SUKABUMI, POSNEWS.CO.ID – Baru delapan menit berlalu, petugas Lapas Kelas IIB Nyomplong Sukabumi, Jawa Barat, kembali menemukan upaya penyelundupan sabu.
Kali ini modusnya cukup rapi. Sabu diduga disembunyikan di balik label merek celana dan di dalam jaket yang dibawa pengunjung.
Petugas akhirnya menggagalkan dua upaya tersebut pada Senin (28/9/2026). Dari pemeriksaan itu, empat paket yang diduga sabu diamankan dengan total berat 12,83 gram bruto. Dua perempuan berinisial DDA dan IS turut diamankan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berawal dari Benjolan di Label Celana
Pengungkapan pertama terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di area Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Saat itu, petugas memeriksa celana titipan yang dibawa DDA untuk diberikan kepada warga binaan berinisial RW.
Pemeriksaan berlangsung seperti biasa. Namun, petugas merasakan bagian pinggang celana tidak rata. Kecurigaan semakin kuat ketika terdapat bagian yang terasa seperti benjolan pada area label merek.
“Saat penggeledahan di bagian pinggang celana, petugas kami merasakan ada gerenjelan yang terasa tidak rata di merknya,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Budi Hardiono.
Petugas kemudian membuka bagian label tersebut di hadapan penitip.
Hasilnya membuat pemeriksaan semakin serius. Di balik label merek ditemukan paket yang diduga berisi sabu dengan berat 3,37 gram bruto.
Dua Celana Lain Ikut Diperiksa
Temuan itu tidak langsung dianggap sebagai kasus tunggal. Petugas kemudian mengingat adanya dua celana lain yang dititipkan pengunjung pada hari yang sama. Keduanya pun diperiksa kembali.
Hasilnya mengejutkan. Pola penyembunyian pada dua celana tersebut ternyata sama. Petugas menemukan dua paket lain yang diduga sabu dengan berat masing-masing 3,42 gram dan 2,95 gram bruto.
Total tiga paket dari tiga celana mencapai 9,74 gram bruto. Paket tersebut diduga ditujukan kepada warga binaan berinisial DYP dan HH.
“Kami memikirkan apakah ada kiriman celana lainnya di hari yang sama, ternyata ada dua celana dari tamu lain,” ungkap Budi.
Menurut dia, kesamaan pola penyimpanan membuat petugas menduga ketiga kiriman tersebut berkaitan.
“Di celana itu ditemukan merk dan penyimpanan yang sama, kami duga ini modus satu pelaku yang dibawa orang berbeda,” jelasnya.
Delapan Menit Kemudian, Modus Berubah
Petugas belum sempat lengah.
Sekitar pukul 11.08 WIB, atau hanya delapan menit setelah temuan pertama, petugas kembali menggagalkan dugaan penyelundupan narkoba.
Kali ini, seorang pengunjung perempuan berinisial IS hendak menjenguk warga binaan berinisial TE.
IS membawa jaket ke area kunjungan. Padahal, sesuai ketentuan, jaket pengunjung seharusnya dititipkan di loker yang tersedia di PTSP.
Saat petugas melakukan pemeriksaan, ditemukan satu paket yang diduga sabu di dalam jaket. Paket tersebut dibungkus menggunakan lakban hitam dan memiliki berat 3,09 gram bruto.
Dengan demikian, empat paket yang diamankan dari dua kejadian tersebut memiliki total berat 12,83 gram bruto.
Semua Barang Bukti Diserahkan ke Polisi
Pihak Lapas kemudian berkoordinasi dengan Satres Narkoba Polres Sukabumi Kota. Petugas kepolisian datang untuk memeriksa serta menimbang barang bukti yang ditemukan.
Selanjutnya, barang bukti dan pihak-pihak yang diduga terlibat diserahkan kepada Satres Narkoba Polres Sukabumi Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Budi menegaskan Lapas Sukabumi tidak akan memberikan ruang bagi upaya penyelundupan narkoba.
“Kami terus memperketat pengawasan pada setiap layanan kunjungan maupun penitipan barang. Setiap barang yang masuk wajib melalui pemeriksaan sesuai prosedur,” tegas Budi.
Modus Terus Berubah, Pemeriksaan Diperketat
Kasus ini menunjukkan bagaimana upaya memasukkan narkoba ke dalam lapas dapat menggunakan barang yang terlihat biasa.
Celana dan jaket yang dibawa pengunjung menjadi media penyembunyian. Karena itu, pemeriksaan tidak cukup hanya melihat bagian luar barang.
Petugas perlu mencermati setiap bagian yang tidak lazim, termasuk jahitan, label, lipatan, hingga bagian tersembunyi lainnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi pengunjung agar tidak mencoba membawa barang terlarang ke lingkungan lapas.
Sebab, sekali pemeriksaan menemukan kejanggalan, barang titipan maupun bawaan dapat diperiksa lebih lanjut.
Lapas Sukabumi menyatakan akan terus memperkuat pemeriksaan pada jalur penitipan barang dan kunjungan.
Koordinasi dengan kepolisian serta BNN juga akan diperkuat untuk mencegah peredaran narkoba di dalam lapas. **
Editor : Hadwan













