SANAA, POSNEWS.CO.ID – Kelompok milisi Houthi meningkatkan eskalasi pertempuran di kawasan Laut Merah.
Serangan Tanker dan Blokade Bab el-Mandeb
Houthi melancarkan serangan terhadap dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi.
Mereka memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal pengangkut minyak Saudi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Milisi menyasar Selat Bab el-Mandeb sebagai titik blokade utama.
Selat ini menghubungkan perairan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Masyarakat lokal mengenal selat ini sebagai Gerbang Air Mata.
Wilayah perairan ini membentang sepanjang 100 kilometer.
Lebar tersempit selat hanya mencapai 30 kilometer.
Geografi selat ini memisahkan Yaman dari Djibouti dan Eritrea.
Kelumpuhan Jalur Perdagangan Utama Dunia
Para pelaut menggunakan selat ini untuk menuju Terusan Suez.
Jalur pelayaran ini memangkas jarak tempuh antarbenua secara signifikan.
Otoritas Terusan Suez mencatat penurunan lalu lintas kapal.
Jumlah kapal melandai dari 26.000 unit menjadi 12.700 unit.
Serangan Houthi memicu penurunan drastis lalu lintas maritim tersebut.
Lembaga EIA membeberkan peran penting Selat Bab el-Mandeb.
Selat ini menyalurkan 12 persen pasokan minyak dunia.
Dampak Ganda Krisis Hormuz dan Laut Merah
Penutupan Selat Hormuz memaksa Saudi mengalihkan jalur ekspor.
Riyadh meningkatkan pengiriman minyak melalui pelabuhan Yanbu.
Volume ekspor Yanbu melonjak hingga 4 juta barel per hari.
Angka ini menyokong 75 persen total ekspor normal Saudi.
Namun blokade Bab el-Mandeb memutus jalur alternatif tersebut.
Pakar keamanan Andreas Krieg memberikan analisis dampak krisis.
Krieg menilai blokade simultan ini memicu guncangan ekonomi raksasa.
Kapal pengangkut minyak terpaksa mengitari Benua Afrika.
Analis PVM John Evans memproyeksikan lonjakan waktu tempuh.
Pelayaran menuju Asia membengkak dari 20 hari menjadi 50 hari.
Eskalasi Konflik Regional dan Respons Militer
Perang Timur Tengah meletus sejak akhir Februari lalu.
Awalnya kelompok Houthi memilih berada di luar arena utama.
Namun perselisihan dengan Saudi memicu bentrokan senjata baru.
Kedua pihak saling menembakkan rudal sejak bulan Juli.
Pasukan Amerika Serikat dan Inggris membom wilayah Yaman.
Uni Eropa juga menggelar Operasi Aspides guna melindungi kapal.
Kini ancaman Houthi menutup total harapan pemulihan pelayaran.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













