POSNEWS.CO.ID, NEW YORK – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan pidato berulang kali bernada keras di PBB pada Sabtu.
Tuduhan Lavrov Terhadap Eropa dan Komitmen Perang Rusia
Sergei Lavrov menuduh negara-negara Eropa merusak prospek negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina.
Ia menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat sebenarnya menaruh minat besar pada proses perdamaian tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, negara-negara Eropa terus mengambil langkah-langkah yang menghambat dialog antarnegara.
Lavrov menyampaikan pernyataan tegas itu saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Bahkan, ia bersumpah bahwa militer Rusia bakal mencapai seluruh target operasi di Ukraina.
Menurutnya, Rusia akan menghilangkan segala ancaman keamanan serta mengembalikan kehidupan damai warga.
Pertemuan Diplomatik Panas Bersama Menteri Luar Negeri Jerman
Di samping pidato utama, Lavrov menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul.
Pertemuan singkat berdurasi 20 menit itu menjadi dialog pertama kedua negara sejak awal 2022.
Namun, hubungan diplomasi kedua negara justru makin memanas akibat dugaan aksi sabotase drone di Leipzig.
Wadephul mendesak Rusia agar segera menghentikan eskalasi bahaya terhadap Jerman dan sekutu NATO.
Ia menegaskan bahwa ancaman serangan hibrida tidak bakal menggoyahkan dukungan Jerman untuk Ukraina.
Sebaliknya, pihak Jerman mengutuk serangan bertubi-tubi militer Rusia terhadap warga sipil Ukraina.
Isu Penutupan Konsulat dan Tawaran Stabilitas Selat Hormuz
Kedua negara baru-baru ini saling menutup kantor konsulat akibat eskalasi konflik diplomatik.
Selain membahas Ukraina, Lavrov menawarkan bantuan untuk menstabilkan situasi keamanan di Selat Hormuz.
Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran terus mengganggu stabilitas kawasan Teluk.
Lavrov menegaskan bahwa kawasan Teluk memerlukan arsitektur keamanan regional yang stabil serta saling percaya.
Oleh karena itu, Rusia siap bekerja sama dengan negara-negara bertanggung jawab demi keamanan Selat Hormuz.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













