DENPASAR, POSNEWS.CO.ID — Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong wastra Nusantara menjadi kekuatan budaya sekaligus penggerak ekonomi yang mampu bersaing di pasar global.
Ia menyampaikan hal itu saat membuka Sanur Fashion Week (SFW) 2026 di ICON Bali Mall, Denpasar, Kamis (6/8/2026).
Menurut Roro, SFW 2026 bukan sekadar ajang fesyen, tetapi juga momentum memperkenalkan identitas bangsa, mendorong kreativitas, dan memperkuat industri fesyen nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Budaya adalah akar, kreativitas adalah kekuatan, dan perdagangan menjadi jembatan agar karya Indonesia dikenal dunia,” ujarnya.
Wastra Jadi Modal Ekonomi
Roro menegaskan Indonesia memiliki kekayaan wastra seperti batik, tenun, songket, endek Bali, lurik, ulos, dan sasirangan.
Namun, warisan budaya hanya akan tetap hidup jika terus digunakan, dikembangkan, dan diberi ruang untuk berinovasi.
Karena itu, ia mengajak desainer, perajin, pelaku usaha, dan generasi muda memperkuat kolaborasi agar wastra Nusantara semakin relevan di pasar global.
Perkuat Ekspor dan UMKM
Roro menilai industri fesyen berperan strategis karena mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan membuka peluang ekspor.
Kemendag pun terus mendukung pelaku usaha melalui promosi dagang, business matching, dan jaringan Perwakilan Perdagangan Indonesia di luar negeri.
Ia juga mengajak pelaku industri fesyen memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, sebagai peluang memperluas pasar internasional.
Bali Jadi Etalase Dunia
Mengusung tema Woven in Cultural Legacy, SFW 2026 menjadi pengingat bahwa setiap wastra Nusantara menyimpan sejarah, nilai, dan kearifan lokal.
Roro berharap ajang ini menjadi ruang kolaborasi antara desainer, perajin, pelaku usaha, pembeli, dan investor.
Sebelum pembukaan SFW 2026, Roro juga menjadi narasumber talkshow “Perempuan Bali Berdaya: Merajut Budaya dalam Membangun Usaha”.
Ia menegaskan pemberdayaan perempuan melalui kewirausahaan dapat memperkuat UMKM dan mendorong pertumbuhan ekspor nasional. **
Editor : Hadwan













