Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. (Posnews/NET)

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. (Posnews/NET)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID โ€“ Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sebagian masyarakat memilih menunda perjalanan. Namun, layanan penyeberangan Merak-Bakauheni masih berjalan normal.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah belum menambah armada kapal di lintasan Merak-Bakauheni. Alasannya, jumlah penumpang justru mengalami penurunan.

โ€œBelum kami lakukan penambahan kapal karena kecenderungan penumpang saat ini justru menurun,โ€ kata Dudy dalam konferensi pers virtual, Minggu (6/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dudy, erupsi Anak Krakatau membuat sebagian calon penumpang membatalkan perjalanan. Kondisi itu terjadi baik dari Merak menuju Bakauheni maupun sebaliknya.

Penyeberangan Tetap Berjalan

Meski aktivitas vulkanik meningkat, layanan penyeberangan di Selat Sunda masih beroperasi.

Kementerian Perhubungan memastikan kondisi tersebut terus dipantau. Jika situasi berubah, langkah pengamanan akan disesuaikan.

Baca Juga :  Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan

Bagi masyarakat yang tetap harus menyeberang, informasi resmi menjadi pegangan utama. Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan video atau kabar yang beredar di media sosial.

Kapal Diminta Waspada

Kepala KSOP Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha meminta seluruh kapal yang melintas di perairan Selat Sunda meningkatkan kewaspadaan.

Potensi yang harus diantisipasi antara lain letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik hingga gangguan terhadap keselamatan navigasi.

Karena itu, nakhoda diminta rutin memantau informasi dari PVMBG, BMKG, BPBD dan instansi terkait.

Selain itu, kapal dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif selama status Level III atau Siaga masih berlaku.

Jangan Nekat Mendekati Krakatau

Badan Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level III sejak 2 Juli 2026.

Baca Juga :  Maulid Nabi di Mabes Polri, Wakapolri Dedi: Saat Rakyat Diuji, Polisi Harus Hadir

Rekomendasi tersebut melarang masyarakat, wisatawan dan nelayan melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari pusat aktivitas gunung.

Terlebih, Badan Geologi melaporkan Anak Krakatau mengalami erupsi menerus pada 5 September 2026.

Aktivitas tersebut menghasilkan lontaran lava dan material pijar sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan.

Bagi pengguna jasa penyeberangan, kondisi ini menjadi pengingat sederhana: perjalanan bisa ditunda, tetapi keselamatan tidak bisa dipertaruhkan.

Jika tidak mendesak, masyarakat sebaiknya terus memantau perkembangan sebelum berangkat.

Sementara itu, bagi yang tetap bepergian, ikuti arahan petugas dan jangan mendekati kawasan terlarang.

Erupsi Anak Krakatau memang terjadi di tengah laut. Namun, kewaspadaan di jalur Merak-Bakauheni tetap menjadi kunci agar perjalanan masyarakat tetap aman. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami
Petaka Pasar Malam Lombok Utara, SPG 20 Tahun Tewas Terjatuh dari Kora-Kora
Perjalanan Keluarga di Magelang Berakhir Maut, Ayah Ibu dan Anak Tewas
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Nelayan Bantu Evakuasi Bayi dan Anak-anak
Sekitar 100 Orang Sakit Santap MBG di Cirebon, Ini Perkembangan Penanganannya
KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar, Ini Penanganan ASDP bagi Penumpang
Lima Tahun Berlalu, Kasus Pembakaran Camp PT Unggul Kembali Terungkap
Polsanak Polda Bengkulu, Kenalkan Tugas Polisi dan Rambu Lalu Lintas kepada Anak

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Petaka Pasar Malam Lombok Utara, SPG 20 Tahun Tewas Terjatuh dari Kora-Kora

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Perjalanan Keluarga di Magelang Berakhir Maut, Ayah Ibu dan Anak Tewas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:35 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Nelayan Bantu Evakuasi Bayi dan Anak-anak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Sekitar 100 Orang Sakit Santap MBG di Cirebon, Ini Perkembangan Penanganannya

Berita Terbaru

Microsoft berencana merombak layanan Xbox Game Pass menjadi sistem ร  la carte. CEO Asha Sharma menyiapkan skema fleksibel untuk memilih fitur langganan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Microsoft Siapkan Perombakan Besar Xbox Game Pass

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:04 WIB