Ekspor Kakao Indonesia Tembus USD 3,6 Miliar, Hilirisasi Terus Digenjot

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mendag Budi Santoso mendorong hilirisasi dan peningkatan daya saing kakao serta sawit Indonesia di pasar global. (Posnews/Kemendag)

Mendag Budi Santoso mendorong hilirisasi dan peningkatan daya saing kakao serta sawit Indonesia di pasar global. (Posnews/Kemendag)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Indonesia terus memperkuat daya saing kakao dan kelapa sawit di pasar global.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong peningkatan nilai tambah, ketertelusuran, dan keberlanjutan agar komoditas nasional mampu bersaing lebih kuat.

Mendag Budi menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara utama Regional Learning Forum on Sustainable Commodities di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pasar global kini tidak hanya mempertimbangkan harga. Pembeli juga menuntut produk yang berkelanjutan, aman, serta memiliki rantai pasok yang dapat dipercaya.

Karena itu, pemerintah mengarahkan strategi ekspor pada hilirisasi, pemenuhan standar internasional, diversifikasi pasar, dan pemanfaatan perjanjian perdagangan.

Ekspor Kakao Tembus USD 3,6 Miliar

Kinerja kakao menunjukkan peluang besar. Nilai ekspor kakao Indonesia mencapai USD 3,6 miliar pada 2025, naik tajam dari USD 1,21 miliar pada 2021.

Pertumbuhan tersebut juga ditopang produk kakao olahan. Kondisi ini menunjukkan hilirisasi mulai meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Baca Juga :  MBG Tak Cukup Bergizi, Keamanan Makanan Juga Wajib Dijaga

Selain itu, International Cocoa Organization (ICCO) telah mengakui Indonesia sebagai salah satu produsen fine flavour cocoa atau kakao dengan cita rasa khas.

Pengakuan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat pasar kakao premium.

Pemerintah dapat mendorongnya melalui inovasi, perlindungan indikasi geografis, dan produksi berkelanjutan.

Perjanjian Dagang Buka Akses Pasar

Kemendag juga mengandalkan perjanjian perdagangan untuk memperluas pasar ekspor.

Saat ini, 25 perjanjian perdagangan internasional telah diterapkan, dua perjanjian berada dalam proses ratifikasi, dan 13 lainnya masih dalam tahap perundingan.

Pemerintah juga terus mendorong percepatan kerja sama perdagangan dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Langkah tersebut diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk kakao dan sawit Indonesia.

Pelaku usaha dapat memanfaatkan jaringan 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara. Perwakilan tersebut membantu promosi, pencarian pasar, hingga mempertemukan eksportir dengan calon pembeli.

Business Matching Capai USD 275,61 Juta

Hasilnya mulai terlihat. Sepanjang Januari–Juli 2026, Kemendag memfasilitasi business matching yang melibatkan 1.021 pelaku usaha.

Baca Juga :  Astamaops Kapolri: Tak Perlu Bentuk Satgas Baru untuk Papua

Potensi transaksinya mencapai USD 275,61 juta.

Angka tersebut menunjukkan peluang ekspor tidak hanya datang dari perusahaan besar. Pelaku UMKM juga memiliki ruang untuk masuk dan berkembang di pasar internasional.

TEI 2026 Jadi Etalase Produk Indonesia

Promosi produk nasional juga diperkuat melalui Trade Expo Indonesia (TEI).

Pada TEI 2025, total transaksi mencapai USD 22,8 miliar. Dari angka tersebut, produk UMKM menyumbang sekitar USD 474,7 juta.

Karena itu, Kemendag mengajak pelaku usaha kakao dan sawit memanfaatkan TEI ke-41 sebagai momentum memperluas jaringan bisnis dan mencari pasar baru.

TEI ke-41 akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.

Bagi Indonesia, hilirisasi bukan sekadar mengolah bahan mentah menjadi produk jadi. Lebih jauh, strategi ini menjadi cara untuk menciptakan nilai ekonomi lebih besar di dalam negeri.

Dengan memperkuat standar, keberlanjutan, teknologi, dan akses pasar, kakao serta sawit Indonesia diharapkan tidak hanya kuat sebagai komoditas ekspor, tetapi juga semakin bernilai di rantai perdagangan global. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambal Hijau Badendeng Bikin Pengunjung Senegal Ketagihan di Pangan Nusa Expo 2026
Gula Aren hingga Bumbu Nusantara Dilirik Buyer Asing, S’RASA Bidik Pasar Jepang
TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi
Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai
Pasar Ekspor Asia-Pasifik Terbuka Lebar, Ini Strategi UMKM Indonesia
Berawal dari Pohon Lontar, Tarunira Buka Peluang Baru Petani Bali dan Rote
Ekspor Baja Indonesia Hadapi Tarif 50 Persen di Eropa, Apa Strategi Pemerintah?
Lowongan Kerja Gudang Garam 2026, Teknisi Mesin dan Administrasi untuk D3-S1

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Sambal Hijau Badendeng Bikin Pengunjung Senegal Ketagihan di Pangan Nusa Expo 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Gula Aren hingga Bumbu Nusantara Dilirik Buyer Asing, S’RASA Bidik Pasar Jepang

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:50 WIB

TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Pasar Ekspor Asia-Pasifik Terbuka Lebar, Ini Strategi UMKM Indonesia

Berita Terbaru