NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Film adaptasi terbaru The Odyssey karya Christopher Nolan memicu perdebatan.
Para pakar bahasa Yunani klasik melayangkan kritik tajam.
Mereka mempersoalkan perubahan besar pada karakter dan alur cerita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kritik Emily Wilson Terhadap Karakter Penelope
Penerjemah legendaris Emily Wilson memberikan evaluasi mendalam hari ini.
Wilson merupakan profesor studi klasik pada University of Pennsylvania.
Ia menerjemahkan epos asli Homer tersebut pada tahun 2017.
Nolan mengaku memetik inspirasi dari buku terjemahan Wilson.
Namun, Wilson menyayangkan hilangnya peran dewa Zeus dan Poseidon.
Ia juga menilai pesan anti-perang dalam film sangat membingungkan.
Wilson mengkritik keras porsi peran Penelope yang sangat minim.
Anne Hathaway memerankan karakter istri setia Odysseus tersebut.
Menurut Wilson, minimnya peran Penelope merusak esensi hubungan pernikahan.
Ia bahkan membenci adegan emosional anjing setia bernama Argos.
Wilson menganggap adegan Argos hanya memanjakan sentimentalitas modern manusia.
Penolakan Matt Damon Sebagai Odysseus
Selain itu, Wilson menyoroti pemilihan aktor utama Matt Damon.
Ia lebih menyukai Samuel L Jackson untuk memerankan Odysseus.
Jackson memiliki kemampuan akting yang cerdas, licik, dan jenaka.
Namun, Wilson memuji penampilan Damon dalam film sebelumnya.
Damon sukses memerankan sosok pengatur siasat yang sangat andal.
Wilson mengonfirmasi bahwa Nolan tidak pernah meminta bantuan langsung.
Omission Humor dan Peran Dewa Athena
Penerjemah lain, Daniel Mendelsohn, menyuarakan kekecewaan yang serupa.
Mendelsohn menulis ulasan kritis lewat media The New York Review.
Ia menilai Odysseus versi Damon kehilangan kecerdasan dan pesona.
Film tersebut menghilangkan adegan humor cerdik melawan raksasa Cyclops.
Karakter utama langsung menusuk mata raksasa tanpa menggunakan siasat.
Mendelsohn juga menyesali pemangkasan peran penting dari dewi Athena.
Aktris populer Zendaya memerankan pelindung spiritual Odysseus tersebut.
Zendaya hanya muncul dalam dua adegan singkat saat badai.
Penonton tetap bisa menikmati film ini sebagai hiburan megah.
Namun, karya Nolan mengabaikan pesan orisinal dari epos klasik.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













