JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden RI Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI dan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026).
Pelantikan tersebut menandai pergeseran jabatan dua perwira tinggi TNI dalam jajaran pimpinan militer. Maruli sebelumnya menjabat KSAD, sedangkan Tandyo mengemban tugas sebagai Wakil Panglima TNI.
Pengangkatan Maruli dan Tandyo berdasarkan keputusan presiden mengenai pemberhentian dan pengangkatan pejabat di lingkungan TNI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nomor serta nomenklatur lengkap keputusan perlu dicocokkan dengan dokumen resmi Istana.
Prabowo Pimpin Pengucapan Sumpah
Dalam prosesi pelantikan, Prabowo membacakan sumpah jabatan dan Maruli serta Tandyo mengikutinya.
Keduanya menyatakan komitmen untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menaati peraturan perundang-undangan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Prabowo mendiktekan sumpah agar pejabat setia kepada NKRI, menaati peraturan, menjunjung etika jabatan, serta menjalankan tugas dengan adil dan penuh tanggung jawab.
Prabowo juga mengingatkan keduanya untuk menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit sebagai landasan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Setelah mengucapkan sumpah, Maruli dan Tandyo menandatangani berita acara pelantikan.
Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengucapkan selamat kepada keduanya, disusul para pejabat dan tamu undangan.
Tantangan Baru di Pucuk Pimpinan TNI
Perubahan jabatan tersebut menempatkan Maruli pada posisi Wakil Panglima TNI, sementara Tandyo memimpin TNI Angkatan Darat sebagai KSAD.
Keduanya menghadapi tanggung jawab penting dalam menjaga kesiapan prajurit, memperkuat koordinasi antarmatra, serta mendukung pelaksanaan tugas pertahanan negara.
Sejumlah pejabat turut menghadiri pelantikan, di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Tonny Harjono, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
Pergantian jabatan ini menjadi bagian dari penataan kepemimpinan TNI.
Pergantian jabatan ini bertujuan memperkuat kesinambungan komando sekaligus memastikan prajurit tetap siap menjalankan tugas negara.**
Editor : Hadwan













