Uang Palsu Rp20 Juta Diduga Dipakai Beli Etomidate, Satu Pria Diburu

Selasa, 3 November 2026 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Uang palsu. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Uang palsu. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polisi menggagalkan dugaan peredaran uang palsu senilai Rp20 juta di kawasan Ruko Mutiara Taman Palem, Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

Uang pecahan Rp100.000 itu diduga akan digunakan untuk membeli etomidate atau pod yang disebut-sebut beredar di kawasan Kampung Ambon.

Dalam pengungkapan tersebut, Polsek Cengkareng menangkap pria berinisial NA (31). Sementara itu, seorang pria lain berinisial FA alias Ais telah masuk daftar pencarian orang (DPO) dan masih diburu polisi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Cengkareng AKP Rahis Fadhlillah mengatakan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai seseorang yang diduga menggunakan uang palsu untuk membeli barang.

Menindaklanjuti laporan itu, anggota Opsnal Polsek Cengkareng langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas menangkap NA pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 23.40 WIB saat bertemu seseorang di kawasan Ruko Mutiara Taman Palem.

β€œDari hasil pemeriksaan terhadap tas yang dibawa, petugas menemukan uang pecahan Rp100.000 yang diduga palsu dengan total nilai mencapai Rp20 juta,” kata Rahis, Senin (2/11/2026).

Baca Juga :  80 Kg Sabu dan 50 Ribu Pil Ekstasi Disita di Asahan, Polrestabes Medan Ringkus 2 Kurir

Uang Palsu Diduga untuk Membeli Etomidate

Setelah menangkap NA, polisi membawa pria tersebut beserta barang bukti ke Mapolsek Cengkareng untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan, NA mengaku memperoleh uang tersebut atas perintah FA alias Ais. Pria yang disebut berada di wilayah Sukmajaya, Depok, itu diduga menjadi pihak yang menyuruh NA membawa dan membelanjakan uang palsu tersebut.

Polisi kemudian mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat tinggal FA. Namun, petugas tidak menemukan pria tersebut. Penyidik selanjutnya menetapkan FA sebagai DPO.

Rahis mengungkapkan, NA juga mengaku pernah menggunakan uang yang diduga palsu senilai Rp16 juta untuk membeli etomidate atau pod di kawasan Kompleks Permata, yang dikenal sebagai Kampung Ambon.

Tak hanya itu, uang palsu senilai Rp20 juta yang disita polisi diduga akan kembali digunakan untuk membeli barang serupa. Menurut keterangan kepolisian, harga barang tersebut diperkirakan sekitar Rp3 juta per unit.

Pengakuan itu kini menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk mengungkap kemungkinan keterkaitan peredaran uang palsu dengan transaksi etomidate.

Baca Juga :  Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau

Polisi Sita Uang Palsu, Dua Ponsel, dan Motor

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti. Selain uang pecahan Rp100.000 yang diduga palsu dengan total nominal Rp20 juta, petugas mengamankan dua unit telepon genggam dan satu sepeda motor Honda Scoopy.

Polisi masih mengembangkan perkara untuk menelusuri asal-usul uang palsu serta memburu FA alias Ais. Penyidik juga perlu mendalami dugaan penggunaan uang tersebut dalam transaksi barang terlarang.

Atas dugaan perbuatannya, NA diproses berdasarkan Pasal 375 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sebagaimana tercantum dalam laporan kepolisian.

Polisi mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat menerima uang tunai, terutama dalam transaksi langsung. Masyarakat dapat memeriksa keaslian uang melalui metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Pengungkapan ini sekaligus menjadi peringatan bahwa peredaran uang palsu bukan hanya merugikan penerima transaksi, tetapi juga dapat berkaitan dengan tindak pidana lain yang masih perlu diusut aparat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes
Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi
Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi
Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban
Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil
Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan dan Mesin Ekstasi Disita
Petasan Sambut Ratusan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari, Ini Hasilnya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:26 WIB

Uang Palsu Rp20 Juta Diduga Dipakai Beli Etomidate, Satu Pria Diburu

Selasa, 3 November 2026 - 06:20 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia

Senin, 2 November 2026 - 17:31 WIB

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi

Senin, 2 November 2026 - 07:53 WIB

Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi

Berita Terbaru

Gelombang penembakan massal melanda pusat hiburan malam AS saat libur Halloween. Sedikitnya 8 orang tewas di Dallas, Birmingham, Arkansas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween

Selasa, 3 Nov 2026 - 09:30 WIB

Gedung Putih siapkan perintah eksekutif dan pertahanan hukum untuk antisipasi kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS. Simak rincian strategi imigrasi dan anggarannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:30 WIB

Dua hari menjelang Pemilu Sela AS, Demokrat Michigan dukung kandidat Republik Mike Rogers, sementara gugatan tim Trump di Alaska ditolak hakim. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jelang Pemilu Sela: Partai Republik Raih Dukungan di Michigan

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:38 WIB