Korut Luncurkan Rudal Balistik Saat IAEA Konfirmasi Lonjakan Produksi Senjata

Selasa, 21 April 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Korea Utara menguji coba rudal hipersonik Hwasong-11Ma di bawah pantauan Kim Jong Un. Simak tanggapan Korea Selatan dan rencana diplomasi Trump.  Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Korea Utara menguji coba rudal hipersonik Hwasong-11Ma di bawah pantauan Kim Jong Un. Simak tanggapan Korea Selatan dan rencana diplomasi Trump. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Kawasan Asia Timur kembali berada dalam status siaga tinggi setelah Korea Utara melakukan rentetan uji coba rudal balistik. Pemerintah Jepang mengonfirmasi bahwa sejumlah proyektil jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) mereka pada Minggu pagi.

Dalam konteks ini, peluncuran rudal tersebut merupakan aksi provokasi terbaru setelah uji coba rudal jarak pendek awal bulan ini. Oleh karena itu, Tokyo melayangkan protes keras melalui jalur diplomatik di Beijing guna mengecam pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut.

Dugaan Uji Coba SLBM dari Pangkalan Sinpo

Militer Korea Selatan mendeteksi peluncuran rudal balistik jarak pendek sekitar pukul 06.10 waktu setempat. Proyektil meluncur dari area Sinpo dan terbang sejauh 140 kilometer sebelum jatuh ke laut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara khusus, kantor berita Yonhap melaporkan adanya kemungkinan proyektil tersebut adalah rudal balistik kapal selam (SLBM). Hal ini terjadi karena Sinpo dikenal sebagai pusat pangkalan kapal selam utama milik Korea Utara. Analis militer mencatat bahwa Pyongyang terus memutakhirkan kemampuan serangan asimetris mereka guna menembus jaring pertahanan udara sekutu di tahun 2026.

Baca Juga :  Peringatan Keras China di PBB: Cegah Jepang

Peringatan IAEA: Lonjakan Kapasitas Senjata Nuklir

Langkah militer Pyongyang ini berjalan beriringan dengan laporan intelijen atom internasional yang sangat mengkhawatirkan. Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengonfirmasi peningkatan kapasitas produksi senjata nuklir Korea Utara yang bersifat sistemik.

“Kami mengonfirmasi adanya peningkatan produksi yang sangat serius,” tegas Grossi pada Rabu lalu. Bahkan, IAEA mengidentifikasi penambahan fasilitas baru yang diduga kuat sebagai pabrik pengayaan uranium. Selain itu, awal bulan ini Korea Utara mengeklaim sukses menguji rudal taktis berhulu ledak bom klaster. Senjata tersebut memiliki daya rusak yang mampu menghanguskan area seluas tujuh hektar menjadi abu dalam seketika.

Respon Trilateral dan Kesiapan Strategis

Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, memberikan tanggapan resmi di sela kunjungannya ke Australia. Koizumi menegaskan bahwa Jepang akan bekerja sama erat dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan. “Kami tetap bersiap sepenuhnya menghadapi segala kemungkinan darurat yang terjadi,” ujar Koizumi kepada pers.

Baca Juga :  Kasus Kuota Haji Menggelinding, KPK Sebut Pembagian 50:50 Era Yaqut Langgar UU

Selanjutnya, pejabat tinggi dari Kemenlu Jepang, Kemenlu Korea Selatan, dan Departemen Luar Negeri AS mengadakan pembicaraan telepon darurat. Ketiga pihak sepakat mendesak Pyongyang untuk segera menghentikan provokasi yang mengancam perdamaian global. Oleh sebab itu, koordinasi intelijen lintas batas diperketat guna memantau pergerakan militer Korea Utara di sisa tahun 2026 ini.

Sumpah Nuklir Kim Jong Un

Masa depan stabilitas Semenanjung Korea kini bergantung pada efektivitas tekanan diplomatik internasional. Pada akhirnya, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersumpah untuk mempertahankan status negaranya sebagai kekuatan nuklir permanen.

Dengan demikian, Kim menekankan bahwa “deterensi nuklir defensif” sangat krusial bagi keamanan nasional dan pembangunan ekonomi. Dunia kini memantau seberapa jauh Pyongyang akan melakukan eskalasi sebelum benar-benar kembali ke meja perundingan. Di tahun 2026 yang penuh gejolak, ketegasan aliansi trilateral menjadi variabel penentu bagi kedaulatan keamanan di Pasifik Barat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah
Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan
Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia
Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX
Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan

Berita Terbaru