Ditpolairud Polda Metro Gelar Dialog di Cilincing, Nelayan Soroti Alat Tangkap Garok

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Ditpolairud Polda Metro Jaya berdialog dengan nelayan pesisir Kalibaru di Cilincing, Jakarta Utara. (Posnews/Ist)

Personel Ditpolairud Polda Metro Jaya berdialog dengan nelayan pesisir Kalibaru di Cilincing, Jakarta Utara. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Metro Jaya menggelar dialog bersama nelayan pesisir Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Taman Anak Pesisir, Gang Manunggal 7, Kalibaru itu menjadi ruang komunikasi antara polisi dan masyarakat nelayan untuk membahas berbagai persoalan di wilayah pesisir.

Dialog tersebut dihadiri PS Kasi Sidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya AKP M. Aldi K.A., Ka Markas Unit Patroli Cilincing IPDA Syamsul Bahri, Ketua KNTI Cilincing Jeni, pengurus Koperasi Angin Mamiri Bahari, serta para nelayan.

Nelayan Keluhkan Alat Tangkap hingga Limbah Industri

Dirpolairud Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mustofa mengatakan pihaknya sengaja turun langsung untuk mendengar keluhan masyarakat nelayan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar langsung masukan dan keluhan masyarakat nelayan,” ujar Mustofa.

Dalam dialog tersebut, nelayan mengeluhkan penggunaan alat tangkap garok yang dinilai merusak terumbu karang dan memengaruhi hasil tangkapan ikan.

Selain itu, nelayan juga menyoroti penyempitan wilayah tangkap, kebutuhan fasilitas docking bagang apung, hingga persoalan limbah industri di kawasan pesisir.

Polisi Minta Nelayan Aktif Melapor

Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Metro Jaya meminta nelayan segera melapor jika menemukan dugaan pelanggaran di wilayah perairan.

Baca Juga :  Pekerja PJLP UPK Badan Air Tewas Kesetrum Listrik di Cilincing Jakarta Utara

Mustofa juga menegaskan pentingnya sosialisasi aturan alat tangkap agar tidak memicu konflik antar nelayan.

“Kalau ada dugaan pelanggaran, segera laporkan. Kami juga terus mendorong sosialisasi alat tangkap yang diperbolehkan dan dilarang,” katanya.

Ditpolairud Bagikan Sembako

Selain berdialog, personel Ditpolairud juga membagikan bantuan sembako kepada masyarakat nelayan Kalibaru.

Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Metro Jaya berharap komunikasi dengan nelayan terus terjaga demi menciptakan pesisir yang aman dan kondusif. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Janjian Lewat MiChat Berujung Maut, Wanita 18 Tahun Tewas Dicekik
Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang
BMKG Ungkap Cuaca Jabodetabek Senin 14 September, Bekasi Terasa Panas
Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol
Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 15:08 WIB

Janjian Lewat MiChat Berujung Maut, Wanita 18 Tahun Tewas Dicekik

Senin, 14 September 2026 - 09:20 WIB

Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang

Senin, 14 September 2026 - 05:52 WIB

BMKG Ungkap Cuaca Jabodetabek Senin 14 September, Bekasi Terasa Panas

Minggu, 13 September 2026 - 20:41 WIB

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 September 2026 - 16:06 WIB

Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki

Berita Terbaru