Sergei Lavrov Tuduh Negara Eropa Gagalkan Perdamaian Rusia

Minggu, 27 September 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menlu Rusia Sergei Lavrov menuduh Eropa menghambat perdamaian Ukraina di PBB. Simak detail pidato, pertemuan dengan Menlu Jerman. Dok: Istimewa.

Menlu Rusia Sergei Lavrov menuduh Eropa menghambat perdamaian Ukraina di PBB. Simak detail pidato, pertemuan dengan Menlu Jerman. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, NEW YORK – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan pidato berulang kali bernada keras di PBB pada Sabtu.

Tuduhan Lavrov Terhadap Eropa dan Komitmen Perang Rusia

Sergei Lavrov menuduh negara-negara Eropa merusak prospek negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat sebenarnya menaruh minat besar pada proses perdamaian tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, negara-negara Eropa terus mengambil langkah-langkah yang menghambat dialog antarnegara.

Lavrov menyampaikan pernyataan tegas itu saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Bahkan, ia bersumpah bahwa militer Rusia bakal mencapai seluruh target operasi di Ukraina.

Baca Juga :  Kelompok Konsumen Belanda Menggugat Epic Games

Menurutnya, Rusia akan menghilangkan segala ancaman keamanan serta mengembalikan kehidupan damai warga.

Pertemuan Diplomatik Panas Bersama Menteri Luar Negeri Jerman

Di samping pidato utama, Lavrov menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul.

Pertemuan singkat berdurasi 20 menit itu menjadi dialog pertama kedua negara sejak awal 2022.

Namun, hubungan diplomasi kedua negara justru makin memanas akibat dugaan aksi sabotase drone di Leipzig.

Wadephul mendesak Rusia agar segera menghentikan eskalasi bahaya terhadap Jerman dan sekutu NATO.

Ia menegaskan bahwa ancaman serangan hibrida tidak bakal menggoyahkan dukungan Jerman untuk Ukraina.

Baca Juga :  Polri Bongkar Modus Hanyutkan Ganja Seluas 51 Hektare Lewat Sungai, Nilai Rp621 Miliar

Sebaliknya, pihak Jerman mengutuk serangan bertubi-tubi militer Rusia terhadap warga sipil Ukraina.

Isu Penutupan Konsulat dan Tawaran Stabilitas Selat Hormuz

Kedua negara baru-baru ini saling menutup kantor konsulat akibat eskalasi konflik diplomatik.

Selain membahas Ukraina, Lavrov menawarkan bantuan untuk menstabilkan situasi keamanan di Selat Hormuz.

Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran terus mengganggu stabilitas kawasan Teluk.

Lavrov menegaskan bahwa kawasan Teluk memerlukan arsitektur keamanan regional yang stabil serta saling percaya.

Oleh karena itu, Rusia siap bekerja sama dengan negara-negara bertanggung jawab demi keamanan Selat Hormuz.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Square Enix Menyiapkan Tim Khusus Demi FFVII Revelation
Spencer Tuding Raja Charles III Gembira Saat Putri Diana Wafat
Kejagung Sita Aset Dadan Hindayana Rp8,43 Miliar, Ada Rolex dan Mobil
Cuaca Jabodetabek Selasa 21 Juli 2026: Suhu Tembus 33 Derajat
Gratis Masuk Ancol 10 Juli 2026, Catat Syarat dan Cara Reservasinya
Rasa Karya Seni: Corsair Resmi Rilis SHUGO DDR5
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026, Pelanggar Pelat Nomor Jadi Target
Mengapa Komputasi Ini Bisa Mengubah Segalanya?

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Square Enix Menyiapkan Tim Khusus Demi FFVII Revelation

Minggu, 27 September 2026 - 20:00 WIB

Sergei Lavrov Tuduh Negara Eropa Gagalkan Perdamaian Rusia

Sabtu, 19 September 2026 - 08:00 WIB

Spencer Tuding Raja Charles III Gembira Saat Putri Diana Wafat

Jumat, 4 September 2026 - 20:44 WIB

Kejagung Sita Aset Dadan Hindayana Rp8,43 Miliar, Ada Rolex dan Mobil

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:14 WIB

Cuaca Jabodetabek Selasa 21 Juli 2026: Suhu Tembus 33 Derajat

Berita Terbaru

Denmark menegaskan eksplorasi sumber daya alam Greenland oleh AS harus mematuhi hukum lokal dan tidak mendapat keistimewaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:40 WIB