Polisi Inggris Menangkap Tersangka Ke-7 Terkait Rencana Teror

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Polisi Inggris menangkap tersangka ketujuh plot teror pangkalan udara RAF Fairford. AS memindahkan pesawat pembom B-1 akibat ancaman Iran. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Polisi Inggris menangkap tersangka ketujuh plot teror pangkalan udara RAF Fairford. AS memindahkan pesawat pembom B-1 akibat ancaman Iran. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Kepolisian Inggris menangkap seorang pria berusia 22 tahun di kawasan Westminster, London.

Pasalnya, aparat keamanan menduga pemuda tersebut menyiapkan aksi terorisme terhadap pangkalan udara RAF Fairford.

Selain itu, penangkapan ini menambah jumlah tersangka menjadi tujuh orang dalam penyelidikan plot teror tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, detektif kepolisian Inggris terus bekerja keras mengungkap motif utama di balik ancaman pangkalan militer.

Namun, pihak berwenang tetap merahasiakan rincian identitas seluruh tersangka demi kelancaran proses investigasi hukum.

Baca Juga :  Inggris dan Prancis Siap Kirim Pasukan ke Ukraina Pasca-Damai

Amerika Serikat Memindahkan Armada Pesawat Pembom B-1

Sementara itu, militer Amerika Serikat memindahkan seluruh armada pesawat pembom B-1 dari pangkalan tersebut.

Sebab, Presiden Donald Trump enggan mengambil risiko keselamatan personel militer AS akibat munculnya ancaman musuh.

Oleh karena itu, pemerintah Amerika Serikat mengembalikan unit pesawat pembom tersebut menuju pangkalan asal.

Meskipun demikian, Perdana Menteri Andy Burnham menjamin pangkalan udara RAF Fairford tetap berada dalam kondisi aman.

Maka dari itu, aparat kepolisian meningkatkan patroli keamanan di sekitar kawasan pangkalan udara militer Inggris.

Baca Juga :  Diplomasi Doha: Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Runtuh

Dugaan Keterlibatan Jaringan Iran dalam Aksi Teror

Di samping itu, Perdana Menteri Andy Burnham menemukan indikasi kuat keterlibatan pihak Iran dalam plot tersebut.

Akibatnya, hubungan diplomasi antara Inggris dan Iran semakin memanas di tengah ketegangan wilayah Timur Tengah.

Selanjutnya, pihak Iran membantah keras tuduhan keterlibatan mereka atas rencana serangan terhadap pangkalan militer.

Maka, aparat keamanan Inggris meningkatkan kewaspadaan nasional untuk mengantisipasi potensi serangan susulan dari kelompok teror.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertahanan Udara Rusia Mengintersepsi 900 Drone Ukraina
Serangan Drone Menenggelamkan Kapal Dagang di Laut Hitam
Donald Trump Memicu Gelombang Kecaman
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Memanas Usai Ledakan
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Memanas Usai Ledakan Granat
Organisasi Lingkungan Menggugat Pemerintahan Trump Atas
Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari
Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Pertahanan Udara Rusia Mengintersepsi 900 Drone Ukraina

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Serangan Drone Menenggelamkan Kapal Dagang di Laut Hitam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Donald Trump Memicu Gelombang Kecaman

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Memanas Usai Ledakan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Memanas Usai Ledakan Granat

Berita Terbaru

ASUS merilis laptop TUF Gaming 16 FX610JH berbekal prosesor Intel Core i7-14650HX, RTX 5050, dan layar 100% sRGB untuk kuliah dan kerja. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

ASUS Merilis Laptop Gaming TUF Gaming 16 FX610JH

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:07 WIB