PSSI Desak FIFA Tunjuk Wasit Netral di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Kamis, 25 September 2025 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wasit Kuwait Ahmad al-Ali. Photo by KARIM JAAFAR

Wasit Kuwait Ahmad al-Ali. Photo by KARIM JAAFAR

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – PSSI masih menanti jawaban FIFA terkait protes penunjukan wasit Ahmed Al-Ali asal Kuwait untuk laga panas Timnas Indonesia melawan Arab Saudi di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Duel krusial itu dijadwalkan Kamis (9/10/2025) dini hari WIB di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.

Kekhawatiran mencuat karena sang pengadil berasal dari kawasan Timur Tengah, wilayah yang identik dengan lawan. Federasi khawatir netralitas pertandingan bisa ternodai.

Sejak 12 September 2025, PSSI sudah melayangkan surat protes resmi yang ditandatangani Head of Qualifiers and International Matches FIFA, Gordon Savic, dan ditembuskan ke AFC. Namun, hingga Kamis (25/9/2025), belum ada balasan.

Baca Juga :  Karyawati Pokemon Center Tewas Ditikam Penguntit di Hadapan Publik

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan pihaknya ingin wasit dari kawasan netral. “Kami melobi agar wasitnya dari Australia, Jepang, China, atau bahkan Eropa,” jelas Erick.

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, mengakui situasi ini masih menggantung. “Masih kita tunggu jawaban FIFA maupun AFC,” katanya.

Garuda Tetap Fokus

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski isu wasit jadi sorotan, Arya menegaskan fokus utama tetap pada persiapan skuad Garuda. “Kompetisi antar pemain makin ketat, kualitas makin teruji. Ini sinyal positif,” ujarnya.

Baca Juga :  Skuad Timnas Arab Saudi vs Indonesia, Herve Renard Andalkan Salem Al Dawsari

Pelatih Patrick Kluivert juga sudah tegas: pemain yang tampil reguler di klub akan mendapat prioritas masuk timnas.

Setelah melawan Arab Saudi, Indonesia akan menghadapi Irak pada Minggu (12/10/2025). Laga itu dipimpin wasit asal China, Ma Ning.

Walau protes belum berjawab, PSSI optimistis Garuda bisa tampil maksimal. Dukungan penuh suporter diyakini jadi senjata tambahan untuk menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terbaru

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB