POSNEWS.CO.ID, SANAA – Pasukan Houthi merebut kawasan pegunungan Kahboub di wilayah Yaman pada Senin.
Pembatalan Serangan Udara AS dan Sikap Donald Trump
Kelompok Houthi berusaha memotong akses pantai Laut Merah dari pasukan pemerintah dukungan Arab Saudi.
Media New York Times melaporkan Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan udara pada menit terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal militer Amerika Serikat sudah menyiapkan bom ke atas pesawat tempur mereka.
Presiden Yaman Rashid al-Alimi meminta bantuan militer langsung kepada Donald Trump melalui telepon.
Namun Trump tidak memberikan janji dukungan militer secara langsung selama pembicaraan tersebut.
Eskalasi Pertempuran dan Dampak Kemanusiaan
Pasukan Houthi kini mengontrol ketat area pesisir Laut Merah usai melumpuhkan pasukan pemerintah.
Arab Saudi membalas pergerakan Houthi dengan meluncurkan ratusan gempuran udara ke kawasan dataran tinggi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat pertempuran sengit ini menewaskan hampir 700 orang warga.
Konflik bersenjata ini memaksa sekitar 130.000 warga Yaman mengungsi dari rumah mereka.
Pusat pertempuran kini berkecamuk di wilayah pegunungan Al-Wazi’iyah serta kawasan pesisir Ras al-Ara.
Ancaman Ekspor Minyak dan Lonjakan Harga Bahan Bakar
Pergerakan militer Houthi mengancam rute alternatif pengiriman minyak mentah milik Arab Saudi.
Arab Saudi meningkatkan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz untuk menjaga kuota ekspor harian.
Pasar global mencatat penjualan ekspor minyak Arab Saudi mencapai 60 juta barel bulan ini.
Meskipun demikian harga bahan bakar jenis solar di Amerika Serikat menyentuh rekor tertinggi.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan terbang ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












