NTT, POSNEWS.CO.ID – Polri memperkuat operasi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pada Minggu (16/8/2026), Mabes Polri kembali mengirim personel SAR, anjing pelacak K9, tenaga kesehatan, peralatan medis, hingga logistik.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengerahan tersebut merupakan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim ditugaskan membantu evakuasi, pencarian korban, pertolongan, dan mitigasi bencana.
Sebanyak 260 personel disiapkan. Sebelumnya, 137 personel telah diberangkatkan pada Sabtu malam.
10 K9 Diterjunkan Cari Korban
Polri juga mengerahkan 21 personel dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri bersama 10 anjing K9. Tim tersebut membawa peralatan pencarian korban dan sekitar 2,5 ton logistik.
K9 menjadi salah satu kekuatan penting dalam operasi pencarian, terutama ketika petugas menghadapi bangunan runtuh dan lokasi yang sulit dijangkau.
Selain itu, Korps Brimob mengirim 101 personel, termasuk dokter, tenaga kesehatan lapangan, serta petugas logistik. Mereka bertugas memetakan kebutuhan dan memperkuat pelayanan darurat.
Sikka dan Manggarai Jadi Perhatian
Pada tahap awal, tim memprioritaskan Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Namun, Polri memastikan bantuan dapat dialihkan ke wilayah lain jika kebutuhan mendesak muncul.
Kecepatan menjadi kunci. Karena itu, seluruh personel akan berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi pencarian dan pembagian tugas.
Tiga Helikopter Disiapkan
Untuk menembus wilayah yang sulit diakses, Polri menyiapkan tiga helikopter AW169 untuk mendukung distribusi logistik dan mobilitas personel.
Polri juga mengoperasikan pesawat CASA untuk mempercepat pergerakan menuju Labuan Bajo dan sejumlah daerah lainnya.
Bantuan yang dibawa mencakup obat-obatan, tenda, makanan, kebutuhan kelompok rentan, dan perlengkapan darurat.
Wi-Fi Portabel dan Trauma Healing
Gangguan komunikasi menjadi salah satu tantangan penanganan gempa. Untuk mengatasinya, Polri mengirim 10 unit Wi-Fi portabel.
Langkah ini penting karena komunikasi yang lancar dapat mempercepat laporan kondisi korban, koordinasi evakuasi, dan distribusi bantuan.
Selain kebutuhan fisik, Polri juga menyiapkan tim trauma healing untuk memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga, rumah, maupun harta benda akibat bencana.
Bantuan Tidak Berhenti Hari Ini
Polri memastikan operasi kemanusiaan akan berlangsung secara berkelanjutan.
Pengiriman bantuan berikutnya dijadwalkan mulai 17 Agustus 2026 dan disesuaikan dengan kebutuhan terbaru di lapangan.
Polri juga bekerja bersama BNPB, pemerintah daerah, Forkopimda, dan instansi terkait agar pencarian korban, evakuasi, pelayanan kesehatan, distribusi logistik, dan pemulihan berjalan dalam satu koordinasi.
Di tengah duka gempa NTT, kehadiran petugas dan relawan menjadi harapan bagi para penyintas.
Bukan hanya menyelamatkan korban, operasi ini juga menunjukkan bahwa kecepatan, kepedulian, dan gotong royong menjadi kekuatan penting saat bencana datang. **
Editor : Hadwan














