Korea Utara Tuduh Tokyo Persiapkan Invasi Ulang

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Lompatan teknologi mematikan. Korea Utara mengonfirmasi keberhasilan uji coba sistem rudal taktis dengan hulu ledak bom klaster serta senjata elektromagnetik strategis guna memperkuat daya gentar terhadap lawan regional. Dok: Istimewa.

Foto, Lompatan teknologi mematikan. Korea Utara mengonfirmasi keberhasilan uji coba sistem rudal taktis dengan hulu ledak bom klaster serta senjata elektromagnetik strategis guna memperkuat daya gentar terhadap lawan regional. Dok: Istimewa.

PYONGYANG, POSNEWS.CO.ID – Korea Utara melontarkan tuduhan serius terhadap Jepang terkait percepatan pengembangan rudal jarak jauh. Melalui media resmi KCNA, Pyongyang menyebut pembangunan kekuatan militer Tokyo sebagai persiapan nyata untuk serangan di masa depan. Tuduhan ini muncul di tengah upaya Jepang memperkuat kapasitas serangannya dalam beberapa bulan terakhir.

KCNA dalam komentarnya pada hari Jumat menegaskan bahwa Jepang telah memulai pengerahan rudal permukaan-ke-kapal Tipe 12 versi terbaru di Kumamoto. Selain itu, Tokyo berencana menempatkan sistem jarak jauh lainnya di berbagai prefektur. Langkah ini menempatkan negara-negara tetangga dalam jangkauan serangan langsung militer Jepang.

Rudal Ofensif dan Ambisi Invasi Ulang

Korea Utara menyoroti pengalokasian sumber daya Jepang yang sangat besar untuk memperluas jangkauan rudal. Tokyo saat ini mengadaptasi sistem senjata agar dapat meluncur melalui darat, laut, dan udara. KCNA menyebut sistem-sistem tersebut secara eksplisit sebagai “senjata ofensif jarak jauh” yang berbahaya bagi stabilitas kawasan.

Baca Juga :  KPK Bongkar Modus Eks Sekjen Kemnaker Tampung Uang Suap Lewat Rekening Keluarga

Pyongyang membantah keras klaim Jepang bahwa pembangunan militer tersebut bertujuan untuk pertahanan diri. Sebaliknya, Korea Utara melihat langkah ini mencerminkan ambisi lama Jepang untuk mengamankan kemampuan menyerang. Mereka bahkan menggunakan istilah “persiapan perang untuk invasi ulang” dalam mendeskripsikan kebijakan militer Tokyo saat ini.

Konsekuensi Serius atas Peningkatan Militer

Korea Utara juga menyoroti peningkatan pembelian senjata serang jarak jauh oleh Jepang dari pihak luar. Selain itu, partisipasi aktif Jepang dalam latihan militer gabungan menunjukkan bahwa negara tersebut semakin dekat untuk menggunakan kemampuan tempurnya. Pyongyang menilai hal ini sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan negara-negara di Asia Timur.

Baca Juga :  Uni Eropa dan Australia Sahkan Perjanjian Dagang Bebas di Tengah Krisis Energi

Pernyataan KCNA tersebut diakhiri dengan peringatan keras kepada pemerintah Jepang. Pyongyang menegaskan bahwa Tokyo akan menghadapi konsekuensi serius jika tetap bertahan pada jalur militeristik saat ini. Peningkatan ketegangan ini diprediksi akan mempersulit upaya diplomasi regional di tengah krisis keamanan global yang sedang berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKB Tembaki Warga Sipil di Yahukimo, Dua Orang Terluka – Pelaku Diburu
Musk di Meja Hijau: Sebut OpenAI Curi Badan Amal dalam Sidang Perdana
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Satu Korban ICU Meninggal – Total 16 Tewas
Bus Rombongan Haji Kloter JKS-1 dan SUB-2 Tabrakan di Arab Saudi, Ini Kondisi Korban
Remaja 17 Tahun Tewas Dikeroyok di Ciputat, 6 Pelaku Pelajar Ditangkap
Pengadilan Militer Gelar Sidang Kasus Air Keras KontraS, Ini Fakta Terbarunya
Australia Ancam Pajak Meta, Google, dan TikTok Terkait Royalti
Polisi Bongkar Judi Online Mantracuan di Jakut, Pasutri Muda Ditangkap di Apartemen

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 15:20 WIB

KKB Tembaki Warga Sipil di Yahukimo, Dua Orang Terluka – Pelaku Diburu

Rabu, 29 April 2026 - 14:37 WIB

Musk di Meja Hijau: Sebut OpenAI Curi Badan Amal dalam Sidang Perdana

Rabu, 29 April 2026 - 13:32 WIB

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Satu Korban ICU Meninggal – Total 16 Tewas

Rabu, 29 April 2026 - 13:21 WIB

Bus Rombongan Haji Kloter JKS-1 dan SUB-2 Tabrakan di Arab Saudi, Ini Kondisi Korban

Rabu, 29 April 2026 - 10:45 WIB

Remaja 17 Tahun Tewas Dikeroyok di Ciputat, 6 Pelaku Pelajar Ditangkap

Berita Terbaru