masih Diverifikasi

Sementara itu, dugaan kerugian korban mencapai Rp12 juta. Meski demikian, polisi belum memastikan angka tersebut karena masih menunggu data transaksi perbankan.

“Informasi awal sekitar Rp12 juta, tapi kami harus verifikasi melalui data rekening korban,” ujarnya.

Polisi menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini. Jika terbukti, pelaku bisa dijerat pasal berat terkait penculikan, pemerasan, hingga penipuan dengan modus menyamar sebagai aparat. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag
Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora
Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli
Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?
Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk
Mengapa Beberapa Wilayah Memiliki Populasi Tertua di Dunia?
Adaptasi Genetik: Bisakah Spesies Bertahan dari Kepunahan?
Mengapa Teknologi mRNA Menjadi Revolusi Dunia Medis?

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:30 WIB

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:07 WIB

Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:53 WIB

Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:26 WIB

Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk

Berita Terbaru

Ilustrasi, Menulis ulang kode kehidupan. Kemajuan dalam pemetaan genom dan teknologi penyuntingan CRISPR membawa harapan baru bagi penyembuhan penyakit bawaan, sembari memicu perdebatan etika terdalam dalam sejarah peradaban manusia. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB