Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026, Pelanggar Pelat Nomor Jadi Target

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin. (Posnews/Ist)

Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal menggelar Operasi Patuh 2026 selama dua pekan, mulai 8 hingga 21 Juni 2026.

Operasi ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia untuk meningkatkan disiplin masyarakat sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin, mengatakan seluruh Polda jajaran akan menggelar Operasi Patuh dengan menyesuaikan kondisi dan karakteristik wilayah masing-masing.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Operasi Patuh tahun ini lebih mengedepankan penegakan hukum berbasis digital melalui ETLE,” kata Aries, Selasa (26/5/2026).

Selain itu, Korlantas Polri meminta seluruh jajaran memaksimalkan kesiapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) agar penindakan pelanggaran berjalan lebih efektif dan akurat.

Baca Juga :  Heboh! 4 Kapal Terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Kerugian Capai Rp 2,7 Miliar

Pelat Nomor Jadi Sasaran Utama

Dalam Operasi Patuh 2026, polisi bakal memfokuskan penindakan terhadap pelanggaran pelat nomor kendaraan yang menghambat sistem ETLE.

Pelanggaran yang menjadi target antara lain pelat nomor tidak dipasang, ditutup, dimodifikasi, hingga disamarkan menggunakan stiker atau cat tertentu.

Menurut Aries, pelanggaran tersebut kerap membuat kamera ETLE gagal membaca identitas kendaraan sehingga menghambat proses penegakan hukum elektronik.

“Seluruh penegakan hukum difokuskan terhadap pelanggaran yang menghambat efektivitas ETLE,” ujarnya.

ETLE Dominasi Penindakan

Korlantas Polri memastikan sebagian besar penindakan dalam Operasi Patuh 2026 dilakukan secara digital melalui ETLE. Skemanya, 60 persen penindakan menggunakan ETLE, 30 persen melalui tilang konvensional, dan 10 persen berupa teguran simpatik.

Baca Juga :  Update Tragedi Ponpes Al-Khoziny, 14 Meninggal, 49 Santri Masih Dicari

Meski mengutamakan ETLE, polisi tetap akan melakukan penindakan langsung terhadap pelanggaran berbahaya seperti melawan arus dan pelanggaran kasat mata lainnya.

“Pelanggaran seperti melawan arus tetap ditindak menggunakan tilang konvensional oleh petugas di lapangan,” tegas Aries.

Polisi Utamakan Pendekatan Humanis

Korlantas Polri menegaskan Operasi Patuh 2026 tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga edukasi dan pencegahan melalui langkah preemtif dan preventif.

Sementara itu, teguran simpatik tetap diberikan dalam kondisi tertentu yang dinilai lebih efektif diselesaikan dengan pendekatan humanis.

“Teguran simpatik tetap diberikan, namun porsinya hanya 10 persen,” tutup Aries. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rasa Karya Seni: Corsair Resmi Rilis SHUGO DDR5
Mengapa Komputasi Ini Bisa Mengubah Segalanya?
Lonjakan Harga Dunia Picu Kerusakan Hutan dan Krisis Merkuri
Sopir Angkot Disiram Bensin Lalu Dibakar di Tanah Abang, Pelaku Akhirnya Dibekuk
Raja Charles III Temui Donald Trump di Gedung Putih
Bea Cukai Marunda Santuni Yatim dan Lansia di Cilincing, Aksi Nyata Kepedulian Sosial
Laboratorium Narkoba di Apartemen Salemba Digerebek, 5 Kg Tembakau Sintetis Disita
Medan Ekstrem Hambat Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Kalimantan Barat

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:13 WIB

Rasa Karya Seni: Corsair Resmi Rilis SHUGO DDR5

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:27 WIB

Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026, Pelanggar Pelat Nomor Jadi Target

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:37 WIB

Mengapa Komputasi Ini Bisa Mengubah Segalanya?

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:58 WIB

Lonjakan Harga Dunia Picu Kerusakan Hutan dan Krisis Merkuri

Kamis, 30 April 2026 - 14:27 WIB

Sopir Angkot Disiram Bensin Lalu Dibakar di Tanah Abang, Pelaku Akhirnya Dibekuk

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB