Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 September 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POSNEWS.CO.ID, SANAA – Pasukan Houthi merebut kawasan pegunungan Kahboub di wilayah Yaman pada Senin.

Pembatalan Serangan Udara AS dan Sikap Donald Trump

Kelompok Houthi berusaha memotong akses pantai Laut Merah dari pasukan pemerintah dukungan Arab Saudi.

Media New York Times melaporkan Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan udara pada menit terakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal militer Amerika Serikat sudah menyiapkan bom ke atas pesawat tempur mereka.

Presiden Yaman Rashid al-Alimi meminta bantuan militer langsung kepada Donald Trump melalui telepon.

Baca Juga :  Kapal Pesiar MV Hondius Bertolak ke Spanyol Usai Evakuasi Medis

Namun Trump tidak memberikan janji dukungan militer secara langsung selama pembicaraan tersebut.

Eskalasi Pertempuran dan Dampak Kemanusiaan

Pasukan Houthi kini mengontrol ketat area pesisir Laut Merah usai melumpuhkan pasukan pemerintah.

Arab Saudi membalas pergerakan Houthi dengan meluncurkan ratusan gempuran udara ke kawasan dataran tinggi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat pertempuran sengit ini menewaskan hampir 700 orang warga.

Konflik bersenjata ini memaksa sekitar 130.000 warga Yaman mengungsi dari rumah mereka.

Pusat pertempuran kini berkecamuk di wilayah pegunungan Al-Wazi’iyah serta kawasan pesisir Ras al-Ara.

Baca Juga :  Anarki adalah Apa yang Dibuat Negara Darinya: Mengubah Wajah Persaingan Menjadi Kerja Sama

Ancaman Ekspor Minyak dan Lonjakan Harga Bahan Bakar

Pergerakan militer Houthi mengancam rute alternatif pengiriman minyak mentah milik Arab Saudi.

Arab Saudi meningkatkan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz untuk menjaga kuota ekspor harian.

Pasar global mencatat penjualan ekspor minyak Arab Saudi mencapai 60 juta barel bulan ini.

Meskipun demikian harga bahan bakar jenis solar di Amerika Serikat menyentuh rekor tertinggi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan terbang ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi
Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI
Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 11:37 WIB

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Berita Terbaru

Kanselir Jerman Friedrich Merz hadapi krisis politik usai kekalahan parah Partai CDU di pemilu regional. Simak rincian analisis perolehan suara AfD. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:43 WIB

INTERNASIONAL

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:37 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico resmi menggugat pemerintahan Donald Trump atas pencabutan akses Gedung Putih. Simak detail sengketa hukum dan dampaknya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 Sep 2026 - 10:33 WIB

AS, Jepang, dan Korsel merilis pernyataan bersama jelang KTT Trump-Xi. Simak komitmen keamanan, dukungan Taiwan, dan isu Korea Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Rabu, 23 Sep 2026 - 09:00 WIB