20 Siswa SDN 01 Pasar Rebo Keracunan Usai Makan MBG, Polisi Periksa 5 Saksi

Selasa, 30 September 2025 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur sedang diperiksa di sekolah setelah diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dok: Istimewa

Siswa SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur sedang diperiksa di sekolah setelah diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polsek Pasar Rebo memeriksa lima saksi terkait dugaan keracunan 20 siswa SDN 01 Gedong, Jakarta Timur, setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (30/9/2025).

Kapolsek Pasar Rebo, AKP I Wayan Wijaya, menjelaskan, pihak sekolah, koki, pengantar makanan, dan beberapa guru sudah dimintai keterangan.

“Tim kami memeriksa lima saksi dari pihak sekolah, koki, dan pengantar makanan,” ujar Wayan.

Menurutnya, peristiwa terjadi sekitar pukul 07.25 WIB. Saat siswa kelas 1 dan 2 mulai menyantap MBG, beberapa anak melaporkan mi goreng berbau aneh.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Kacau, FWK Sebut Bom Waktu Bagi Pendidikan Indonesia

Tidak lama kemudian, sejumlah siswa kelas 2 mengalami mual dan muntah. Wakil kepala sekolah segera menghentikan distribusi MBG.

“Awalnya kami mencatat beberapa mi ada yang kering, ada yang basah, dan beberapa matang terlalu lama hingga menimbulkan bau,” kata Wayan.

Guru SDN 01 Gedong, Trini, menambahkan, total 20 siswa mengalami gejala pusing, mual, dan muntah. Dari jumlah tersebut, lima siswa dibawa ke IGD RSUD Pasar Rebo untuk penanganan medis, kemudian dipulangkan.

Baca Juga :  Inggris Kembali Gabung Erasmus+, Pelajar Bisa Kuliah Gratis di Eropa

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami belum bisa memastikan penyebab keracunan karena hasil laboratorium belum keluar,” ujar Trini.

Polisi bersama pihak sekolah dan stakeholder terkait terus menyelidiki kasus ini. Sampel MBG telah dikumpulkan untuk diuji laboratorium guna memastikan apakah keracunan akibat makanan atau faktor lain. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong
Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Infrastruktur vs Kesiapan Masyarakat
PC vs Laptop di Era Kerja Remote: Mana yang Lebih Worth It untuk Jangka Panjang?
Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?
5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam
49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG
Panduan Membangun Smart Home Budget Minimalis: Mulai dari Mana?
Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong

Jumat, 17 April 2026 - 15:04 WIB

Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Infrastruktur vs Kesiapan Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 - 14:58 WIB

PC vs Laptop di Era Kerja Remote: Mana yang Lebih Worth It untuk Jangka Panjang?

Jumat, 17 April 2026 - 12:40 WIB

Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?

Jumat, 17 April 2026 - 11:32 WIB

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Berita Terbaru

Ilustrasi, Benteng digital yang retak. Di tahun 2026, metode peretasan telah berevolusi menggunakan kecerdasan buatan, membuat kebiasaan lama kita tidak lagi cukup untuk melindungi identitas dan aset finansial di ruang siber. Dok: Istimewa.

NETIZEN

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Jumat, 17 Apr 2026 - 11:32 WIB