Putin Puji Kim Jong Un, Korut Pamer Pabrik Kapal Selam Nuklir

Kamis, 25 Desember 2025 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ketegangan di Semenanjung Korea. Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik dari pangkalan kapal selam Sinpo, bertepatan dengan laporan IAEA mengenai peningkatan serius fasilitas pengayaan uranium rezim Kim Jong Un tahun 2026.  Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ketegangan di Semenanjung Korea. Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik dari pangkalan kapal selam Sinpo, bertepatan dengan laporan IAEA mengenai peningkatan serius fasilitas pengayaan uranium rezim Kim Jong Un tahun 2026. Dok: Istimewa.

PYONGYANG, POSNEWS.CO.ID – Hubungan Korea Utara dan Rusia kian mesra hingga membuat Barat cemas. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menerima pesan khusus dari Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (25/12/2025).

Putin memuji hubungan kedua negara sebagai “persahabatan tak terkalahkan”. Pasalnya, pasukan Korea Utara menunjukkan aksi heroik saat membantu Rusia di wilayah Kursk.

“Kerja sama ini membuktikan persaudaraan militan bangsa kita,” tulis Putin dalam laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tercatat, Pyongyang mengirim ribuan tentara ke garis depan untuk menyokong invasi Rusia ke Ukraina. Sebagai imbalan, analis meyakini Moskow menggelontorkan bantuan finansial, pasokan energi, dan teknologi militer canggih ke Pyongyang.

Baca Juga :  Resmi! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026

Pamer Kapal Selam Nuklir Bersama Putrinya

Media pemerintah merilis foto kunjungan Kim ke pangkalan manufaktur kapal selam nuklir pada hari yang sama. Menariknya, Kim Ju Ae, sang putri, turut mendampingi ayahnya.

Foto itu memperlihatkan Kim berjalan di sisi kapal selam raksasa yang diperkirakan berbobot 8.700 ton. Seketika, kunjungan ini memicu spekulasi liar.

Hong Min, analis Institut Penyetuan Nasional Korea, mencurigai campur tangan Rusia. “Foto-foto ini memicu pertanyaan apakah Rusia membantu Korea Utara merakit kapal selam nuklir secepat itu,” ujarnya.

Respons Atas “Lampu Hijau” AS ke Korsel

Aksi pamer kekuatan ini bukan tanpa alasan. Kim bereaksi keras terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump. Sebelumnya, Trump mengizinkan Korea Selatan membangun “kapal selam serang bertenaga nuklir” secara mandiri.

Kim melabeli rencana Seoul sebagai “tindakan ofensif” yang melanggar kedaulatan maritim. Oleh karena itu, ia merasa wajib mempercepat modernisasi dan persenjataan nuklir angkatan lautnya.

Baca Juga :  Politik Identitas: Pisau Bermata Dua dalam Demokrasi Majemuk

“Kita sangat perlu mempercepat pengembangan radikal ini,” tegas Kim. Kementerian Pertahanan Pyongyang bahkan mengancam akan mengambil “tindakan balasan” terhadap pamer kekuatan nuklir AS.

Uji Coba Rudal Luar Angkasa

Tak berhenti di laut, Kim juga mengawasi uji coba rudal anti-udara jarak jauh tipe baru pada Rabu. Hebatnya, proyektil itu sukses menghantam target tiruan di ketinggian 200 kilometer.

Jika data ini akurat, rudal tersebut mampu menembus luar angkasa. Foto yang beredar memperlihatkan rudal meluncur dengan jejak api oranye yang menyala.

Intelijen Korea Selatan dan AS kini menganalisis spesifikasi senjata baru tersebut dengan cermat. Kini, Semenanjung Korea makin memanas akibat perlombaan senjata nuklir yang melibatkan poros kekuatan global yang berseberangan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas
Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang
Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1
Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas
Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir
Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani
Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas
Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:18 WIB

Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani

Berita Terbaru

Serangan drone massal Ukraina menghantam sejumlah wilayah Rusia, merusak fasilitas gudang Wildberries, dan menewaskan sedikitnya delapan orang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas

Selasa, 4 Agu 2026 - 15:08 WIB

Perusahaan Habita Inc. meminta maaf usai menyuruh dua karyawannya kembali ke dalam Mal Aeon Kashima pasca gempa Kumamoto hingga tewas akibat ledakan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang

Selasa, 4 Agu 2026 - 14:40 WIB

Pemerintah Australia memperingatkan potensi lonjakan penyebaran wabah flu burung H5N1 setelah menemukan kasus kematian massal pertama. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agu 2026 - 13:24 WIB