Bagaimana Yunani Kuno Menciptakan Konsep Uang Modern?

Minggu, 25 Januari 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pernah bertanya mengapa koin selalu memiliki gambar kepala tokoh di satu sisi dan simbol negara di sisi lain? Tradisi 21 abad ini bermula dari persaingan kota-kota Yunani Kuno. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Pernah bertanya mengapa koin selalu memiliki gambar kepala tokoh di satu sisi dan simbol negara di sisi lain? Tradisi 21 abad ini bermula dari persaingan kota-kota Yunani Kuno. Dok: Istimewa.

ATHENA, POSNEWS.CO.ID – Coba periksa uang koin atau kertas di dompet Anda. Kemungkinan besar, Anda akan menemukan pola yang sama: wajah tokoh penting di satu sisi, dan simbol negara (gedung atau hewan) di sisi sebaliknya.

Desain ini bukan kebetulan. Pola ini telah bertahan selama lebih dari 21 abad, berakar kuat pada tradisi Yunani Kuno yang mengubah cara manusia bertransaksi selamanya.

Sebelum penemuan alat pembayaran yang sah (legal tender), dunia kuno bergantung pada barter. Namun, seiring berkembangnya perdagangan laut di Mediterania, sistem ini menjadi mimpi buruk logistik. Menghitung nilai tukar antar-barang sangat rumit, dan mengangkut hewan ternak dengan perahu untuk ditukar ke kota tetangga sangat tidak praktis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aristoteles dalam Politics menjelaskan solusinya: koin logam. Benda ini mudah dibawa dan tidak bisa busuk. Sejarawan Herodotus mencatat koin pertama lahir di kota Lydia sekitar 620 SM, meskipun beberapa teori menunjuk kota Ionia sebagai tempat kelahirannya.

Baca Juga :  Bus Travel Wisata Religi Kecelakaan di Tol Batu Bara, 7 Orang Tewas - Belasan Luka-Luka

Era Kura-kura vs Burung Hantu

Sejarah koin Yunani terbagi dalam tiga periode: Archaic, Klasik, dan Hellenistik. Karena Yunani Kuno bukan negara kesatuan melainkan kumpulan negara-kota (polis), setiap kota mencetak uangnya sendiri sebagai identitas.

Pulau Aegina menjadi pionir dengan mencetak koin perak pertama. Mengingat statusnya sebagai pemimpin konfederasi tujuh negara, koin Aegina yang bergambar Kura-kura mendominasi perdagangan kawasan hingga tahun 510 SM.

Namun, dominasi Kura-kura runtuh saat Athena bangkit. Athena memperkenalkan koin baru bernama Tetradrachm. Koin ini menampilkan gambar Burung Hantu, tribut bagi dewi pelindung kota, Athena.

Ada cerita unik di balik nama mata uang ini. Sebelumnya, warga Athena menggunakan batang besi bernama ‘obols’. Karena tangan rata-rata manusia bisa menggenggam enam obols, jumlah itu kemudian disebut ‘drachma’ (dari kata kerja Yunani dratto yang berarti ‘menggenggam’). Jadi, satu Tetradrachm baru setara dengan nilai 24 obols.

Seiring menguatnya Athena, koin Burung Hantu menggantikan Kura-kura sebagai mata uang paling berpengaruh. Bahkan, muncul kesepakatan dagang mirip “Euro kuno”, di mana koin dari berbagai kota dibuat dengan standar Athena agar bisa digunakan secara bergantian di seluruh Mediterania.

Baca Juga :  India dan Pakistan Saling Buka Kartu Fasilitas Nuklir

Wajah Manusia: Sebuah Kontroversi

Perubahan radikal terjadi pada Periode Hellenistik (mulai 336 SM), yang dipicu oleh ambisi militer Alexander Agung dan ayahnya, Raja Philip dari Makedonia. Mereka memproduksi koin secara massal untuk mendanai perang.

Ciri khas periode ini adalah keberanian menabrak tradisi. Mereka memperkenalkan profil wajah raja atau tokoh hidup sebagai cap koin, menggantikan simbol tradisional dewa atau hewan.

Awalnya, rakyat Yunani mengkritik keras praktik ini karena dianggap sombong. Athena, yang masih kuat saat itu, menolak tren ini dan terus mencetak koin Burung Hantu mereka sendiri. Namun, sejarah mencatat bahwa gaya “narsis” Alexander Agung inilah yang memenangkan zaman.

Kini, warisan itu tetap hidup. Simbol Burung Hantu Athena bahkan masih bisa kita temukan pada koin 1 Euro versi Yunani hari ini. Koin-koin kuno ini bukan sekadar alat tukar, melainkan karya seni logam kecil yang merekam jejak perfeksionisme dan sejarah peradaban Barat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Ilustrasi prakiraan cuaca Jabodetabek Minggu 1 November 2026, sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Minggu 1 November, Hujan Ringan Mengintai Jakarta hingga Tangerang

Minggu, 1 Nov 2026 - 05:13 WIB