Pedagang Bawang Salma Tewas di Enrekang, Pelaku Diduga Kuras Rp40 Juta

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, pelaku diborgol. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, pelaku diborgol. (Posnews/Ist)

ENREKANG, POSNEWS.CO.ID — Misteri hilangnya Salma (44), pedagang bawang di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap.

Polisi menetapkan Muh Arjuna Ranu (MAR) sebagai tersangka setelah korban ditemukan tewas di kawasan sepi Desa Bungin, Kecamatan Bungin.

Kasus ini bermula ketika Salma dilaporkan hilang. Warga kemudian menemukan jasadnya pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tubuh korban berada di semak-semak dan ditutupi ranting serta dedaunan kering. Lokasinya sekitar dua kilometer dari jalan utama sehingga proses evakuasi cukup sulit.

Perkembangan terbaru menunjukkan kasus tersebut bukan sekadar orang hilang. Polisi kini mengungkap dugaan pembunuhan yang diawali transaksi bawang merah.

Dijebak dengan Tawaran Bawang Murah

Kasat Reskrim Polres Enrekang AKP Dodie Ramaputra mengatakan MAR merupakan rekan bisnis korban.

Pada Rabu (19/8), tersangka diduga menghubungi Salma dengan menawarkan bawang merah murah seharga sekitar Rp18 ribu per kilogram.

Korban kemudian bersedia mengikuti tersangka menuju kawasan perbukitan yang sepi di Dusun Banua, Desa Bungin.

Namun, transaksi bawang yang dijanjikan berubah menjadi aksi perampasan.

Setibanya di lokasi, tersangka diduga mengancam korban menggunakan badik. Polisi menyebut korban kemudian dipaksa mentransfer Rp40 juta ke rekening pribadi tersangka.

Baca Juga :  Bocah 12 Tahun Meninggal di Rumah, Polisi Dalami Dugaan Pemicu Peristiwa

Uang Masuk, Nyawa Korban Melayang

Setelah transfer dilakukan, polisi menduga tersangka menghabisi korban.

Penyidik menyebut Salma ditikam menggunakan badik hingga meninggal dunia. Pemeriksaan awal juga menemukan luka tusuk pada bagian depan dan belakang leher korban.

Setelah itu, tubuh korban diduga dibuang jauh dari permukiman. Tersangka kemudian menutupinya menggunakan ranting dan dedaunan kering agar tidak mudah terlihat.

Tindakan tersebut membuat pencarian korban berlangsung lebih sulit sebelum akhirnya warga menemukan jasad Salma.

Status WhatsApp Diduga Jadi Pengalih Jejak

Penyelidikan juga mengungkap adanya aktivitas pada akun WhatsApp milik korban setelah Salma diduga dibunuh.

Kerabat korban melihat status WhatsApp bertuliskan “Menghilang otw jauh”. Polisi menduga status tersebut dibuat untuk mengaburkan keberadaan korban.

Pada Kamis (20/8), keluarga mulai mencari Salma setelah korban tidak kunjung pulang. Nomor telepon korban juga sudah tidak aktif.

Pencarian kemudian mengarah ke Kecamatan Bungin. Keterangan saksi dan rekaman CCTV turut membantu penyidik mengidentifikasi MAR.

Pelaku Diamankan, Rumah Sempat Dirusak Massa

Polisi akhirnya mengamankan MAR dan menetapkannya sebagai tersangka berdasarkan pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian perkara, serta bukti lain yang dikumpulkan penyidik.

Sebelumnya, kemarahan warga sempat memuncak. Rumah yang dikaitkan dengan tersangka dirusak massa setelah masyarakat mengetahui dugaan keterlibatannya dalam kematian Salma.

Situasi tersebut membuat aparat harus mengambil langkah pengamanan dan mencegah kemarahan warga berkembang menjadi aksi yang lebih luas.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek 4 Maret 2026, Siaga Hujan Lebat dan Angin

Motif Diduga Terdesak Judi Online

Polisi menyebut dugaan motif pembunuhan berkaitan dengan kebutuhan uang akibat kekalahan bermain judi online.

Menurut penyidik, tekanan kebutuhan uang tersebut diduga mendorong tersangka merancang aksi dengan modus menawarkan bawang merah murah kepada korban.

Dari modus tersebut, korban dibawa ke lokasi sepi, dipaksa menyerahkan uang, kemudian kehilangan nyawa.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa jeratan judi online dapat membawa dampak yang jauh lebih luas ketika masalah keuangan bercampur dengan tindakan kriminal.

Polisi Dalami Seluruh Bukti

Polisi masih melanjutkan penyidikan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa, termasuk motif, peran tersangka, aliran uang, serta bukti lain yang berkaitan dengan perkara.

Penetapan MAR sebagai tersangka menjadi perkembangan penting setelah sebelumnya polisi hanya menyelidiki temuan jenazah dan laporan orang hilang.

Di sisi lain, aparat mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Kemarahan terhadap tindak kejahatan tetap harus disalurkan melalui proses hukum.

Kasus Salma menunjukkan betapa mahal harga sebuah kejahatan. Uang Rp40 juta diduga menjadi awal tragedi yang merenggut satu nyawa dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga.

Karena itu, masyarakat perlu waspada terhadap tawaran transaksi yang tidak wajar, sementara aparat harus memastikan setiap fakta terungkap melalui proses hukum yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga
Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau
Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati
Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km
Bocah 12 Tahun Tewas Dicekik Tetangga Gara-Gara HP
Cemburu Liat Chat Berujung Maut! Mozza Dibekap 7 Menit hingga Tewas

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama

Minggu, 6 September 2026 - 16:50 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga

Minggu, 6 September 2026 - 16:39 WIB

Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 15:46 WIB

Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati

Minggu, 6 September 2026 - 15:34 WIB

Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB