POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth memecat perencana militer utama Pentagon, Letnan Jenderal Angkatan Darat Brett Sylvia.
Seorang pejabat pertahanan AS mengonfirmasi keputusan pemberhentian Kepala Strategi, Rencana, dan Kebijakan (J5) Staf Gabungan tersebut pada Rabu kemarin.
Pihak Pentagon tidak memberikan alasan resmi di balik pemecatan mendadak perwira tinggi yang telah mengabdi selama 32 tahun tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemberhentian Sylvia menjadikan dirinya sebagai jenderal kedua yang kehilangan posisi strategis J5 di bawah kepemimpinan Menhan Pete Hegseth.
Sebelumnya, Hegseth juga memaksa pendahulu Sylvia, Letjen Joseph McGee, untuk mengundurkan diri dan pensiun pada Oktober tahun lalu.
Pemecatan Terjadi Di Tengah Wacana Presiden Donald Trump Melancarkan Serangan Lanjutan Ke Iran
Direktur J5 bersama jajaran staf bertanggung jawab merancang serta mengoordinasikan rencana operasi militer bersama Ketua Staf Gabungan dan Presiden.
Keputusan pemecatan ini berlangsung sangat krusial saat Presiden Donald Trump berulang kali melontarkan wacana serangan baru terhadap Iran.
Donald Trump menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan konflik di Iran setelah melancarkan kampanye militer bersama Israel delapan bulan lalu.
Pemerintah AS telah mengimbau sejumlah sekutu di Timur Tengah untuk bersiap menghadapi potensi eskalasi militer pasca-Pemilu Paruh Waktu.
Militer AS bahkan mengerahkan kapal induk ketiga serta ribuan prajurit tambahan menuju kawasan perairan strategis Timur Tengah.
Kritik Kongres Terhadap Gelombang Pembersihan Perwira Tinggi Di Tubuh Militer Amerika Serikat
Pemecatan Sylvia menambah daftar panjang hampir dua lusin jenderal, laksamana, dan pejabat sipil yang disingkirkan di bawah kepemimpinan Hegseth.
Hegseth menginstruksikan pemangkasan jumlah jenderal hingga 20 persen yang harus rampung sebelum tanggal 1 Januari 2027 mendatang.
Menhan AS menyebut pemangkasan jajaran perwira tinggi tersebut sebagai langkah akuntabilitas kepemimpinan yang sudah lama tertunda di Pentagon.
Namun demikian, Senator dari Partai Demokrat Mark Kelly mengkritik keras pembersihan generasi pemimpin militer berbakat yang dilakukan Hegseth.
Mark Kelly mengkhawatirkan bahwa kebijakan pemecatan masal ini memerlukan waktu hingga satu generasi untuk memulihkan kembali kualitas militer.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













