Dugaan Keracunan MBG di Pati Tembus 401 Orang, Polisi Periksa SPPG

Sabtu, 12 September 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis di sekolah. (Posnews/Ist)

Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis di sekolah. (Posnews/Ist)

PATI, POSNEWS.CO.ID – Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus menjadi perhatian.

Jumlah warga yang mengalami gejala kesehatan dilaporkan mencapai 401 orang.

Kasus tersebut kini masuk tahap penyelidikan polisi. Petugas memeriksa sejumlah siswa dan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mencari tahu penyebab munculnya gejala setelah mengonsumsi makanan MBG.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Widya Wiratama mengatakan penyidik masih mengumpulkan keterangan dari para saksi.

“Saksi dari siswa dan SPPG yang telah kita periksa. Kita sampaikan nanti informasi yang lebih lanjut. Kita masih proses penyelidikan,” kata Dika, Sabtu (12/9/2026).

Sampel Makanan hingga Muntahan Diuji

Polisi tidak hanya mengandalkan keterangan saksi. Penyidik juga mengambil sampel makanan yang diduga dikonsumsi para korban.

Selain itu, petugas mengambil sisa muntahan sejumlah siswa untuk menjalani pemeriksaan laboratorium forensik.

Baca Juga :  22 WNI dari Iran Tiba di Bandara Soetta, Pemerintah Siapkan Pemulangan Gelombang Kedua

“Kita juga sudah ambil sampel makanan dan sisa muntahan dari para siswa untuk dilakukan uji labfor,” ujar Dika.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar untuk mengetahui apakah makanan MBG berkaitan dengan gangguan kesehatan yang dialami para korban.

Karena itu, polisi belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut. “Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Kami masih melakukan penyelidikan,” tegas Dika.

Korban Bertambah Menjadi 401 Orang

Data terbaru Dinas Kesehatan Kabupaten Pati hingga Jumat (11/9) pukul 07.00 WIB mencatat 401 orang mengalami gejala.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan data sebelumnya. Korban berasal dari sejumlah sekolah dan Posyandu Anggrek yang menerima makanan dari SPPG Gembong 1.

Mereka berasal dari SMPN 1 Gembong, MTsN 3 Pati, MTs Mambaul Ulum, SDN Gembong 03, MI Miftahul, serta Posyandu Anggrek.

Dari total tersebut, sebanyak 48 orang menjalani rawat inap, sedangkan 319 orang mendapatkan perawatan jalan. Sebagian korban lainnya dilaporkan telah membaik setelah mendapatkan penanganan medis.

Kasus Sudah Ditetapkan sebagai KLB

Besarnya jumlah warga yang mengalami gejala membuat Pemerintah Kabupaten Pati sebelumnya menetapkan kasus tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca Juga :  Labfor Polda Jatim Periksa 3 TKP Kasus Dini dan Anak, Tungku Api Jadi Sorotan

Langkah itu dilakukan agar penanganan terhadap para korban dapat dilakukan secara maksimal.

Kasus ini bermula setelah sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan MBG. Pada perkembangan awal, gejala yang dilaporkan antara lain mual, diare, lemas, hingga muntah.

Sejumlah korban kemudian harus mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.

SPPG Gembong 1 Jadi Fokus Pemeriksaan

Seluruh korban yang terdata terbaru masih berkaitan dengan distribusi makanan dari SPPG Gembong 1.

Karena itu, pemeriksaan terhadap SPPG menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Pemerintah daerah dan Satgas MBG Pati juga berencana mengevaluasi kondisi dapur SPPG di wilayah tersebut.

Di Kabupaten Pati terdapat 172 dapur SPPG yang beroperasi. Pemeriksaan ulang direncanakan mencakup fasilitas serta kemampuan dapur dalam memenuhi standar pelayanan kepada penerima manfaat.

Penyelidikan menjadi penting agar penyebab pasti kejadian segera diketahui.

Jika nantinya ditemukan pelanggaran dalam proses pengolahan, penyimpanan, maupun distribusi makanan, langkah hukum dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang ditemukan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camry Tabrak Water Barrier dan APV di Simpang Sentul, Satu Orang Luka
Terjatuh di Tengah Konvoi Futsal, Perempuan Asal Bali Tewas Terlindas
Hendak Terbang ke Manila, WN India Terciduk Punya 2 Paspor Identitas Berbeda
Kecelakaan Maut di Cikuda Bogor, Pemotor Perempuan Tewas Terbentur Truk
Empat Polisi Diamankan di Kelab Malam Batam, Etomidate Jadi Barang Bukti
Hasil Autopsi Mayat Wanita Terikat di Parit Bandar Lampung Ungkap Fakta Ini
Ngeri! Tepergok Curi HP, Maling di Salatiga Tewas Diamuk Warga Usai Duel Maut
Banjir 50 Cm Lumpuhkan Jalan Raya Cibaduyut, Puluhan Kendaraan Mogok Disapu Air

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:32 WIB

Camry Tabrak Water Barrier dan APV di Simpang Sentul, Satu Orang Luka

Minggu, 1 November 2026 - 06:01 WIB

Terjatuh di Tengah Konvoi Futsal, Perempuan Asal Bali Tewas Terlindas

Minggu, 1 November 2026 - 05:38 WIB

Hendak Terbang ke Manila, WN India Terciduk Punya 2 Paspor Identitas Berbeda

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Kecelakaan Maut di Cikuda Bogor, Pemotor Perempuan Tewas Terbentur Truk

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Empat Polisi Diamankan di Kelab Malam Batam, Etomidate Jadi Barang Bukti

Berita Terbaru

Honkai: Star Rail Version 4.7 rilis 11 November 2026. Simak debut Aeon Aha, sistem Affinitive Eidolon, dan penutup Planarcadia Arc. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Honkai: Star Rail Version 4.7 Rilis 11 November: Debut Aeon Aha

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:34 WIB

Samsung merilis fitur deteksi sleep apnea AI rinci untuk Galaxy Watch dan Galaxy Ring. Simak kategori analisis pernapasan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Samsung Luncurkan Fitur Deteksi Sleep Apnea Berbasis AI

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:31 WIB