BOGOR, POSNEWS.CO.ID — Tawuran antarpelajar kembali memakan korban. Bentrokan dua kelompok siswa di Jalan Irigasi Jonggol-Cibarusah, Kabupaten Bogor, menewaskan seorang pelajar dan melukai dua lainnya.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Polisi menduga bentrokan melibatkan pelajar dari dua sekolah berbeda, yakni salah satu SMA negeri di Kecamatan Tanjungsari, Bogor, dan SMA swasta di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Jonggol Kompol Hida Tjahyono mengatakan polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Namun, para pelaku sudah kabur.
Satu Pelajar Tewas
Tiga korban diketahui merupakan pelajar SMA asal Tanjungsari, Bogor. Mereka masih berusia 16 tahun.
Ketiganya segera dilarikan ke RSUD Dr. Satibi Cileungsi. Namun, nyawa korban berinisial IL tidak berhasil diselamatkan.
“Korban IL dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter. Dua korban lainnya, MA dan RH, masih menjalani perawatan,” kata Hida, Selasa (24/8/2026).
Jenazah IL kemudian menjalani proses autopsi di RS Polri Kramat Jati untuk membantu penyidik mengungkap penyebab dan rangkaian kematiannya.
Celurit Berhamburan di Jalan
Aksi brutal tersebut juga terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman, sejumlah pelajar terlihat saling menyerang sambil membawa senjata tajam. Beberapa di antaranya menggunakan sepeda motor dan berboncengan.
Mereka bahkan terlihat mengayunkan senjata tajam ke arah kelompok lawan yang berusaha melarikan diri.
Aksi semacam ini bukan sekadar kenakalan remaja. Senjata tajam dan bentrokan di jalan dapat berubah menjadi tragedi hanya dalam hitungan detik.
Polisi Kejar Para Pelaku
Polsek Jonggol kini memburu pelajar yang diduga terlibat dalam tawuran maut tersebut. Penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan informasi dari lokasi kejadian.
“Kami sudah meminta keterangan beberapa saksi dan melakukan penyelidikan. Semoga para pelaku segera kami amankan,” ujar Hida.
Polisi juga perlu memastikan identitas seluruh peserta tawuran serta siapa yang membawa atau menggunakan senjata tajam.
Tawuran Pelajar Jadi Alarm Serius
Kasus di Jonggol kembali menunjukkan bahaya tawuran pelajar yang menggunakan senjata tajam.
Beberapa hari sebelumnya, polisi di wilayah lain juga menggagalkan aksi tawuran dan mengamankan pelajar yang membawa celurit serta golok.
Karena itu, pencegahan tidak cukup hanya dengan penindakan setelah bentrokan terjadi.
Sekolah, orang tua, kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pelajar, terutama pada jam dan lokasi yang rawan.
Anak-anak seharusnya pulang membawa cerita tentang sekolah, bukan menjadi korban atau pelaku kekerasan.
Satu nyawa melayang di Jonggol. Dua pelajar lainnya harus menjalani perawatan.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa tawuran bukan permainan. Sekali senjata diayunkan, masa depan seorang anak bisa berubah untuk selamanya. **
Editor : Hadwan














