POSNEWS.CO.ID, HSINCHU — Produsen semikonduktor MediaTek meluncurkan cip terbaru bertajuk Dimensity 9600M. Perusahaan menghadirkan prosesor ini khusus untuk jajaran smartphone flagship berharga terjangkau.
Arsitektur Utama dan Kesamaan Spesifikasi
Dimensity 9600M diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi TSMC 3nm N3P. Komponen prosesor ini membawa arsitektur yang sangat mirip dengan Dimensity 9500.
CPU cip ini memadukan satu core C1-Ultra, tiga core C1-Premium, dan empat core C1-Pro. Sektor pemrosesan grafis mengandalkan unit GPU Arm Mali-G1 Ultra MC12.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, cip ini mendukung memori RAM LPDDR5X serta sistem penyimpanan UFS 4.1. Pemroses kecerdasan buatan menggunakan unit NPU APU 990. Oleh karena itu, performa dasar perangkat keras cip ini tetap berada di kelas flagship.
Peningkatan Mesin Penjadwalan dan Performa Gaming
MediaTek menyematkan teknologi Dimensity Scheduling Engine 3.0 pada prosesor ini. Mesin baru ini bertugas mengatur alokasi daya CPU, GPU, dan memori secara efisien.
Perusahaan mengklaim pemrosesan rendering gim mampu mencapai laju 185 frame per detik. Peningkatan laju bingkai visual tersebut didukung oleh teknologi neural network rendering.
Namun, produsen mempertahankan penggunaan pemprosesan frame interpolation hardware MRFC 3.0. Oleh sebab itu, peningkatan performa gim lebih bertumpu pada optimasi perangkat lunak.
Pembaruan Fitur AI dan Prospek Perangkat
Perubahan signifikan pada Dimensity 9600M banyak berfokus pada ekosistem kecerdasan buatan. Cip ini mendukung pengoperasian model AI Gemini Nano 4 dan Qwen 3.5 Omni 4B.
Selain itu, MediaTek menyertakan fitur camera agent untuk memberikan saran pemotretan secara otomatis. Pembaruan ini menjadikan Dimensity 9600M sebagai versi penyempurnaan dari cip generasi sebelumnya.
Sistem cip ini diprediksi akan memperkuat perangkat seperti smartphone vivo X500 varian standar. Dengan demikian, konsumen memperoleh fitur kecerdasan buatan terkini dengan efisiensi biaya yang optimal.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













