Celurit Berhamburan di Jonggol, Tawuran Pelajar Berujung Maut

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, tawuran pelajar. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, tawuran pelajar. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID — Tawuran antarpelajar kembali memakan korban. Bentrokan dua kelompok siswa di Jalan Irigasi Jonggol-Cibarusah, Kabupaten Bogor, menewaskan seorang pelajar dan melukai dua lainnya.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Polisi menduga bentrokan melibatkan pelajar dari dua sekolah berbeda, yakni salah satu SMA negeri di Kecamatan Tanjungsari, Bogor, dan SMA swasta di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Jonggol Kompol Hida Tjahyono mengatakan polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Namun, para pelaku sudah kabur.

Satu Pelajar Tewas

Tiga korban diketahui merupakan pelajar SMA asal Tanjungsari, Bogor. Mereka masih berusia 16 tahun.

Ketiganya segera dilarikan ke RSUD Dr. Satibi Cileungsi. Namun, nyawa korban berinisial IL tidak berhasil diselamatkan.

“Korban IL dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter. Dua korban lainnya, MA dan RH, masih menjalani perawatan,” kata Hida, Selasa (24/8/2026).

Baca Juga :  Baru Pulang Kuliah, Mahasiswi di Samarinda Ditembak Mantan Pacar

Jenazah IL kemudian menjalani proses autopsi di RS Polri Kramat Jati untuk membantu penyidik mengungkap penyebab dan rangkaian kematiannya.

Celurit Berhamburan di Jalan

Aksi brutal tersebut juga terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman, sejumlah pelajar terlihat saling menyerang sambil membawa senjata tajam. Beberapa di antaranya menggunakan sepeda motor dan berboncengan.

Mereka bahkan terlihat mengayunkan senjata tajam ke arah kelompok lawan yang berusaha melarikan diri.

Aksi semacam ini bukan sekadar kenakalan remaja. Senjata tajam dan bentrokan di jalan dapat berubah menjadi tragedi hanya dalam hitungan detik.

Polisi Kejar Para Pelaku

Polsek Jonggol kini memburu pelajar yang diduga terlibat dalam tawuran maut tersebut. Penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan informasi dari lokasi kejadian.

“Kami sudah meminta keterangan beberapa saksi dan melakukan penyelidikan. Semoga para pelaku segera kami amankan,” ujar Hida.

Baca Juga :  Dua Pencari Gaharu Tewas Diserang OTK di Yahukimo, Satgas Buru Pelaku

Polisi juga perlu memastikan identitas seluruh peserta tawuran serta siapa yang membawa atau menggunakan senjata tajam.

Tawuran Pelajar Jadi Alarm Serius

Kasus di Jonggol kembali menunjukkan bahaya tawuran pelajar yang menggunakan senjata tajam.

Beberapa hari sebelumnya, polisi di wilayah lain juga menggagalkan aksi tawuran dan mengamankan pelajar yang membawa celurit serta golok.

Karena itu, pencegahan tidak cukup hanya dengan penindakan setelah bentrokan terjadi.

Sekolah, orang tua, kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pelajar, terutama pada jam dan lokasi yang rawan.

Anak-anak seharusnya pulang membawa cerita tentang sekolah, bukan menjadi korban atau pelaku kekerasan.

Satu nyawa melayang di Jonggol. Dua pelajar lainnya harus menjalani perawatan.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa tawuran bukan permainan. Sekali senjata diayunkan, masa depan seorang anak bisa berubah untuk selamanya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baku Tembak di Lampung Utara: DPO Narkoba Tewas, 3 Polisi Terluka
Pedagang Bawang Salma Tewas di Enrekang, Pelaku Diduga Kuras Rp40 Juta
Prabowo Lawan Karhutla dengan 1.000 Perwira dan Ubi Bombing
Update Duka Gempa NTT: 100 Warga Meninggal, 1.603 Terluka
Tiga Pelaku Curanmor Pikap Diciduk, Polisi Ungkap Dugaan Aksi di 14 Lokasi
Dua Bocah di Dairi Diduga Disiksa Pengasuh, Kepala Luka Parah, Pelaku Diciduk
Datang Membawa Bantuan, Ahmad Zaki Pergi untuk Selamanya di Tanah Flores
Karhutla Menggila, ISPA Melonjak 78 Persen, 314 Nakes Diterjunkan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Celurit Berhamburan di Jonggol, Tawuran Pelajar Berujung Maut

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Baku Tembak di Lampung Utara: DPO Narkoba Tewas, 3 Polisi Terluka

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:20 WIB

Pedagang Bawang Salma Tewas di Enrekang, Pelaku Diduga Kuras Rp40 Juta

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Prabowo Lawan Karhutla dengan 1.000 Perwira dan Ubi Bombing

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Update Duka Gempa NTT: 100 Warga Meninggal, 1.603 Terluka

Berita Terbaru

Modder berhasil menjalankan gim klasik Doom pada kamera DSLR Canon EOS 550D menggunakan firmware Magic Lantern lengkap dengan kendali tombol fisik dan audio. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Doom Berhasil Dijalankan di Kamera DSLR Canon EOS 550D

Selasa, 25 Agu 2026 - 14:48 WIB

Amerika Serikat membatalkan latihan militer amfibi gabungan Ssangyong bersama Korea Selatan bulan depan akibat keterbatasan unit pasukan yang dialihkan ke medan perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Batalkan Latihan Militer Amfibi Ssangyong dengan Korsel

Selasa, 25 Agu 2026 - 13:42 WIB