Karhutla Menggila, ISPA Melonjak 78 Persen, 314 Nakes Diterjunkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tenaga kesehatan menangani warga terdampak kabut asap karhutla di Kalimantan. (Posnews/Kemenkes RI)

Tenaga kesehatan menangani warga terdampak kabut asap karhutla di Kalimantan. (Posnews/Kemenkes RI)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya menghanguskan vegetasi dan mengganggu aktivitas warga. Kabut asap yang ditimbulkan juga mulai menekan kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Tengah melonjak 78,1 persen dalam sepekan, dari 402 kasus menjadi 716 kasus.

Kondisi tersebut menjadi alarm serius di tengah ancaman karhutla yang masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih luas, lebih dari 3 juta warga di 37 kabupaten/kota tercatat terpapar langsung kabut asap karhutla yang melanda tujuh provinsi.

Data Kemenkes per 21 Agustus 2026 menunjukkan wilayah terdampak mencakup Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Enam provinsi di antaranya telah menetapkan status siaga darurat bencana.

ISPA Naik, Asma dan Iritasi Ikut Mengintai

Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang menghadapi tekanan kesehatan paling nyata. Dalam satu pekan, kasus ISPA meningkat dari 402 menjadi 716 kasus.

Sementara itu, Kemenkes juga melaporkan lebih dari 151 ribu kasus ISPA di Kalimantan Barat sejak Januari 2026. Lonjakan kasus tercatat antara lain di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.

Baca Juga :  Pemprov DKI Gelar Karnaval Budaya Meriahkan HUT RI ke-80, Tampilkan Budaya Nusantara di Car Free Day

Keluhan kesehatan berupa asma dan iritasi juga muncul di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Riau dan Kalimantan Selatan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak berhenti ketika api berhasil dikendalikan. Asap dan partikel halus di udara dapat terus mengancam masyarakat, terutama kelompok rentan.

Kemenkes Turunkan 314 Tenaga Kesehatan

Menghadapi kondisi tersebut, Kemenkes bergerak dengan mengerahkan 314 tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog.

Tim tersebut terutama diperkuat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Selain mengirim tenaga kesehatan, pemerintah juga mendistribusikan berbagai perlengkapan untuk melindungi masyarakat dari dampak asap.

Logistik yang disalurkan meliputi 278.940 masker, 56 unit Oxygen Concentrator, 40 pelindung wajah, 1.000 pasang sarung tangan medis, 36 tabung Oxycan, delapan set APD, 33 dus pemberian makanan tambahan, serta obat-obatan dan vitamin.

Pemerintah juga menyiapkan pos kesehatan dan ruang oksigen di sejumlah wilayah rawan, termasuk Barito Utara, Barito Timur, dan Kota Palangka Raya.

Di Kalimantan Barat, program Oase Udara turut dijalankan untuk memperkuat akses oksigen bagi warga yang membutuhkan.

Asap Karhutla Bawa Ancaman PM2,5

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan paparan asap karhutla.

Asap membawa partikel halus PM2,5 yang berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Karena itu, masyarakat di wilayah yang kualitas udaranya memburuk perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Baca Juga :  4.263 Personil Amankan Demo di Jakpus Hari Ini, Massa Bergerak ke Monas hingga DPR

Penggunaan masker juga penting, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma atau gangguan paru.

Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla

Di sisi lain, pemerintah terus mempercepat operasi pengendalian karhutla di Kalimantan.

Kementerian Kehutanan menyebut 12.880 personel gabungan telah dikerahkan, melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, hingga relawan.

Pemerintah juga mengoptimalkan pemadaman darat, operasi udara, patroli, deteksi dini, hingga operasi modifikasi cuaca.

Untuk Kalimantan Barat, operasi modifikasi cuaca sebelumnya berlangsung pada 13–17 Agustus.

Pemerintah membuka peluang pelaksanaan kembali pada 23–27 Agustus 2026, bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan potensial.

Masyarakat Jangan Tunggu Asap Menebal

Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu kondisi memburuk untuk mengambil langkah perlindungan.

Warga perlu memantau kualitas udara, menggunakan masker ketika berada di luar rumah, membatasi aktivitas luar ruangan, memperbanyak minum air putih, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Jika muncul keluhan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, napas berbunyi, atau gangguan pernapasan lainnya, masyarakat sebaiknya segera mendatangi fasilitas kesehatan.

Ancaman karhutla memang bermula dari api. Namun, dampaknya dapat menjalar jauh hingga ke ruang-ruang kehidupan masyarakat.

Karena itu, menjaga kesehatan di tengah kabut asap bukan sekadar pilihan, melainkan langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Datang Membawa Bantuan, Ahmad Zaki Pergi untuk Selamanya di Tanah Flores
Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman
2,6 Ton Sabu Cair Nyaris Jadi 2,8 Juta Vape! Sindikat Narkoba Dibungkam di Kepri
Lima Tersangka Pembunuhan Bripka Fredy Awes, 2 Tewas Ditembak Polisi Saat Kabur
Ditembaki dari Ketinggian di Tolikara, Bripda Jhon Galu Terluka
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang, Stok Makanan Pengungsi Menipis
Gempa M7,7 NTT Makin Memilukan: 78 Tewas, 953 Luka dan 95.871 Mengungsi
Asap Karhutla Kepung Singkawang, Masker Bukan Solusi Utama

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Datang Membawa Bantuan, Ahmad Zaki Pergi untuk Selamanya di Tanah Flores

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:47 WIB

Karhutla Menggila, ISPA Melonjak 78 Persen, 314 Nakes Diterjunkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:32 WIB

Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

2,6 Ton Sabu Cair Nyaris Jadi 2,8 Juta Vape! Sindikat Narkoba Dibungkam di Kepri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Lima Tersangka Pembunuhan Bripka Fredy Awes, 2 Tewas Ditembak Polisi Saat Kabur

Berita Terbaru

Kebakaran melanda rumah tradisional di Kampung Adat Sade Lombok Tengah. (Posnews/Ist)

DAERAH

Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:32 WIB

Ilustrasi, panas terik. (Posnews/Net)

JABODETABEK

Minggu Cerah di Jabodetabek, BMKG Ingatkan Warga Hadapi Panas

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:12 WIB