Trump Sebut Starmer Bukan Winston Churchill Terkait Serangan Iran

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Keir Starmer berjanji untuk terus melakukan perubahan meskipun Partai Buruh menderita kekalahan besar dalam pemilu lokal. Dok: Istimewa.

Perdana Menteri Keir Starmer berjanji untuk terus melakukan perubahan meskipun Partai Buruh menderita kekalahan besar dalam pemilu lokal. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan kritik pedas terhadap salah satu sekutu terdekatnya. Trump secara eksplisit membandingkan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, secara negatif dengan pendahulunya di era Perang Dunia II, Winston Churchill.

“Ini bukan Winston Churchill yang kita hadapi,” ujar Trump di Gedung Putih. Komentar tersebut merupakan serangan verbal ketiga Trump terhadap Starmer dalam pekan ini, mencerminkan rasa frustrasi Washington atas dukungan militer Inggris yang petugas nilai sangat terbatas dalam kampanye udara melawan Iran.

Masalah Diego Garcia dan Hambatan Logistik

Dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Gedung Putih, Trump meluapkan kekesalannya terkait penggunaan pangkalan udara strategis Diego Garcia. Ia menuduh Inggris sengaja mempersulit prosedur pendaratan jet tempur Amerika.

“Saya tidak senang dengan Inggris,” tegas Trump. Ia mengeluhkan bahwa dibutuhkan waktu tiga hingga empat hari bagi militer AS hanya untuk mendapatkan kepastian lokasi pendaratan. Menurut Trump, hambatan birokrasi ini memaksa pesawat-pesawat tempur AS terbang ekstra jam yang tidak perlu. Trump juga kembali menyinggung kesepakatan penyerahan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius sebagai tindakan “kelemahan total” dari pemerintahan Starmer.

Pembelaan Starmer: Belajar dari “Kesalahan Irak”

Di London, Keir Starmer tetap teguh pada posisinya meskipun mendapat tekanan dari Trump serta kritik dari oposisi dalam negeri seperti Kemi Badenoch dan Nigel Farage. Starmer menegaskan bahwa setiap tindakan militer Inggris harus memiliki landasan hukum yang kuat dan rencana yang matang.

Menteri Senior Darren Jones menyatakan bahwa Inggris telah memetik pelajaran berharga dari keterlibatan dalam Perang Irak 2003. Saat itu, Inggris bergabung dengan AS untuk menggulingkan Saddam Hussein berdasarkan klaim palsu mengenai senjata pemusnah massal. “Salah satu pelajaran Irak adalah lebih baik terlibat dalam situasi ini ketika Anda selaras dengan mitra internasional dan memiliki dasar hukum yang jelas,” ujar Jones. Starmer berargumen bahwa keputusannya murni demi menjaga kepentingan nasional Inggris.

Baca Juga :  Donald Trump Desak Rusia Akhiri Perang Pasca-Pertemuan

Masa Depan Hubungan Istimewa

Meskipun terjadi gesekan tajam, hubungan personal antara Trump dan Starmer sebenarnya sempat berjalan harmonis di awal masa jabatan kedua Trump. Namun, krisis Iran tampaknya telah mengubah dinamika tersebut secara drastis.

Trump bahkan beralih memberikan pujian kepada Prancis dan Jerman, menyebut mereka sebagai mitra yang lebih kooperatif saat ini. Sementara itu, jajak pendapat YouGov mengungkapkan bahwa mayoritas warga Inggris (49%) menentang serangan udara AS ke Iran. Ketegangan ini menandakan bahwa narasi “Special Relationship” yang melibatkan kerja sama intelijen dan koordinasi militer erat selama puluhan tahun kini sedang berada di ambang ketidakpastian besar di bawah kepemimpinan Trump dan Starmer.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB