Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Sabtu, 12 September 2026 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. (Posnews/ist)

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. (Posnews/ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya mulai membongkar pola pengerahan massa dalam kerusuhan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus 2026.

Penyidik menemukan tiga klaster yang diduga memiliki pola pendanaan dan perekrutan berbeda.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan polisi kini menelusuri alur uang, pihak yang menggerakkan massa, hingga sosok yang diduga berada di balik pengerahan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan kasus kerusuhan yang menewaskan Bambang Setiawan.

Sebelumnya, polisi juga telah memeriksa saksi serta menganalisis rekaman CCTV dan video untuk mengurai rangkaian peristiwa.

Klaster JT, Perusuh Dibayar Rp40 Ribu

Salah satu klaster disebut dikoordinasikan pria berinisial JT. Polisi menemukan sejumlah tersangka mendapat uang Rp40 ribu untuk setiap orang yang dikerahkan.

“Beberapa tersangka kerusuhan mendapatkan pendanaan dari korlap atas nama Saudara JT dengan nominal per orang Rp40 ribu,” kata Iman di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Iman, JT tidak bergerak sendiri. Ia disebut mendapat perintah dari PKL. Selanjutnya, PKL menerima perintah dari KHT alias KY dan SO.

Polisi masih mendalami rangkaian tersebut untuk mencari pihak yang diduga menjadi aktor intelektual. Penyidik juga menelusuri siapa yang meminta massa disiapkan dan menyediakan pendanaannya.

Baca Juga :  481 Siswa Dramaga Diduga Keracunan MBG, Pemkab Bogor Ambil Langkah Ini

“Kami sedang melakukan pendalaman terhadap intellectual leader yang mengorder atau meminta menyiapkan massa dan menyiapkan pendanaannya,” ujar Iman.

Klaster ER Siapkan Rp70 Ribu per Orang

Selain JT, polisi menemukan alur pendanaan melalui korlap berinisial ER. Pria yang disebut sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta itu diduga menyiapkan Rp70 ribu untuk setiap orang yang dikerahkan.

ER disebut menerima perintah dari sebuah badan hukum. Namun, polisi belum mengungkap identitas badan hukum tersebut karena penyidik masih melakukan pendalaman.

Menurut polisi, badan hukum itu diduga menyediakan anggaran sekaligus meminta ER menyiapkan massa.

Tiga Tersangka Pengeroyokan Bambang Ditahan

Kerusuhan di Pejompongan juga berujung pada kematian Bambang Setiawan. Warga tersebut diduga menjadi korban pengeroyokan hingga akhirnya meninggal dunia.

Dalam perkara tersebut, Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka, yakni FP (23), DS (33), dan DDS (29).

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti serta memeriksa saksi dan ahli. Ketiganya kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk menjalani proses penyidikan.

Sebelumnya, polisi juga merilis dua sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan berdasarkan keterangan saksi dan analisis CCTV.

Polisi Ungkap Dugaan Eksploitasi Anak

Pengembangan kasus juga mengungkap dugaan eksploitasi anak. Ditres PPA dan PPO Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka berinisial B, N, dan P.

Baca Juga :  12 ECU Truk Dicuri, Mekanik Ditangkap Usai 2 Bulan Diburu Polisi

Ketiganya diduga merekrut anak dengan iming-iming uang agar mengikuti aksi. Polisi menyebut B merekrut 53 anak dengan rencana bayaran Rp55 ribu per orang.

Kemudian, N disebut mengumpulkan 22 anak dengan rencana bayaran Rp50 ribu per orang. Sementara P atau F merekrut delapan anak dengan rencana bayaran Rp40 ribu per orang.

Berdasarkan bukti transfer yang ditemukan, polisi mencatat keuntungan B sebesar Rp2,35 juta, N Rp852.500, dan P Rp250 ribu. Total keuntungan yang teridentifikasi mencapai Rp3.452.500.

Namun, polisi masih mendalami kemungkinan adanya transaksi lain. Puluhan anak tersebut berhasil diamankan sebelum mengikuti aksi sehingga tidak terlibat langsung dalam kerusuhan.

Kasus dugaan eksploitasi ini diproses menggunakan ketentuan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, termasuk pasal terkait eksploitasi ekonomi.

Polisi Kejar Pihak di Balik Pengerahan Massa

Polda Metro Jaya menegaskan penyidikan belum berhenti pada para pelaku di lapangan. Polisi masih menelusuri hubungan antarpihak, aliran dana, serta pihak yang diduga mengatur pengerahan massa.

Pengusutan ini penting untuk memastikan siapa saja yang terlibat dan bagaimana pola mobilisasi massa terbentuk.

Selain itu, polisi perlu memastikan setiap dugaan keterlibatan dibuktikan melalui alat bukti dan proses hukum.

Dengan begitu, pengungkapan kerusuhan tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi dapat menjelaskan rangkaian peristiwa secara menyeluruh. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uang Palsu Rp20 Juta Diduga Dipakai Beli Etomidate, Satu Pria Diburu
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes
Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi
Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi
Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban
Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil
Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan dan Mesin Ekstasi Disita

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:26 WIB

Uang Palsu Rp20 Juta Diduga Dipakai Beli Etomidate, Satu Pria Diburu

Selasa, 3 November 2026 - 06:20 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia

Senin, 2 November 2026 - 17:31 WIB

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi

Senin, 2 November 2026 - 07:53 WIB

Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi

Berita Terbaru

Polisi Israel membebaskan tersangka dugaan suap pemilih. Keputusan ini memukul telak manuver Partai Likud pimpinan Netanyahu yang berusaha menolak hasil pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Selasa, 3 Nov 2026 - 13:11 WIB

Politisi Jerman mengecam aksi penjarahan dan bentrokan saat demonstrasi GenZ regelt! Simak ulasan tuntutan pemuda. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 Nov 2026 - 12:04 WIB

Penasihat Presiden UEA Anwar Gargash berharap mediasi Qatar cegah konflik AS-Iran. Simak ulasan perundingan Selat Hormuz.

INTERNASIONAL

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:08 WIB

Gencatan senjata lokal 6 hari di Oleshky Kherson berakhir. 167 warga sipil berhasil dievakuasi lewat rute transit Belarus usai mediasi Melania. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:30 WIB

Gelombang penembakan massal melanda pusat hiburan malam AS saat libur Halloween. Sedikitnya 8 orang tewas di Dallas, Birmingham, Arkansas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween

Selasa, 3 Nov 2026 - 09:30 WIB