Nenek Dibunuh Cucu di Siak, Leher Digorok dan Harta Dibawa Kabur

Jumat, 3 April 2026 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Dalami Kasus Cucu Bunuh Nenek Demi Uang Rp15 Juta dan Emas. (Posnews/Ist)

Polisi Dalami Kasus Cucu Bunuh Nenek Demi Uang Rp15 Juta dan Emas. (Posnews/Ist)

SIAK, POSNEWS.CO.ID – Warga Siak dibuat geger. Kasus pembunuhan sadis menimpa seorang nenek bernama Sutiyah (77).

Korban ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya di Desa Suka Mulia, Kecamatan Dayun. Lebih bikin merinding, pelaku ternyata cucunya sendiri.

Polisi bergerak cepat. Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, memastikan pelaku berinisial IA (21) telah ditangkap dan mengakui perbuatannya.

“Pelaku sudah diamankan dan mengaku membunuh neneknya sendiri,” tegasnya, Jumat (3/4/2026).

Terungkap dari Lampu Teras Menyala

Kasus ini mulai terkuak pada Kamis (2/4) pagi. Seorang saksi berinisial P curiga melihat lampu teras rumah korban masih menyala sejak pagi.

Namun, kecurigaan memuncak pada sore hari ketika cucu korban lainnya, S, menanyakan keberadaan neneknya. Setelah dipastikan korban tidak berada di tempat lain, mereka sepakat mengecek rumah.

Baca Juga :  AKBP Boy Jumalolo Laporkan iPhone 17 Pro Max ke KPK, Tegaskan Sikap Antigratifikasi

Sekitar pukul 19.20 WIB, P bersama warga mendatangi rumah korban. Tidak ada respons dari dalam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akhirnya, S membuka jendela secara paksa. Betapa terkejutnya mereka saat melihat korban tergeletak di ruang tengah.

Setelah pintu dibuka, para saksi masuk ke dalam rumah. Mereka mendapati korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan, tubuh bersimbah darah.

Warga langsung melaporkan kejadian itu ke polisi.

Pelaku Kabur, Ditangkap di Hotel

Polisi langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya mengarah pada IA, cucu korban yang tinggal serumah.

Namun, setelah kejadian, pelaku menghilang. Aparat kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya menangkap pelaku di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, pada Jumat (3/4) dini hari.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Mutilasi Sadis Kerahkan K-9, Tangan dan Kaki Korban Dibuang di Kebun Bambu

Saat ditangkap, pelaku berada di sebuah hotel.

Motif Keji: Uang dan Perhiasan

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku melakukan pembunuhan pada 1 April 2026. Ia menggorok leher korban menggunakan parang.

Tak hanya itu, pelaku juga merampas harta korban, yakni uang tunai Rp15 juta, perhiasan emas, dan satu unit handphone.

Aksi sadis ini dilakukan demi menguasai harta milik korban.

Kini, pelaku telah diamankan di Polres Siak untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mendalami kemungkinan motif lain di balik aksi keji tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan keras soal kekerasan dalam keluarga yang berujung maut.(red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Melampaui Positivisme: Mengenal Post-Positivisme dan Kritik Teori Kritis
Pindah Jalur, Ojol Tewas di Jalan Raya Sulawesi Usai Diseruduk Dump Truck
Positivisme di Era Big Data: Ketika Algoritma Menjadi Penentu Kebenaran Tunggal
Positivisme Hukum: Mengapa Hukum Harus Terpisah dari Moralitas?
Meruntuhkan Kesombongan Induksi: Kritik Karl Popper terhadap Positivisme Logis
Agama Kemanusiaan: Upaya Terakhir Comte Menyatukan Masyarakat Tanpa Tuhan
Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Ini Rangkaian Acara dan Jadwalnya
RUU Penyadapan DPR 2026, Fokus Penegakan Hukum – Privasi Warga Dijaga

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 20:43 WIB

Melampaui Positivisme: Mengenal Post-Positivisme dan Kritik Teori Kritis

Jumat, 3 April 2026 - 19:30 WIB

Pindah Jalur, Ojol Tewas di Jalan Raya Sulawesi Usai Diseruduk Dump Truck

Jumat, 3 April 2026 - 19:25 WIB

Positivisme di Era Big Data: Ketika Algoritma Menjadi Penentu Kebenaran Tunggal

Jumat, 3 April 2026 - 19:18 WIB

Nenek Dibunuh Cucu di Siak, Leher Digorok dan Harta Dibawa Kabur

Jumat, 3 April 2026 - 18:43 WIB

Positivisme Hukum: Mengapa Hukum Harus Terpisah dari Moralitas?

Berita Terbaru

Kedaulatan aturan di atas nilai. Positivisme hukum menawarkan kejernihan yuridis dengan menegaskan bahwa validitas hukum bergantung pada sumber otoritasnya, bukan pada standar moralitas yang subjektif. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Positivisme Hukum: Mengapa Hukum Harus Terpisah dari Moralitas?

Jumat, 3 Apr 2026 - 18:43 WIB