Banjir Bandang Pasaman Rendam 55 Rumah, Satu Warga Terseret Arus

Senin, 21 September 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, banjir bandang menerjang. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, banjir bandang menerjang. (Posnews/Ist)

PASAMAN, POSNEWS.CO.ID – Duka menyelimuti warga Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Banjir melanda permukiman setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam pada Jumat (18/9/2026).

Derasnya hujan membuat Sungai Aek Koronok dan Sungai Batang Jember Tonang Raya meluap. Air kemudian menerjang permukiman warga sekitar pukul 16.00 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah kepanikan warga menyelamatkan diri, seorang warga bernama Amrianto (49) dilaporkan hilang setelah terseret arus.

Hingga perkembangan terakhir, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.

BPBD Pasaman, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah setempat, dan warga terus menyisir aliran sungai serta kawasan sekitar lokasi kejadian.

Hujan Lebat Picu Sungai Meluap

BNPB mencatat hujan berintensitas lebat mengguyur Kecamatan Dua Koto sejak sekitar pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Kondisi tersebut meningkatkan debit sungai hingga akhirnya meluap ke kawasan permukiman.

Banjir kemudian merendam rumah warga dan berdampak pada lahan pertanian. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan deras dalam durasi panjang tetap dapat memicu bencana hidrometeorologi, termasuk di tengah periode musim kemarau.

Karena itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai perlu meningkatkan kewaspadaan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan 3 TKA China Tersangka Pengeroyokan di Tambang IPIP Kolaka

55 Rumah dan Lima Hektare Lahan Terdampak

Berdasarkan pendataan sementara BNPB, banjir berdampak terhadap sekitar 55 kepala keluarga dan 55 unit rumah.

Selain itu, dua rumah mengalami kerusakan, sedangkan sekitar lima hektare lahan pertanian ikut terdampak.

Bencana tersebut juga membuat tiga kepala keluarga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat. Beruntung, laporan BNPB menyebut air mulai surut pada Sabtu (19/9).

Namun, surutnya air belum berarti persoalan selesai. Warga masih harus membersihkan rumah, memastikan kondisi lingkungan aman, serta memulihkan aktivitas sehari-hari dan lahan pertanian yang terdampak.

Pencarian Amrianto Terus Dilakukan

Di tengah proses pemulihan, pencarian terhadap Amrianto menjadi prioritas.

Tim gabungan menyisir aliran Sungai Aek Koronok dan area di sekitar lokasi banjir. Petugas juga terus mengumpulkan informasi dari warga untuk mempersempit area pencarian.

Kalaksa BPBD Pasaman Mardianto sebelumnya mengatakan tim gabungan masih melakukan pencarian korban.

β€œTim gabungan dari Basarnas, BPBD Pasaman, TNI, Polri, bersama warga setempat hingga kini masih menyisir aliran Sungai Aek Koronok dan area sekitar untuk pencarian korban,” ujarnya, Minggu (20/9/2026).

Kondisi tersebut menyisakan keprihatinan bagi keluarga dan masyarakat setempat. Di saat warga mulai berupaya membersihkan dampak banjir, satu keluarga masih menunggu kabar tentang keberadaan Amrianto.

Warga Diminta Tak Mendekati Sungai Saat Hujan Deras

BNPB mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar sungai agar tidak beraktivitas di dekat aliran air ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.

Baca Juga :  Putusan WTO DS622 Jadi Modal Indonesia Perjuangkan Akses Ekspor ke Uni Eropa

Warga juga diminta segera menuju tempat yang lebih aman apabila melihat tanda-tanda kenaikan debit atau muka air sungai.

Selain itu, masyarakat perlu mengetahui jalur evakuasi, menyiapkan kebutuhan dasar dan obat-obatan, serta menyimpan dokumen penting di tempat yang mudah dibawa ketika keadaan darurat terjadi.

Langkah sederhana tersebut penting karena banjir dapat datang dengan cepat setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu.

Bantuan Darurat dan Pemulihan Dibutuhkan

Warga terdampak kini tidak hanya membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mereka juga membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan rumah, lahan pertanian, sarana air bersih, serta fasilitas umum yang terdampak.

Pemerintah daerah bersama BPBD dan unsur terkait perlu memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sekaligus melakukan asesmen terhadap kerusakan.

Di sisi lain, masyarakat dapat membantu melalui penyaluran bantuan secara terkoordinasi agar kebutuhan warga benar-benar sampai kepada mereka yang terdampak.

Bencana di Simpang Tonang kembali mengingatkan bahwa kesiapsiagaan tidak mengenal musim.

Ketika hujan turun deras dalam waktu lama, warga di sekitar sungai perlu segera membaca tanda bahaya dan mengutamakan keselamatan.

Sebab, beberapa menit untuk mengambil keputusan dapat menjadi sangat berarti ketika arus air mulai berubah menjadi ancaman. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Dikeroyok Saat Lerai Perkelahian di Sorong, 2 Terduga Pelaku Dibekuk
Penembakan di Lapak Sabung Ayam Mesuji, Adi Mengaku Balas Tembakan
Pencarian KM Virgo Hari Ke – 8, Polda Kalsel Siapkan Kontainer Jenazah
Wadanyon OPM Ditangkap di Bandara Yahukimo Saat Hendak Transaksi Senjata
Guru SMK Pangkalpinang Diduga Curi HP dan Laptop Siswa, Polisi Ungkap Motifnya
Penelusuran Online Berujung Operasi Malam, 13 WNA Diamankan di Bali
Detik-detik Karyawati Toko Dikejar dan Dipukul, Dua OTK Diburu Polisi
Sopir Lajuran Aris Sanda Tewas, Jenazah Dibawa Pulang ke Tanah Toraja

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 07:14 WIB

Banjir Bandang Pasaman Rendam 55 Rumah, Satu Warga Terseret Arus

Senin, 21 September 2026 - 06:49 WIB

Polisi Dikeroyok Saat Lerai Perkelahian di Sorong, 2 Terduga Pelaku Dibekuk

Minggu, 20 September 2026 - 16:16 WIB

Penembakan di Lapak Sabung Ayam Mesuji, Adi Mengaku Balas Tembakan

Minggu, 20 September 2026 - 16:01 WIB

Pencarian KM Virgo Hari Ke – 8, Polda Kalsel Siapkan Kontainer Jenazah

Minggu, 20 September 2026 - 07:25 WIB

Wadanyon OPM Ditangkap di Bandara Yahukimo Saat Hendak Transaksi Senjata

Berita Terbaru

Ilustrasi, BMKG memprakirakan cuaca Jabodetabek pada Senin 21 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jabodetabek Senin 21 September, Hujan Berpotensi Turun

Senin, 21 Sep 2026 - 06:08 WIB