Houthi Blokade Selat Bab el-Mandeb dan Serang Kapal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ancaman ganda jalur energi global. Kelompok Houthi menyerang dua tanker minyak Saudi dan memblokir Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah. Dok: Istimewa.

Ancaman ganda jalur energi global. Kelompok Houthi menyerang dua tanker minyak Saudi dan memblokir Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah. Dok: Istimewa.

SANAA, POSNEWS.CO.ID – Kelompok milisi Houthi meningkatkan eskalasi pertempuran di kawasan Laut Merah.

Serangan Tanker dan Blokade Bab el-Mandeb

Houthi melancarkan serangan terhadap dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi.

Mereka memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal pengangkut minyak Saudi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Milisi menyasar Selat Bab el-Mandeb sebagai titik blokade utama.

Selat ini menghubungkan perairan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Masyarakat lokal mengenal selat ini sebagai Gerbang Air Mata.

Wilayah perairan ini membentang sepanjang 100 kilometer.

Lebar tersempit selat hanya mencapai 30 kilometer.

Baca Juga :  Bagaimana Yunani Kuno Menciptakan Konsep Uang Modern?

Geografi selat ini memisahkan Yaman dari Djibouti dan Eritrea.

Kelumpuhan Jalur Perdagangan Utama Dunia

Para pelaut menggunakan selat ini untuk menuju Terusan Suez.

Jalur pelayaran ini memangkas jarak tempuh antarbenua secara signifikan.

Otoritas Terusan Suez mencatat penurunan lalu lintas kapal.

Jumlah kapal melandai dari 26.000 unit menjadi 12.700 unit.

Serangan Houthi memicu penurunan drastis lalu lintas maritim tersebut.

Lembaga EIA membeberkan peran penting Selat Bab el-Mandeb.

Selat ini menyalurkan 12 persen pasokan minyak dunia.

Dampak Ganda Krisis Hormuz dan Laut Merah

Penutupan Selat Hormuz memaksa Saudi mengalihkan jalur ekspor.

Riyadh meningkatkan pengiriman minyak melalui pelabuhan Yanbu.

Volume ekspor Yanbu melonjak hingga 4 juta barel per hari.

Angka ini menyokong 75 persen total ekspor normal Saudi.

Baca Juga :  Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen

Namun blokade Bab el-Mandeb memutus jalur alternatif tersebut.

Pakar keamanan Andreas Krieg memberikan analisis dampak krisis.

Krieg menilai blokade simultan ini memicu guncangan ekonomi raksasa.

Kapal pengangkut minyak terpaksa mengitari Benua Afrika.

Analis PVM John Evans memproyeksikan lonjakan waktu tempuh.

Pelayaran menuju Asia membengkak dari 20 hari menjadi 50 hari.

Eskalasi Konflik Regional dan Respons Militer

Perang Timur Tengah meletus sejak akhir Februari lalu.

Awalnya kelompok Houthi memilih berada di luar arena utama.

Namun perselisihan dengan Saudi memicu bentrokan senjata baru.

Kedua pihak saling menembakkan rudal sejak bulan Juli.

Pasukan Amerika Serikat dan Inggris membom wilayah Yaman.

Uni Eropa juga menggelar Operasi Aspides guna melindungi kapal.

Kini ancaman Houthi menutup total harapan pemulihan pelayaran.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru